<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Kurangi Impor Alkes, Menristek: Semua Bisa Dibuat di Indonesia</title><description>Pandemi Covid-19 hampir satu tahun melanda seluruh dunia termasuk Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/320/2363702/kurangi-impor-alkes-menristek-semua-bisa-dibuat-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/320/2363702/kurangi-impor-alkes-menristek-semua-bisa-dibuat-di-indonesia"/><item><title>   Kurangi Impor Alkes, Menristek: Semua Bisa Dibuat di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/320/2363702/kurangi-impor-alkes-menristek-semua-bisa-dibuat-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/320/2363702/kurangi-impor-alkes-menristek-semua-bisa-dibuat-di-indonesia</guid><pubDate>Rabu 17 Februari 2021 16:27 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/17/320/2363702/kurangi-impor-alkes-menristek-semua-bisa-dibuat-di-indonesia-FGPSPqwrYm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alkes Covid-19 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/17/320/2363702/kurangi-impor-alkes-menristek-semua-bisa-dibuat-di-indonesia-FGPSPqwrYm.jpg</image><title>Alkes Covid-19 (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi Covid-19 hampir satu tahun melanda seluruh dunia termasuk Indonesia. Hal ini membuat adanya perubahan besar, salah satunya semakin banyak riset dan inovasi

Menurut Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro, sebagian besar alat kesehatan (alkes) adalah impor. Seperti dari alat canggih hingga sederhana, semuanya impor.
Baca Juga:&amp;nbsp;Izin Impor Alat Kesehatan Dipermudah, Begini Caranya&amp;nbsp;
Misalnya, kata Bambang, banyak ventilator yang didatangkan langsung secara impor. Karenanya harga ventilator sangat mahal. Maka dengan adanya inovasi dari dalam negeri, beberapa pihak membuat ventilator yang harganya lebih terjangkau.

&quot;Kita ketahui beberapa alat untuk swab tes dari luar negeri itu yang berbentuk sederhana bisa dibuat di dalam negeri. Dengan pandemi ini, semua bisa dibuat di Indonesia,&quot; ujar dia dalam acara IDX Channel, Rabu (17/2/2021).

Kemudian, lanjut dia, pihaknya mendorong para peneliti dan akademisi di Tanah Air untuk melahirkan inovasi baru untuk substitusi impor sehingga mengurangi ketergantungan bangsa Indonesia terhadap impor.

&quot;Jadi kegiatan riset dan pengembangan ini diharapkan mengganti substitusi impor dengan alat dan pendekatan yang berbeda dengan produk yang diimpor, namun fungsinya sama,&quot; ungkap dia.

Dia juga berharap, berbagai produk inovasi ke depan benar-benar dapat meningkatkan daya saing Indonesia.

&quot;Dan membawa Indonesia keluar dari ketergantungan terhadap barang impor,&quot; tandas dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi Covid-19 hampir satu tahun melanda seluruh dunia termasuk Indonesia. Hal ini membuat adanya perubahan besar, salah satunya semakin banyak riset dan inovasi

Menurut Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro, sebagian besar alat kesehatan (alkes) adalah impor. Seperti dari alat canggih hingga sederhana, semuanya impor.
Baca Juga:&amp;nbsp;Izin Impor Alat Kesehatan Dipermudah, Begini Caranya&amp;nbsp;
Misalnya, kata Bambang, banyak ventilator yang didatangkan langsung secara impor. Karenanya harga ventilator sangat mahal. Maka dengan adanya inovasi dari dalam negeri, beberapa pihak membuat ventilator yang harganya lebih terjangkau.

&quot;Kita ketahui beberapa alat untuk swab tes dari luar negeri itu yang berbentuk sederhana bisa dibuat di dalam negeri. Dengan pandemi ini, semua bisa dibuat di Indonesia,&quot; ujar dia dalam acara IDX Channel, Rabu (17/2/2021).

Kemudian, lanjut dia, pihaknya mendorong para peneliti dan akademisi di Tanah Air untuk melahirkan inovasi baru untuk substitusi impor sehingga mengurangi ketergantungan bangsa Indonesia terhadap impor.

&quot;Jadi kegiatan riset dan pengembangan ini diharapkan mengganti substitusi impor dengan alat dan pendekatan yang berbeda dengan produk yang diimpor, namun fungsinya sama,&quot; ungkap dia.

Dia juga berharap, berbagai produk inovasi ke depan benar-benar dapat meningkatkan daya saing Indonesia.

&quot;Dan membawa Indonesia keluar dari ketergantungan terhadap barang impor,&quot; tandas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
