<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menhub Minta Pengusaha Pelabuhan Bantu Pulihkan Ekonomi</title><description>Budi Karya Sumadi mengatakan  para  pelaku di bidang kepelabuhanan diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi nasional.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/20/320/2365416/menhub-minta-pengusaha-pelabuhan-bantu-pulihkan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/20/320/2365416/menhub-minta-pengusaha-pelabuhan-bantu-pulihkan-ekonomi"/><item><title>Menhub Minta Pengusaha Pelabuhan Bantu Pulihkan Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/20/320/2365416/menhub-minta-pengusaha-pelabuhan-bantu-pulihkan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/20/320/2365416/menhub-minta-pengusaha-pelabuhan-bantu-pulihkan-ekonomi</guid><pubDate>Sabtu 20 Februari 2021 15:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/20/320/2365416/menhub-minta-pengusaha-pelabuhan-bantu-pulihkan-ekonomi-i8y7eaGsWF.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/20/320/2365416/menhub-minta-pengusaha-pelabuhan-bantu-pulihkan-ekonomi-i8y7eaGsWF.jpeg</image><title>Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan  para  pelaku di bidang kepelabuhanan diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi nasional.
&quot;Pelabuhan menjadi penggerak perekonomian nasional, karena sebagai titik simpul jaringan transportasi laut dan sebagai pintu gerbang perdagangan. Kami berharap agar ABUPI membantu pemerintah di sektor maritim dengan meningkatkan fasilitas dan pelayanannya sehingga tercipta layanan yang berdaya saing tinggi dan pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian nasional,&quot; kata Budi di Jakarta, Sabtu (20/1/2021).
Baca Juga: 8 Daerah Ini Ajukan Utang ke Sri Mulyani, Ada Bogor hingga Gorontalo
 
Diakuinya, di tahun 2020 di tengah kondisi pandemi Covid-19, kinerja pelabuhan terkena dampak yang cukup tajam. Namun demikian, pemerintah terus berupaya memastikan kegiatan pelabuhan tidak terganggu untuk mendukung pergerakan perekonomian. Oleh karena itu, dirinya mengajak semua stakeholder terkait di sektor maritim untuk tetap optimis dengan melakukan kolaborasi guna mempercepat pemulihan perekonomian nasional.
Budi juga mengajak pihak terkait dan stakeholder pelabuhan untuk bangkit bersama mengejar mimpi memiliki pelabuhan yang berdaya saing bisa terwujud. Hal ini mengingatkan 66% wilayah RI adalah Laut. Oleh karenanya, Pelabuhan memegang peran peting untuk menumbuhkan perekonomian nasional.
Baca Juga: Investasi Serap Banyak Tenaga Kerja, Ekonomi Bisa Pulih 
 
&amp;ldquo;Meski sekarang ini kita masih menghadapi Pandemi Covid 19, namun kita harus tetap optimistis dan mesti ada kolaborasi berbagai kepentingan untuk mewujudkan layanan pelabuhan yang efektif dan transparan guna percepatan perekonomian nasional. Oleh sebab itu, kehadiran asosiasi seperti ABUPI cukup penting untuk memberikan pandangan dan masukan ke pemerintah,&amp;rdquo; katanya.
Di sisi lain, lanjut Budi menegaskan semua pihak harus menjamin pelabuhan yang aman dan efisien, namun anggota ABUPI juga diharapkan dapat meningkatkan terus kompetensinya dalam meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Sementara itu, Ketua Umum ABUPI, Aulia Febrial Fatwa dalam sambutannya menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pandemi Covid-19 yang berdampak serius terhadap kinerja pelabuhan di Indonesia. Memasuki masa pemulihan ekonomi di tahun 2021, sangat tidak mudah dan sangat berat. Karena itu, diperlukan upaya lebih keras.&quot;Upaya pemulihan perekonomian akan melalui proses yang panjang dalam  pemulihan kehidupan masyarakat, peran pelabuhan menjadi sangat penting  dan diperlukan adanya sinergitas di antara pemangku kepentingan,  Kepelabuhanan, Pelayaran, Logistik, dan Pemerintah untuk memastikan  operasional pelabuhan tidak terganggu, agar alur perdagangan berjalan  lancar tetap dapat melayani di masa pandemi Covid 19 mengingat sebagian  besar barang diangkut melalui jalur laut,&quot; katanya.
Febri juga mengaskan kalau ABUPI mendukung program-program pemerintah  di sektor maritim untuk memulihkan dan meningkatkan perekonomian  nasional. Dan dirinya berharap program vaksinasi bisa menjangkau seluruh  masyarakat, sehingga penyebaran Covid-19 bisa berhenti dan perekonomian  nasional dapat bangkit lagi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina ABUPI, Carmelita  Hartoto menjelaskan Presiden Joko Widodo, sejak awal pemerintahannya  memiliki cita-cita besar mengembalikan kejayaan maritim kita.  Perhatiannya terhadap sektor maritim dan logistik sangat tinggi.  Kebijakan beliau bersama jajarannya terhadap sektor maritim ini  sekaligus menunjukkan arah yang positif dalam mengoptimalkan potensi  maritim Tanah Air.
&quot;Studi Organisation for Economic Cooperation and Development/ OECD  menekankan bahwa peranan pelabuhan cukup besar bagi ekonomi nasional.  Pembangunan fasilitas infrastruktur pelabuhan akan berdampak pada  penurunan biaya logistik. Dampak lanjutan dari bertambahnya fasilitas  infrastruktur pelabuhan juga dapat meningkatkan PDB per kapita, dan  penyerapan tenaga kerja,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan  para  pelaku di bidang kepelabuhanan diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi nasional.
&quot;Pelabuhan menjadi penggerak perekonomian nasional, karena sebagai titik simpul jaringan transportasi laut dan sebagai pintu gerbang perdagangan. Kami berharap agar ABUPI membantu pemerintah di sektor maritim dengan meningkatkan fasilitas dan pelayanannya sehingga tercipta layanan yang berdaya saing tinggi dan pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian nasional,&quot; kata Budi di Jakarta, Sabtu (20/1/2021).
Baca Juga: 8 Daerah Ini Ajukan Utang ke Sri Mulyani, Ada Bogor hingga Gorontalo
 
Diakuinya, di tahun 2020 di tengah kondisi pandemi Covid-19, kinerja pelabuhan terkena dampak yang cukup tajam. Namun demikian, pemerintah terus berupaya memastikan kegiatan pelabuhan tidak terganggu untuk mendukung pergerakan perekonomian. Oleh karena itu, dirinya mengajak semua stakeholder terkait di sektor maritim untuk tetap optimis dengan melakukan kolaborasi guna mempercepat pemulihan perekonomian nasional.
Budi juga mengajak pihak terkait dan stakeholder pelabuhan untuk bangkit bersama mengejar mimpi memiliki pelabuhan yang berdaya saing bisa terwujud. Hal ini mengingatkan 66% wilayah RI adalah Laut. Oleh karenanya, Pelabuhan memegang peran peting untuk menumbuhkan perekonomian nasional.
Baca Juga: Investasi Serap Banyak Tenaga Kerja, Ekonomi Bisa Pulih 
 
&amp;ldquo;Meski sekarang ini kita masih menghadapi Pandemi Covid 19, namun kita harus tetap optimistis dan mesti ada kolaborasi berbagai kepentingan untuk mewujudkan layanan pelabuhan yang efektif dan transparan guna percepatan perekonomian nasional. Oleh sebab itu, kehadiran asosiasi seperti ABUPI cukup penting untuk memberikan pandangan dan masukan ke pemerintah,&amp;rdquo; katanya.
Di sisi lain, lanjut Budi menegaskan semua pihak harus menjamin pelabuhan yang aman dan efisien, namun anggota ABUPI juga diharapkan dapat meningkatkan terus kompetensinya dalam meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Sementara itu, Ketua Umum ABUPI, Aulia Febrial Fatwa dalam sambutannya menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi pandemi Covid-19 yang berdampak serius terhadap kinerja pelabuhan di Indonesia. Memasuki masa pemulihan ekonomi di tahun 2021, sangat tidak mudah dan sangat berat. Karena itu, diperlukan upaya lebih keras.&quot;Upaya pemulihan perekonomian akan melalui proses yang panjang dalam  pemulihan kehidupan masyarakat, peran pelabuhan menjadi sangat penting  dan diperlukan adanya sinergitas di antara pemangku kepentingan,  Kepelabuhanan, Pelayaran, Logistik, dan Pemerintah untuk memastikan  operasional pelabuhan tidak terganggu, agar alur perdagangan berjalan  lancar tetap dapat melayani di masa pandemi Covid 19 mengingat sebagian  besar barang diangkut melalui jalur laut,&quot; katanya.
Febri juga mengaskan kalau ABUPI mendukung program-program pemerintah  di sektor maritim untuk memulihkan dan meningkatkan perekonomian  nasional. Dan dirinya berharap program vaksinasi bisa menjangkau seluruh  masyarakat, sehingga penyebaran Covid-19 bisa berhenti dan perekonomian  nasional dapat bangkit lagi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina ABUPI, Carmelita  Hartoto menjelaskan Presiden Joko Widodo, sejak awal pemerintahannya  memiliki cita-cita besar mengembalikan kejayaan maritim kita.  Perhatiannya terhadap sektor maritim dan logistik sangat tinggi.  Kebijakan beliau bersama jajarannya terhadap sektor maritim ini  sekaligus menunjukkan arah yang positif dalam mengoptimalkan potensi  maritim Tanah Air.
&quot;Studi Organisation for Economic Cooperation and Development/ OECD  menekankan bahwa peranan pelabuhan cukup besar bagi ekonomi nasional.  Pembangunan fasilitas infrastruktur pelabuhan akan berdampak pada  penurunan biaya logistik. Dampak lanjutan dari bertambahnya fasilitas  infrastruktur pelabuhan juga dapat meningkatkan PDB per kapita, dan  penyerapan tenaga kerja,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
