<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rumah Bocor dan Bingung Cara Anggarkan Dananya, Coba Intip 2 Tips Berikut</title><description>Memasuki musim penghujan, permasalahan umum yang terjadi pada rumah adalah atap yang bocor dan kotornya dinding rumah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/20/470/2364969/rumah-bocor-dan-bingung-cara-anggarkan-dananya-coba-intip-2-tips-berikut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/20/470/2364969/rumah-bocor-dan-bingung-cara-anggarkan-dananya-coba-intip-2-tips-berikut"/><item><title>Rumah Bocor dan Bingung Cara Anggarkan Dananya, Coba Intip 2 Tips Berikut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/20/470/2364969/rumah-bocor-dan-bingung-cara-anggarkan-dananya-coba-intip-2-tips-berikut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/20/470/2364969/rumah-bocor-dan-bingung-cara-anggarkan-dananya-coba-intip-2-tips-berikut</guid><pubDate>Sabtu 20 Februari 2021 17:20 WIB</pubDate><dc:creator>Reza Andrafirdaus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/19/470/2364969/rumah-bocor-dan-bingung-cara-anggarkan-dananya-coba-intip-2-tips-berikut-DgtNvfjuHB.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/19/470/2364969/rumah-bocor-dan-bingung-cara-anggarkan-dananya-coba-intip-2-tips-berikut-DgtNvfjuHB.jpeg</image><title>Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Memasuki musim hujan, permasalahan umum yang terjadi pada rumah adalah atap yang bocor dan kotornya dinding rumah. Kejadian itu terkadang memaksa seseorang melakukan renovasi di luar dugaannya.
Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan, jika terpaksa melakukan renovasi pada rumah, lebih baik bersabar dan menunggu musim hujan itu berlalu. Kemudian, ada dua hal yang perlu diperhatikan supaya keuangan bisa tetap terjaga dengan baik.
&amp;ldquo;Dalam menunggu selesainya musim hujan, ada banget kesempatan untuk mengumpulkan atau membuat anggaran renovasi rumah,&amp;rdquo; jelasnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (20/2/2021).
Baca Juga: 5 Pilihan Investasi bagi Milenial
 
Untuk mengumpulkan penganggaran tersebut, menurut Safir, ada dua hal yang bisa dilakukan seseorang supaya tujuan yang ingin dicapai bisa terlaksana. Berikut dua caranya.
1.       Ketahui Renovasi Apa yang Diperlukan
Pertama, seseorang perlu mengetahui terlebih dahulu renovasi seperti apa yang diperlukannya karena ada dua jenis renovasi rumah, yaitu renovasi terkait penampilan rumah dan renovasi terkait perbaikan rumah.
&amp;ldquo;Kita mesti tahu terlebih dahulu renovasi apa yang diperlukan. Jenis renovasi itu ada dua, pertama ada yang sifatnya penampilan dan kedua perbaikan. Kalau sifatnya penampilan, sebenarnya rumah tidak ada masalah serius, tetapi diubah karena ingin tampil lebih bagus,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca Juga: Tips Lunasi Utang Kartu Kredit
 
Kemudian, lanjut Safir, jika renovasi dilakukan terkait perbaikan berarti seseorang akan melakukan suatu perbaikan dari masalah yang terjadi. Seharusnya, jika perbaikan terkait kebocoran atap, harga yang dikeluarkan tidak banyak atau tidak mahal.
&amp;ldquo;Seharusnya kalo perbaikan Cuma yang bocor-bocor saja nutupinnya tidak mahal, cuma yang repot itu adalah kalau renovasi penampilan karena akan mengeluarkan biaya yang mahal. Kalau Cuma perbaikan, dari penghasilannya sekali saja sudah bisa menutupi keperluan dana yang dibutuhkan,&amp;rdquo; jelasnya.2.       Sisihkan Dana dari Penghasilan
Sisihkan dana dari penghasilan bulanan yang dimiliki. Untuk idealnya,  Safir menjelaskan bahwa tidak ada aturan terkait hal tersebut karena  itu tergantung dari jumlah penghasilan seseorang.
&amp;ldquo;Tidak ada aturannya sih karena tergantung penghasilannya berapa.  Tapi kalau saya bilang begini, kalau kita menganggarkan sesuatu, tenang  saja karena menganggarkan itu ujung-ujungnya dana tidak akan digunakan  semua. Jadi, sebetulnya menyisihkan yang 5%-10% dari penghasilan sebulan  itu tidak apa-apa,&amp;rdquo; tutur Safir.
Dia menambahkan, intinya seseorang harus ingat karena cuma terkait  penganggaran, saat mulai membayar keperluan renovasi tersebut uang tidak  akan terpakai semuanya. Jadi, sebenarnya menyisihkan banyak pun tidak  ada masalah karena itu masih kegiatan menyisihkan dan belum dipakai  untuk membayar keperluan renovasi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Memasuki musim hujan, permasalahan umum yang terjadi pada rumah adalah atap yang bocor dan kotornya dinding rumah. Kejadian itu terkadang memaksa seseorang melakukan renovasi di luar dugaannya.
Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan, jika terpaksa melakukan renovasi pada rumah, lebih baik bersabar dan menunggu musim hujan itu berlalu. Kemudian, ada dua hal yang perlu diperhatikan supaya keuangan bisa tetap terjaga dengan baik.
&amp;ldquo;Dalam menunggu selesainya musim hujan, ada banget kesempatan untuk mengumpulkan atau membuat anggaran renovasi rumah,&amp;rdquo; jelasnya saat dihubungi Okezone, Sabtu (20/2/2021).
Baca Juga: 5 Pilihan Investasi bagi Milenial
 
Untuk mengumpulkan penganggaran tersebut, menurut Safir, ada dua hal yang bisa dilakukan seseorang supaya tujuan yang ingin dicapai bisa terlaksana. Berikut dua caranya.
1.       Ketahui Renovasi Apa yang Diperlukan
Pertama, seseorang perlu mengetahui terlebih dahulu renovasi seperti apa yang diperlukannya karena ada dua jenis renovasi rumah, yaitu renovasi terkait penampilan rumah dan renovasi terkait perbaikan rumah.
&amp;ldquo;Kita mesti tahu terlebih dahulu renovasi apa yang diperlukan. Jenis renovasi itu ada dua, pertama ada yang sifatnya penampilan dan kedua perbaikan. Kalau sifatnya penampilan, sebenarnya rumah tidak ada masalah serius, tetapi diubah karena ingin tampil lebih bagus,&amp;rdquo; ungkapnya.
Baca Juga: Tips Lunasi Utang Kartu Kredit
 
Kemudian, lanjut Safir, jika renovasi dilakukan terkait perbaikan berarti seseorang akan melakukan suatu perbaikan dari masalah yang terjadi. Seharusnya, jika perbaikan terkait kebocoran atap, harga yang dikeluarkan tidak banyak atau tidak mahal.
&amp;ldquo;Seharusnya kalo perbaikan Cuma yang bocor-bocor saja nutupinnya tidak mahal, cuma yang repot itu adalah kalau renovasi penampilan karena akan mengeluarkan biaya yang mahal. Kalau Cuma perbaikan, dari penghasilannya sekali saja sudah bisa menutupi keperluan dana yang dibutuhkan,&amp;rdquo; jelasnya.2.       Sisihkan Dana dari Penghasilan
Sisihkan dana dari penghasilan bulanan yang dimiliki. Untuk idealnya,  Safir menjelaskan bahwa tidak ada aturan terkait hal tersebut karena  itu tergantung dari jumlah penghasilan seseorang.
&amp;ldquo;Tidak ada aturannya sih karena tergantung penghasilannya berapa.  Tapi kalau saya bilang begini, kalau kita menganggarkan sesuatu, tenang  saja karena menganggarkan itu ujung-ujungnya dana tidak akan digunakan  semua. Jadi, sebetulnya menyisihkan yang 5%-10% dari penghasilan sebulan  itu tidak apa-apa,&amp;rdquo; tutur Safir.
Dia menambahkan, intinya seseorang harus ingat karena cuma terkait  penganggaran, saat mulai membayar keperluan renovasi tersebut uang tidak  akan terpakai semuanya. Jadi, sebenarnya menyisihkan banyak pun tidak  ada masalah karena itu masih kegiatan menyisihkan dan belum dipakai  untuk membayar keperluan renovasi.</content:encoded></item></channel></rss>
