<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap Penyebab Banjir di Jakarta hingga Semarang</title><description>Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono  menyebut bencana banjir yang selalu terjadi di setiap musim penghujan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/18/320/2364130/terungkap-penyebab-banjir-di-jakarta-hingga-semarang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/18/320/2364130/terungkap-penyebab-banjir-di-jakarta-hingga-semarang"/><item><title>Terungkap Penyebab Banjir di Jakarta hingga Semarang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/18/320/2364130/terungkap-penyebab-banjir-di-jakarta-hingga-semarang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/18/320/2364130/terungkap-penyebab-banjir-di-jakarta-hingga-semarang</guid><pubDate>Kamis 18 Februari 2021 12:31 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/18/320/2364130/terungkap-penyebab-banjir-di-jakarta-hingga-semarang-9wtZFHYpob.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/18/320/2364130/terungkap-penyebab-banjir-di-jakarta-hingga-semarang-9wtZFHYpob.jpg</image><title>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut bencana banjir yang selalu terjadi di setiap musim penghujan, menunjukkan bahwa banjir belum bisa ditangani secara tuntas.
Menurut dia, penyebab timbulnya banjir yang tersebar di banyak sektor masih belum sepenuhnya teridentifikasi, dan belum ditangani secara efektif.
Baca Juga: Banjir Rendam 4 Kecamatan, 1 Rumah Roboh Diterjang Arus Air
 
&quot;Pendekatan yang dilakukan masih sektoral dan hanya menangani gejala yang muncul dalam sektor tertentu saja. Jadi terjadi ketidakselarasan di antara kegiatan-kegiatan di satu sektor dan di sektor-sektor yang lain,&quot; ujar Menteri Basuki yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah dalam webinar terkait &quot;Kenapa Banjir?&quot; secara virtual, Kamis (18/2/2021).
Dia mencontohkan, banyak kawasan yang dilanda banjir, pada dasarnya merupakan dataran banjir yang seharusnya hanya boleh dikembangkan secara terbatas. Di mana pada saat dilanda banjir, penanganan dilakukan bersifat teknikal, seperti membuat kolam dan pompa.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8xNi8xLzEyOTA1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Hal itu memicu pembangunan di daerah tersebut, selanjutnya menyebabkan banjir dengan kerugian yang jauh lebih besar,&quot; ungkap dia.
Kemudian, kata dia, kegiatan visioning adalah kegiatan awal yang amat penting untuk dapat menumbuhkan dan membangun komitmen seluruh pemilik kepentingan kepada suatu visi dan tujuan bersama.&quot;Apabila visi dan tujuan bersama tidak terbentuk, maka sulit  membangun komitmen yang kuat antar-sektor. Saat terjadi sedikit  hambatan, pelaksanaan program akan berhenti dan tujuan pembangunan  menjadi tidak tercapai,&quot; tandas dia.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki  Hadimuljono mengatakan penanganan banjir harus dilakukan secara  menyeluruh lewat kegiatan multisektoral, tidak hanya bersifat teknikal.
&quot;Jadi untuk penanganan banjir ini harus dilakukan secara menyeluruh  melalui kegiatan multisektoral. Seperti melibatkan seluruh pemilik  kepentingan dengan visi bersama untuk menyelesaikan masalah secara  berkelanjutan,&quot; ujar Menteri Basuki yang disampaikan oleh Sekretaris  Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut bencana banjir yang selalu terjadi di setiap musim penghujan, menunjukkan bahwa banjir belum bisa ditangani secara tuntas.
Menurut dia, penyebab timbulnya banjir yang tersebar di banyak sektor masih belum sepenuhnya teridentifikasi, dan belum ditangani secara efektif.
Baca Juga: Banjir Rendam 4 Kecamatan, 1 Rumah Roboh Diterjang Arus Air
 
&quot;Pendekatan yang dilakukan masih sektoral dan hanya menangani gejala yang muncul dalam sektor tertentu saja. Jadi terjadi ketidakselarasan di antara kegiatan-kegiatan di satu sektor dan di sektor-sektor yang lain,&quot; ujar Menteri Basuki yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah dalam webinar terkait &quot;Kenapa Banjir?&quot; secara virtual, Kamis (18/2/2021).
Dia mencontohkan, banyak kawasan yang dilanda banjir, pada dasarnya merupakan dataran banjir yang seharusnya hanya boleh dikembangkan secara terbatas. Di mana pada saat dilanda banjir, penanganan dilakukan bersifat teknikal, seperti membuat kolam dan pompa.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8xNi8xLzEyOTA1MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Hal itu memicu pembangunan di daerah tersebut, selanjutnya menyebabkan banjir dengan kerugian yang jauh lebih besar,&quot; ungkap dia.
Kemudian, kata dia, kegiatan visioning adalah kegiatan awal yang amat penting untuk dapat menumbuhkan dan membangun komitmen seluruh pemilik kepentingan kepada suatu visi dan tujuan bersama.&quot;Apabila visi dan tujuan bersama tidak terbentuk, maka sulit  membangun komitmen yang kuat antar-sektor. Saat terjadi sedikit  hambatan, pelaksanaan program akan berhenti dan tujuan pembangunan  menjadi tidak tercapai,&quot; tandas dia.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki  Hadimuljono mengatakan penanganan banjir harus dilakukan secara  menyeluruh lewat kegiatan multisektoral, tidak hanya bersifat teknikal.
&quot;Jadi untuk penanganan banjir ini harus dilakukan secara menyeluruh  melalui kegiatan multisektoral. Seperti melibatkan seluruh pemilik  kepentingan dengan visi bersama untuk menyelesaikan masalah secara  berkelanjutan,&quot; ujar Menteri Basuki yang disampaikan oleh Sekretaris  Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah.</content:encoded></item></channel></rss>
