<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Sebut Jurang Ekonomi Asia Makin Lebar</title><description>Ada tiga isu yang bisa mengancam negara-negara Asia untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/18/320/2364227/sri-mulyani-sebut-jurang-ekonomi-asia-makin-lebar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/18/320/2364227/sri-mulyani-sebut-jurang-ekonomi-asia-makin-lebar"/><item><title>Sri Mulyani Sebut Jurang Ekonomi Asia Makin Lebar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/18/320/2364227/sri-mulyani-sebut-jurang-ekonomi-asia-makin-lebar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/18/320/2364227/sri-mulyani-sebut-jurang-ekonomi-asia-makin-lebar</guid><pubDate>Kamis 18 Februari 2021 14:22 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/18/320/2364227/sri-mulyani-sebut-jurang-ekonomi-asia-makin-lebar-4J9sAlEoDu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/18/320/2364227/sri-mulyani-sebut-jurang-ekonomi-asia-makin-lebar-4J9sAlEoDu.jpg</image><title>Sri Mulyani (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ada tiga isu yang bisa mengancam ekonomi Asia untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Ketiganya yaitu pandemi Covid-19, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan di Asia ini semakin inklusif, alias dinikmati oleh lebih banyak lapisan masyarakat. Tapi kemudian datanglah pandemi yang mengubah segalanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: World Bank Prediksi Ekonomi China Tumbuh 7,9%, Asia Timur Mulai Pulih
Menurutnya, berbagai indikator telah menunjukkan bahwa pandemi ini telah menimbulkan kesenjangan antar kelompok masyarakat. Serta memperlebar kesenjangan ekonomi di Asia.

&quot;Banyak studi menunjukkan di banyak negara maju, serta negara berkembang dan berkembang, pandemi menciptakan kesenjangan yang semakin lebar,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (18/2/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Inggris Ingin Bantu Pemulihan Ekonomi di ASEAN
Maka dalam hal ini, dunia inklusif, menjadi tantangan nyata yang ingin dicapai.  Karena pandemi, meski tidak pandang bulu semua orang, tanpa memandang status, ekonomi, status sosialnya.&quot;Bahkan status politik, Perdana Menteri presiden mereka semua bisa  terkena pandemi.  Tetapi yang membuat perbedaan sebenarnya adalah  kekebalan, dan perawatannya,&quot; bebernya.

Dia menambahkanada beberapa tantangan lain yang juga masih membayangi  pertumbuhan Asia, yaitu infrastruktur, teknologi, dan sumber  pembiayaan. Padahal ketiganya erat dan penting.

&quot;Indonesia gencar mencari sumber pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur dan perkembangan teknologi ke depan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ada tiga isu yang bisa mengancam ekonomi Asia untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Ketiganya yaitu pandemi Covid-19, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan di Asia ini semakin inklusif, alias dinikmati oleh lebih banyak lapisan masyarakat. Tapi kemudian datanglah pandemi yang mengubah segalanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: World Bank Prediksi Ekonomi China Tumbuh 7,9%, Asia Timur Mulai Pulih
Menurutnya, berbagai indikator telah menunjukkan bahwa pandemi ini telah menimbulkan kesenjangan antar kelompok masyarakat. Serta memperlebar kesenjangan ekonomi di Asia.

&quot;Banyak studi menunjukkan di banyak negara maju, serta negara berkembang dan berkembang, pandemi menciptakan kesenjangan yang semakin lebar,&quot; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (18/2/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Inggris Ingin Bantu Pemulihan Ekonomi di ASEAN
Maka dalam hal ini, dunia inklusif, menjadi tantangan nyata yang ingin dicapai.  Karena pandemi, meski tidak pandang bulu semua orang, tanpa memandang status, ekonomi, status sosialnya.&quot;Bahkan status politik, Perdana Menteri presiden mereka semua bisa  terkena pandemi.  Tetapi yang membuat perbedaan sebenarnya adalah  kekebalan, dan perawatannya,&quot; bebernya.

Dia menambahkanada beberapa tantangan lain yang juga masih membayangi  pertumbuhan Asia, yaitu infrastruktur, teknologi, dan sumber  pembiayaan. Padahal ketiganya erat dan penting.

&quot;Indonesia gencar mencari sumber pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur dan perkembangan teknologi ke depan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
