<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4.000 Perusahaan Daftar Vaksinasi Mandiri ke Kadin</title><description>Hampir 4.000 perusahaan mendaftar untuk melakukan vaksinasi mandiri. Paling banyak di antaranya perusahaan tekstil.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/19/320/2364747/4-000-perusahaan-daftar-vaksinasi-mandiri-ke-kadin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/19/320/2364747/4-000-perusahaan-daftar-vaksinasi-mandiri-ke-kadin"/><item><title>4.000 Perusahaan Daftar Vaksinasi Mandiri ke Kadin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/19/320/2364747/4-000-perusahaan-daftar-vaksinasi-mandiri-ke-kadin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/19/320/2364747/4-000-perusahaan-daftar-vaksinasi-mandiri-ke-kadin</guid><pubDate>Jum'at 19 Februari 2021 11:36 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/19/320/2364747/4-000-perusahaan-daftar-vaksinasi-mandiri-ke-kadin-q1KIYlikWO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/19/320/2364747/4-000-perusahaan-daftar-vaksinasi-mandiri-ke-kadin-q1KIYlikWO.jpg</image><title>Vaksin (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Hampir 4.000 perusahaan mendaftar untuk melakukan vaksinasi Covid-19 mandiri. Paling banyak di antaranya perusahaan tekstil.

Sejumlah pihak berpendapat bahwa skema tersebut akan mempercepat program vaksinasi, memulihkan kegiatan ekonomi yang terpukul oleh pandemi dan mengurangi beban pemerintah karena perusahaan akan menanggung biaya distribusi vaksin dan melakukan vaksinasi mandiri.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pengusaha soal Vaksin Gotong Royong, Stafsus Erick: Tak Ambil Jatah Vaksin Gratis
Namun beberapa pakar kesehatan mengkhawatirkan potensi ketidakadilan jika para pekerja pada akhirnya mendapatkan prioritas untuk mendapatkan vaksin daripada populasi yang lebih rentan.

Skema tersebut telah diusulkan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pada bulan lalu dan belum disetujui pemerintah. Kementerian Kesehatan masih merancang aturan terkait hal tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Vaksin Momentum Bangkitnya Pariwisata, Wamenparekraf Dorong Agar Pelaku Pariwisata Segera Mendapatkan Vaksin
&quot;Skema itu untuk rakyat. Vaksinasi akan berjalan lebih cepat dan setelah kekebalan komunitas tercapai, populasi dapat dimobilisasi sepenuhnya untuk kegiatan ekonomi,&quot; kata Ketua Kadin Rosan P. Roeslani kepada Reuters dikutip VoA Indonesia.

Pabrik yang saat ini beroperasi dengan kapasitas setengah dapat kembali normal setelah pekerja menerima suntikan mereka, tambahnya.Indonesia sedang bergulat dengan pandemi virus corona. Virus tersebut  mengakibatkan lebih dari 1,23 juta infeksi dan sekitar 33.590 kematian.  Perekonomian menyusut 2,1 persen tahun lalu.

Jika skema itu disetujui, Indonesia akan menjadi salah satu dari  segelintir negara yang mengizinkan pengusaha membeli vaksin untuk  karyawannya. Penjualan vaksin pasar swasta diizinkan di India, Pakistan,  Thailand, dan Uni Emirat Arab, tetapi volume yang dijual kecil karena  produsen memprioritaskan pasokan untuk pemerintah.

Rosan menekankan bahwa swasta tidak akan menggunakan vaksin yang  telah dialokasikan untuk rencana pemerintah yang ingin memvaksinasi  181,5 juta orang atau dua pertiga dari penduduk.

Indonesia memiliki kontrak untuk membeli vaksin bagi sekitar 115 juta  orang. Pemerintah telah menandatangani kesepakatan dengan Sinovac  China, AstraZeneca Plc dan Novavax.

Rosan mengatakan skema yang diusulkan Kadin adalah akan tetap membeli  vaksin dari BUMN Bio Farma tetapi perusahaan dapat menggunakan vaksin  yang berbeda, seperti Sinopharm dari China. Kadin juga mempertimbangkan  penggunaan lain vaksin lain, seperti Moderna dan Sputnik V Rusia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga sedang mempertimbangkan untuk memberikan persetujuan pengggunaan vaksin Sinopharm.

Diah Saminarsih, penasihat senior direktur jenderal Organisasi  Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), mengatakan skema swasta  harus menunggu sampai persediaan vaksin berlimpah, mengingat keberadaan  vaksin di dunia masih langka.

&quot;Vaksin harus diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan lebih  banyak bantuan,&quot; katanya, daripada &quot;mereka yang memiliki kekuasaan, yang  tidak rentan.&quot;</description><content:encoded>JAKARTA - Hampir 4.000 perusahaan mendaftar untuk melakukan vaksinasi Covid-19 mandiri. Paling banyak di antaranya perusahaan tekstil.

Sejumlah pihak berpendapat bahwa skema tersebut akan mempercepat program vaksinasi, memulihkan kegiatan ekonomi yang terpukul oleh pandemi dan mengurangi beban pemerintah karena perusahaan akan menanggung biaya distribusi vaksin dan melakukan vaksinasi mandiri.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pengusaha soal Vaksin Gotong Royong, Stafsus Erick: Tak Ambil Jatah Vaksin Gratis
Namun beberapa pakar kesehatan mengkhawatirkan potensi ketidakadilan jika para pekerja pada akhirnya mendapatkan prioritas untuk mendapatkan vaksin daripada populasi yang lebih rentan.

Skema tersebut telah diusulkan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pada bulan lalu dan belum disetujui pemerintah. Kementerian Kesehatan masih merancang aturan terkait hal tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Vaksin Momentum Bangkitnya Pariwisata, Wamenparekraf Dorong Agar Pelaku Pariwisata Segera Mendapatkan Vaksin
&quot;Skema itu untuk rakyat. Vaksinasi akan berjalan lebih cepat dan setelah kekebalan komunitas tercapai, populasi dapat dimobilisasi sepenuhnya untuk kegiatan ekonomi,&quot; kata Ketua Kadin Rosan P. Roeslani kepada Reuters dikutip VoA Indonesia.

Pabrik yang saat ini beroperasi dengan kapasitas setengah dapat kembali normal setelah pekerja menerima suntikan mereka, tambahnya.Indonesia sedang bergulat dengan pandemi virus corona. Virus tersebut  mengakibatkan lebih dari 1,23 juta infeksi dan sekitar 33.590 kematian.  Perekonomian menyusut 2,1 persen tahun lalu.

Jika skema itu disetujui, Indonesia akan menjadi salah satu dari  segelintir negara yang mengizinkan pengusaha membeli vaksin untuk  karyawannya. Penjualan vaksin pasar swasta diizinkan di India, Pakistan,  Thailand, dan Uni Emirat Arab, tetapi volume yang dijual kecil karena  produsen memprioritaskan pasokan untuk pemerintah.

Rosan menekankan bahwa swasta tidak akan menggunakan vaksin yang  telah dialokasikan untuk rencana pemerintah yang ingin memvaksinasi  181,5 juta orang atau dua pertiga dari penduduk.

Indonesia memiliki kontrak untuk membeli vaksin bagi sekitar 115 juta  orang. Pemerintah telah menandatangani kesepakatan dengan Sinovac  China, AstraZeneca Plc dan Novavax.

Rosan mengatakan skema yang diusulkan Kadin adalah akan tetap membeli  vaksin dari BUMN Bio Farma tetapi perusahaan dapat menggunakan vaksin  yang berbeda, seperti Sinopharm dari China. Kadin juga mempertimbangkan  penggunaan lain vaksin lain, seperti Moderna dan Sputnik V Rusia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga sedang mempertimbangkan untuk memberikan persetujuan pengggunaan vaksin Sinopharm.

Diah Saminarsih, penasihat senior direktur jenderal Organisasi  Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), mengatakan skema swasta  harus menunggu sampai persediaan vaksin berlimpah, mengingat keberadaan  vaksin di dunia masih langka.

&quot;Vaksin harus diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan lebih  banyak bantuan,&quot; katanya, daripada &quot;mereka yang memiliki kekuasaan, yang  tidak rentan.&quot;</content:encoded></item></channel></rss>
