<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wow, Tebal PP Turunan Omnibus Law Cipta Kerja 15 Ribu Halaman Lebih </title><description>Tebal salah satu dari 45 peraturan pemerintah (PP) turunan UU No  11/2020 tentang Cipta Kerja mencapai lebih dari 15 ribu halaman.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/19/320/2364868/wow-tebal-pp-turunan-omnibus-law-cipta-kerja-15-ribu-halaman-lebih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/19/320/2364868/wow-tebal-pp-turunan-omnibus-law-cipta-kerja-15-ribu-halaman-lebih"/><item><title>Wow, Tebal PP Turunan Omnibus Law Cipta Kerja 15 Ribu Halaman Lebih </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/19/320/2364868/wow-tebal-pp-turunan-omnibus-law-cipta-kerja-15-ribu-halaman-lebih</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/19/320/2364868/wow-tebal-pp-turunan-omnibus-law-cipta-kerja-15-ribu-halaman-lebih</guid><pubDate>Jum'at 19 Februari 2021 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Armydian Kuniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/19/320/2364868/wow-tebal-pp-turunan-omnibus-law-cipta-kerja-15-ribu-halaman-lebih-rYdYYlMu9p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perjanjian (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/19/320/2364868/wow-tebal-pp-turunan-omnibus-law-cipta-kerja-15-ribu-halaman-lebih-rYdYYlMu9p.jpg</image><title>Perjanjian (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tebal salah satu dari 45 peraturan pemerintah (PP) turunan UU No 11/2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) mencapai lebih dari 15 ribu halaman. Peraturan pelaksana super tebal ini adalah PP No 5/2021&amp;nbsp;tentang Penyelenggaraan&amp;nbsp;Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

&amp;ldquo;Tadinya tebal PP ini sampai lebih dari 21 ribu halaman. Lalu lampiran-lampiran akhir kami masukkan ke peraturan menteri. Tapi setelah &amp;lsquo;dipotong&amp;rsquo; pun tebal PP ini masih 15 ribu lembar lebih,&amp;rdquo; ungkap Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso kepada MNC Portal Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: UU Cipta Kerja Libatkan Masyarakat dalam Penyusunan Amdal
Menurut dia, PP No 5/2021 tersebut adalah PP paling tebal sepanjang sejarah Indonesia. PP ini&amp;nbsp; luar biasa tebal karena mengandung seluruh perizinan yang ada di semua instansi mulai pusat hingga daerah.

&amp;ldquo;Pokoknya komplet. Mulai dari norma, standar, prosedur hingga kriteria atau NSBK diatur semua. Kalau proses perizinan lambat, (ada yang) bisa otomatis berlaku karena berbasis layanan secara elektronik,&amp;rdquo; katanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pengusaha Sawit Khawatir dengan UU Cipta Kerja, Ada Apa?
Pemerintah resmi mengundangkan 45 PP dan 4 peraturan presiden (perpres) turunan Omnibus Law Cipta Kerja pada Selasa (16/2).&amp;nbsp;UU Cipta Kerja yang ditandatangani Presiden Jokowi pada 2 November 2020 tebalnya hampir 1.200 halaman atau sekitar 8% dari tebal PP No 5/2021, salah satu PP turunannya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tebal salah satu dari 45 peraturan pemerintah (PP) turunan UU No 11/2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) mencapai lebih dari 15 ribu halaman. Peraturan pelaksana super tebal ini adalah PP No 5/2021&amp;nbsp;tentang Penyelenggaraan&amp;nbsp;Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

&amp;ldquo;Tadinya tebal PP ini sampai lebih dari 21 ribu halaman. Lalu lampiran-lampiran akhir kami masukkan ke peraturan menteri. Tapi setelah &amp;lsquo;dipotong&amp;rsquo; pun tebal PP ini masih 15 ribu lembar lebih,&amp;rdquo; ungkap Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso kepada MNC Portal Indonesia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: UU Cipta Kerja Libatkan Masyarakat dalam Penyusunan Amdal
Menurut dia, PP No 5/2021 tersebut adalah PP paling tebal sepanjang sejarah Indonesia. PP ini&amp;nbsp; luar biasa tebal karena mengandung seluruh perizinan yang ada di semua instansi mulai pusat hingga daerah.

&amp;ldquo;Pokoknya komplet. Mulai dari norma, standar, prosedur hingga kriteria atau NSBK diatur semua. Kalau proses perizinan lambat, (ada yang) bisa otomatis berlaku karena berbasis layanan secara elektronik,&amp;rdquo; katanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pengusaha Sawit Khawatir dengan UU Cipta Kerja, Ada Apa?
Pemerintah resmi mengundangkan 45 PP dan 4 peraturan presiden (perpres) turunan Omnibus Law Cipta Kerja pada Selasa (16/2).&amp;nbsp;UU Cipta Kerja yang ditandatangani Presiden Jokowi pada 2 November 2020 tebalnya hampir 1.200 halaman atau sekitar 8% dari tebal PP No 5/2021, salah satu PP turunannya.</content:encoded></item></channel></rss>
