<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Semakin Mahal, Brent Dekati USD65/Barel</title><description>Harga minyak melonjak lagi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/18/320/2363980/harga-minyak-dunia-semakin-mahal-brent-dekati-usd65-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/18/320/2363980/harga-minyak-dunia-semakin-mahal-brent-dekati-usd65-barel"/><item><title>Harga Minyak Dunia Semakin Mahal, Brent Dekati USD65/Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/18/320/2363980/harga-minyak-dunia-semakin-mahal-brent-dekati-usd65-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/18/320/2363980/harga-minyak-dunia-semakin-mahal-brent-dekati-usd65-barel</guid><pubDate>Kamis 18 Februari 2021 07:48 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/18/320/2363980/harga-minyak-dunia-semakin-mahal-brent-dekati-usd65-barel-uDgsL1C3vG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minyak Mentah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/18/320/2363980/harga-minyak-dunia-semakin-mahal-brent-dekati-usd65-barel-uDgsL1C3vG.jpg</image><title>Minyak Mentah (Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak melonjak lagi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Karena suhu Texas yang dingin menutup produksi di seluruh negara bagian penghasil minyak mentah terbesar AS, dengan cuaca dingin yang tidak biasa diperkirakan akan menghambat produksi selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April ditutup pada USD64,34 per barel, naik 99 sen atau 1,6%. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret menetap di 61,14 per barel, terangkat USD1,09 atau 1,8%. Kedua acuan berada di level tertinggi sejak Januari tahun lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Naik Dipicu Cuaca Dingin di Texas
Minyak telah didukung oleh pembatasan pasokan OPEC+, pemotongan pasokan tambahan Arab Saudi, dan harapan rebound permintaan karena vaksinasi COVID-19.

Cuaca dingin bersejarah sejak akhir pekan di Texas, yang memasok sebagian besar minyak mentah AS dan merupakan bagian dari pusat penyulingan utama AS, telah mendorong harga lebih tinggi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Kian Mahal, Tertinggi dalam 13 Bulan
&quot;Ini baru saja membawa kami ke tingkat berikutnya,&quot; kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho di New York. &quot;Minyak mentah WTI mungkin akan mencapai maksimal mendekati 65 dolar AS,&quot; kata Yawger.

Cuaca beku mendalam di AS telah menutup sekitar satu juta barel produksi per hari dan diperkirakan akan mengganggu produksi selama beberapa hari jika tidak berminggu-minggu, kata pakar industri, karena wellheads (kepala sumur) telah membeku dan jaringan pipa telah ditutup.Setidaknya seperlima dari produksi penyulingan AS telah dihentikan,  yang memperlemah permintaan minyak mentah pada saat yang sama produksi  sedang turun, kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.

&amp;ldquo;Ada sedikit tarik-ulur yang terjadi karena meskipun pasokan telah  ditutup, penyulingan juga sedang turun sehingga tidak banyak yang  meminta,&amp;rdquo; kata Kilduff.

Tidak seperti badai yang dapat dengan hebat menyerang operasi minyak  Gulf Coast AS, Kilduff mengatakan dia tidak memperkirakan kerusakan  infrastruktur dari suhu beku.

&quot;Ini semua akan mencair dan segalanya akan meningkat lebih cepat,&quot; katanya.

Dalam sebuah pernyataan yang membantu meredakan kekhawatiran bahwa  OPEC dan produsen minyak sekutunya akan mengumumkan rencana untuk  meningkatkan produksi setelah pertemuan bulan depan, Menteri Energi Arab  Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan masih terlalu dini untuk  menyatakan kemenangan melawan virus COVID-19 dan produsen minyak harus  tetap &quot;sangat berhati-hati&quot;.

Lingkungan harga yang lebih kuat telah memberi perhatian lebih pada  OPEC+, yang mengelompokkan OPEC, Rusia, dan produsen-produsen sekutu.  Mereka akan bertemu untuk menetapkan kebijakan pada 4 Maret.

Sumber OPEC mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok produsen itu  kemungkinan akan mengurangi pembatasan pasokan setelah April karena  pemulihan harga.

Stok minyak mentah AS turun 5,8 juta barel dalam sepekan hingga 12  Februari menjadi sekitar 468 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi  analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penarikan 2,4 juta barel, data  American Petroleum Institute (API) menunjukkan.

Data persediaan minyak Badan Informasi Energi AS (EIA) akan dirilis  pada Kamis waktu setempat, ditunda sehari setelah hari libur pada Senin  (15/2/2021).</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak melonjak lagi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Karena suhu Texas yang dingin menutup produksi di seluruh negara bagian penghasil minyak mentah terbesar AS, dengan cuaca dingin yang tidak biasa diperkirakan akan menghambat produksi selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April ditutup pada USD64,34 per barel, naik 99 sen atau 1,6%. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret menetap di 61,14 per barel, terangkat USD1,09 atau 1,8%. Kedua acuan berada di level tertinggi sejak Januari tahun lalu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Naik Dipicu Cuaca Dingin di Texas
Minyak telah didukung oleh pembatasan pasokan OPEC+, pemotongan pasokan tambahan Arab Saudi, dan harapan rebound permintaan karena vaksinasi COVID-19.

Cuaca dingin bersejarah sejak akhir pekan di Texas, yang memasok sebagian besar minyak mentah AS dan merupakan bagian dari pusat penyulingan utama AS, telah mendorong harga lebih tinggi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Kian Mahal, Tertinggi dalam 13 Bulan
&quot;Ini baru saja membawa kami ke tingkat berikutnya,&quot; kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho di New York. &quot;Minyak mentah WTI mungkin akan mencapai maksimal mendekati 65 dolar AS,&quot; kata Yawger.

Cuaca beku mendalam di AS telah menutup sekitar satu juta barel produksi per hari dan diperkirakan akan mengganggu produksi selama beberapa hari jika tidak berminggu-minggu, kata pakar industri, karena wellheads (kepala sumur) telah membeku dan jaringan pipa telah ditutup.Setidaknya seperlima dari produksi penyulingan AS telah dihentikan,  yang memperlemah permintaan minyak mentah pada saat yang sama produksi  sedang turun, kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.

&amp;ldquo;Ada sedikit tarik-ulur yang terjadi karena meskipun pasokan telah  ditutup, penyulingan juga sedang turun sehingga tidak banyak yang  meminta,&amp;rdquo; kata Kilduff.

Tidak seperti badai yang dapat dengan hebat menyerang operasi minyak  Gulf Coast AS, Kilduff mengatakan dia tidak memperkirakan kerusakan  infrastruktur dari suhu beku.

&quot;Ini semua akan mencair dan segalanya akan meningkat lebih cepat,&quot; katanya.

Dalam sebuah pernyataan yang membantu meredakan kekhawatiran bahwa  OPEC dan produsen minyak sekutunya akan mengumumkan rencana untuk  meningkatkan produksi setelah pertemuan bulan depan, Menteri Energi Arab  Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan masih terlalu dini untuk  menyatakan kemenangan melawan virus COVID-19 dan produsen minyak harus  tetap &quot;sangat berhati-hati&quot;.

Lingkungan harga yang lebih kuat telah memberi perhatian lebih pada  OPEC+, yang mengelompokkan OPEC, Rusia, dan produsen-produsen sekutu.  Mereka akan bertemu untuk menetapkan kebijakan pada 4 Maret.

Sumber OPEC mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok produsen itu  kemungkinan akan mengurangi pembatasan pasokan setelah April karena  pemulihan harga.

Stok minyak mentah AS turun 5,8 juta barel dalam sepekan hingga 12  Februari menjadi sekitar 468 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi  analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penarikan 2,4 juta barel, data  American Petroleum Institute (API) menunjukkan.

Data persediaan minyak Badan Informasi Energi AS (EIA) akan dirilis  pada Kamis waktu setempat, ditunda sehari setelah hari libur pada Senin  (15/2/2021).</content:encoded></item></channel></rss>
