<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Penanganan Banjir, Ini Strategi Menteri Basuki</title><description>Basuki Hadimuljono mengatakan penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh lewat kegiatan multisektoral.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/18/320/2364140/soal-penanganan-banjir-ini-strategi-menteri-basuki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/18/320/2364140/soal-penanganan-banjir-ini-strategi-menteri-basuki"/><item><title>Soal Penanganan Banjir, Ini Strategi Menteri Basuki</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/18/320/2364140/soal-penanganan-banjir-ini-strategi-menteri-basuki</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/18/320/2364140/soal-penanganan-banjir-ini-strategi-menteri-basuki</guid><pubDate>Kamis 18 Februari 2021 12:43 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/18/320/2364140/soal-penanganan-banjir-ini-strategi-menteri-basuki-5HRKJl9qFp.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/18/320/2364140/soal-penanganan-banjir-ini-strategi-menteri-basuki-5HRKJl9qFp.jpeg</image><title>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh lewat kegiatan multisektoral, tidak hanya bersifat teknikal.
Baca Juga: Terungkap Penyebab Banjir di Jakarta hingga Semarang
 
&quot;Jadi untuk penanganan banjir ini harus dilakukan secara menyeluruh melalui kegiatan multisektoral. Seperti melibatkan seluruh pemilik kepentingan dengan visi bersama untuk menyelesaikan masalah secara berkelanjutan,&quot; ujar Menteri Basuki yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah dalam webinar terkait &quot;Kenapa Banjir?&quot; secara virtual, Kamis (18/2/2021).
Menteri Basuki juga menjelaskan, penanganan banjir secara teknikal memang penting dan perlu. Akan tetapi memiliki keterbatasan dan tidak dapat menyelesaikan masalah secara jangka panjang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8xNi8xLzEyOTA0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Apabila parameter rancangannya berubah atau terlampaui, maka penanganan tersebut menjadi sangat rentan untuk gagal,&quot; ungkap dia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengkaji selain curah hujan ekstrim, kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) juga menjadi pemicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.
Kemudian, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  memperlihatkan bahwa saat ini terdapat 14 juta hektar lahan kritis di  Indonesia, yang mengancam kelestarian fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS).  Sementara itu, kemampuan dalam pemulihan lahan kritis hanya sekitar  232.000 hektar/tahun.
Sejak Januari hingga akhir Desember 2020, telah terjadi lebih dari  2.900 bencana alam, yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi,  dengan kejadian banjir sebanyak 1.065 kali.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh lewat kegiatan multisektoral, tidak hanya bersifat teknikal.
Baca Juga: Terungkap Penyebab Banjir di Jakarta hingga Semarang
 
&quot;Jadi untuk penanganan banjir ini harus dilakukan secara menyeluruh melalui kegiatan multisektoral. Seperti melibatkan seluruh pemilik kepentingan dengan visi bersama untuk menyelesaikan masalah secara berkelanjutan,&quot; ujar Menteri Basuki yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah dalam webinar terkait &quot;Kenapa Banjir?&quot; secara virtual, Kamis (18/2/2021).
Menteri Basuki juga menjelaskan, penanganan banjir secara teknikal memang penting dan perlu. Akan tetapi memiliki keterbatasan dan tidak dapat menyelesaikan masalah secara jangka panjang.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wMi8xNi8xLzEyOTA0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Apabila parameter rancangannya berubah atau terlampaui, maka penanganan tersebut menjadi sangat rentan untuk gagal,&quot; ungkap dia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengkaji selain curah hujan ekstrim, kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) juga menjadi pemicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.
Kemudian, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)  memperlihatkan bahwa saat ini terdapat 14 juta hektar lahan kritis di  Indonesia, yang mengancam kelestarian fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS).  Sementara itu, kemampuan dalam pemulihan lahan kritis hanya sekitar  232.000 hektar/tahun.
Sejak Januari hingga akhir Desember 2020, telah terjadi lebih dari  2.900 bencana alam, yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi,  dengan kejadian banjir sebanyak 1.065 kali.</content:encoded></item></channel></rss>
