<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Defisit Transaksi Berjalan 2020 Turun Jadi USD4,7 Miliar</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat Defisit transaksi berjalan pada 2020 sebesar USD4,7 miliar   (0,4% dari PDB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/19/320/2364765/bi-defisit-transaksi-berjalan-2020-turun-jadi-usd4-7-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/19/320/2364765/bi-defisit-transaksi-berjalan-2020-turun-jadi-usd4-7-miliar"/><item><title>BI: Defisit Transaksi Berjalan 2020 Turun Jadi USD4,7 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/19/320/2364765/bi-defisit-transaksi-berjalan-2020-turun-jadi-usd4-7-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/19/320/2364765/bi-defisit-transaksi-berjalan-2020-turun-jadi-usd4-7-miliar</guid><pubDate>Jum'at 19 Februari 2021 11:58 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/19/320/2364765/bi-defisit-transaksi-berjalan-2020-turun-jadi-usd4-7-miliar-6UAnLJqP9u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/19/320/2364765/bi-defisit-transaksi-berjalan-2020-turun-jadi-usd4-7-miliar-6UAnLJqP9u.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) mencatat Defisit transaksi berjalan pada 2020 sebesar USD4,7 miliar   (0,4% dari PDB). Posisi ini jauh menurun dari defisit transaksi berjalan pada 2019 sebesar USD30,3 miliar dolar AS (2,7% dari PDB).
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan penurunan defisit tersebut sejalan dengan kinerja ekspor yang terbatas akibat melemahnya permintaan dari negara mitra dagang yang terdampak Covid-19, di tengah impor yang juga tertahan akibat permintaan domestik yang belum kuat.
Baca juga: Hati-Hati Netizen, Ini Peringatan BI soal Bikin Candaan Rupiah
&quot;Sementara itu, transaksi modal dan finansial pada 2020 tetap surplus sebesar USD7,9 miliar dolar  sejalan dengan optimisme investor terhadap pemulihan ekonomi domestik yang terjaga dan ketidakpastian di pasar keuangan global yang mereda, terutama pada semester II 2020,&quot; imbuh Erwin di Jakarta, Jumat (19/2/2021).
&amp;nbsp;Baca juga: BI: Bank di New York dan Singapura Adopsi Perubahan Jisdor
Lanjutnya, transaksi modal dan finansial pada triwulan IV 2020 tetap baik, ditopang terutama oleh surplus investasi langsung dan investasi portofolio. Pada triwulan IV 2020, aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi langsung dan investasi portofolio makin meningkat seiring dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan persepsi positif investor terhadap prospek perbaikan ekonomi domestik yang tetap terjaga.
&quot;Surplus investasi langsung mencapai USD4,2 miliar meningkat dari triwulan sebelumnya, terutama dalam bentuk instrumen modal ekuitas,&quot; katanya.Selain itu, investasi portofolio net inflows sebesar USD2,2 miliar  dolar AS, setelah pada triwulan sebelumnya net outflows sebesar USD1,9  miliar.
Perkembangan positif tersebut terutama didorong oleh aliran modal  masuk neto pada Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi Rupiah. Sementara  itu, transaksi investasi lainnya defisit cukup besar akibat peningkatan  pembayaran pinjaman yang jatuh tempo serta penempatan simpanan dan aset  lainnya di luar negeri. Dengan perkembangan tersebut, transaksi modal  dan finansial pada triwulan IV 2020 mencatat defisit rendah sebesar  USD0,9 miliar    (0,3% dari PDB).</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) mencatat Defisit transaksi berjalan pada 2020 sebesar USD4,7 miliar   (0,4% dari PDB). Posisi ini jauh menurun dari defisit transaksi berjalan pada 2019 sebesar USD30,3 miliar dolar AS (2,7% dari PDB).
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan penurunan defisit tersebut sejalan dengan kinerja ekspor yang terbatas akibat melemahnya permintaan dari negara mitra dagang yang terdampak Covid-19, di tengah impor yang juga tertahan akibat permintaan domestik yang belum kuat.
Baca juga: Hati-Hati Netizen, Ini Peringatan BI soal Bikin Candaan Rupiah
&quot;Sementara itu, transaksi modal dan finansial pada 2020 tetap surplus sebesar USD7,9 miliar dolar  sejalan dengan optimisme investor terhadap pemulihan ekonomi domestik yang terjaga dan ketidakpastian di pasar keuangan global yang mereda, terutama pada semester II 2020,&quot; imbuh Erwin di Jakarta, Jumat (19/2/2021).
&amp;nbsp;Baca juga: BI: Bank di New York dan Singapura Adopsi Perubahan Jisdor
Lanjutnya, transaksi modal dan finansial pada triwulan IV 2020 tetap baik, ditopang terutama oleh surplus investasi langsung dan investasi portofolio. Pada triwulan IV 2020, aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi langsung dan investasi portofolio makin meningkat seiring dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan persepsi positif investor terhadap prospek perbaikan ekonomi domestik yang tetap terjaga.
&quot;Surplus investasi langsung mencapai USD4,2 miliar meningkat dari triwulan sebelumnya, terutama dalam bentuk instrumen modal ekuitas,&quot; katanya.Selain itu, investasi portofolio net inflows sebesar USD2,2 miliar  dolar AS, setelah pada triwulan sebelumnya net outflows sebesar USD1,9  miliar.
Perkembangan positif tersebut terutama didorong oleh aliran modal  masuk neto pada Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi Rupiah. Sementara  itu, transaksi investasi lainnya defisit cukup besar akibat peningkatan  pembayaran pinjaman yang jatuh tempo serta penempatan simpanan dan aset  lainnya di luar negeri. Dengan perkembangan tersebut, transaksi modal  dan finansial pada triwulan IV 2020 mencatat defisit rendah sebesar  USD0,9 miliar    (0,3% dari PDB).</content:encoded></item></channel></rss>
