<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Mendag Lutfi soal Pengusaha Kulit Bangkrut dan Jadi Pelayan</title><description>Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengutarakan, sebuah kisah  ihwal gagalnya seorang pengusaha yang kini menjadi seorang pelayan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/455/2363575/cerita-mendag-lutfi-soal-pengusaha-kulit-bangkrut-dan-jadi-pelayan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/455/2363575/cerita-mendag-lutfi-soal-pengusaha-kulit-bangkrut-dan-jadi-pelayan"/><item><title>Cerita Mendag Lutfi soal Pengusaha Kulit Bangkrut dan Jadi Pelayan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/455/2363575/cerita-mendag-lutfi-soal-pengusaha-kulit-bangkrut-dan-jadi-pelayan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/17/455/2363575/cerita-mendag-lutfi-soal-pengusaha-kulit-bangkrut-dan-jadi-pelayan</guid><pubDate>Rabu 17 Februari 2021 13:52 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/17/455/2363575/cerita-mendag-lutfi-soal-pengusaha-kulit-bangkrut-dan-jadi-pelayan-fwUXtGH8D6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendag Muhammad Lutfi (Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/17/455/2363575/cerita-mendag-lutfi-soal-pengusaha-kulit-bangkrut-dan-jadi-pelayan-fwUXtGH8D6.jpg</image><title>Mendag Muhammad Lutfi (Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi  mengutarakan, sebuah kisah ihwal gagalnya seorang pengusaha yang kini  menjadi seorang pelayan. Pengusaha itu adalah penjual material kulit  hewan atau exotic leather.

Cerita itu bermula usai Lutfi dilantik sebagai Menteri Perdagangan  menggantikan Agus Suparmanto, di Istana Negara pada Desember 2020 lalu.  Setelah dilantik, dirinya tengah pun berbincang dengan seorang pelayan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Strategi Pemasaran Digital Lewat Situs Web? Pertimbangkan 6 Hal Berikut
&quot;Jadi, dalam waktu selesai dilantik, saya lagi makan, ngobrol sama  pelayan, cerita bagaimana tentang susahnya mengekspor, dia pake CV Pak  Menteri, dia pake CV, bangkrut CV-nya karena tidak dibayar oleh  pembelinya di luar negeri, orang Korea,&quot; ujar Lutfi Rabu (17/2/2021).

Dari cerita itu, Lutfi menilai pengusaha nasional  masih dihadapkan  pada persoalan kerumitan birokrasi dan perizinan. Perkara itu bahkan  diikuti oleh pemahaman para pebisnis ihwal pemetaan market di tingkat  global.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Peluang Bisnis Burung Puyuh Bisa Kantongi Rp25 Juta
&quot;Setelah izin, jadi pengusaha mereka dihadapkan lagi sesuatu yang  mereka tidak pernah lihat sebelumnya yaitu bagaimana sulitnya mencari  market. Dan yang penting setelah marketnya di cari adalah bagaimana  dapat dibayar oleh pembelinya,&quot; kata dia.

Persoalan lain adalah kualitas produk di Indonesia yang tercatat  masih kalah dengan negara-negara Asia lainnya. Perkara kualitas  menyebabkan pengusaha kesulitan mendapatkan pasar global.&quot;Perbedaan daripada kualitas. Karena kualitas yang tidak sesuai  dengan yang dijanjikan, orang korea menolak untuk membayar. Begitu  menolak membayar 100 juta selesai ceritanya. Nah, ini saya tes, pengen  tahu berapa lama, karena saya punya Dirjen pengembangan ekspor nasional.  Pengen tahu Berapa lama bisa diselesaikan,&quot; Tutur Lutfi.

Saat ini pemerintah tengah mematok peningkatan eksportir hingga 500  ribu eksportir sampai 2030, baik skala besar maupun UMKM. Hanya saja  masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha untuk  merambah pasar internasional.

Lutfi sendiri mengajak Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan  sejumlah Menteri lainnya untuk duduk bersama membongkar kendala-kendala  yang dihadapi oleh pelaku usaha tersebut.

&quot;Jadi, minggu depan kita duduk sama-sama, kalau Pak Teten kosong  (waktu) saya juga enggak keberatan rapat di tempatnya Pak Menteri.  Supaya kita duduk, biar kita bongkar (permasalahannya),&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi  mengutarakan, sebuah kisah ihwal gagalnya seorang pengusaha yang kini  menjadi seorang pelayan. Pengusaha itu adalah penjual material kulit  hewan atau exotic leather.

Cerita itu bermula usai Lutfi dilantik sebagai Menteri Perdagangan  menggantikan Agus Suparmanto, di Istana Negara pada Desember 2020 lalu.  Setelah dilantik, dirinya tengah pun berbincang dengan seorang pelayan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Strategi Pemasaran Digital Lewat Situs Web? Pertimbangkan 6 Hal Berikut
&quot;Jadi, dalam waktu selesai dilantik, saya lagi makan, ngobrol sama  pelayan, cerita bagaimana tentang susahnya mengekspor, dia pake CV Pak  Menteri, dia pake CV, bangkrut CV-nya karena tidak dibayar oleh  pembelinya di luar negeri, orang Korea,&quot; ujar Lutfi Rabu (17/2/2021).

Dari cerita itu, Lutfi menilai pengusaha nasional  masih dihadapkan  pada persoalan kerumitan birokrasi dan perizinan. Perkara itu bahkan  diikuti oleh pemahaman para pebisnis ihwal pemetaan market di tingkat  global.
 
&amp;nbsp;Baca juga; Peluang Bisnis Burung Puyuh Bisa Kantongi Rp25 Juta
&quot;Setelah izin, jadi pengusaha mereka dihadapkan lagi sesuatu yang  mereka tidak pernah lihat sebelumnya yaitu bagaimana sulitnya mencari  market. Dan yang penting setelah marketnya di cari adalah bagaimana  dapat dibayar oleh pembelinya,&quot; kata dia.

Persoalan lain adalah kualitas produk di Indonesia yang tercatat  masih kalah dengan negara-negara Asia lainnya. Perkara kualitas  menyebabkan pengusaha kesulitan mendapatkan pasar global.&quot;Perbedaan daripada kualitas. Karena kualitas yang tidak sesuai  dengan yang dijanjikan, orang korea menolak untuk membayar. Begitu  menolak membayar 100 juta selesai ceritanya. Nah, ini saya tes, pengen  tahu berapa lama, karena saya punya Dirjen pengembangan ekspor nasional.  Pengen tahu Berapa lama bisa diselesaikan,&quot; Tutur Lutfi.

Saat ini pemerintah tengah mematok peningkatan eksportir hingga 500  ribu eksportir sampai 2030, baik skala besar maupun UMKM. Hanya saja  masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha untuk  merambah pasar internasional.

Lutfi sendiri mengajak Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan  sejumlah Menteri lainnya untuk duduk bersama membongkar kendala-kendala  yang dihadapi oleh pelaku usaha tersebut.

&quot;Jadi, minggu depan kita duduk sama-sama, kalau Pak Teten kosong  (waktu) saya juga enggak keberatan rapat di tempatnya Pak Menteri.  Supaya kita duduk, biar kita bongkar (permasalahannya),&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
