<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lunasi Akuisisi Tanah Softex, Gajah Tunggal Siapkan Capex Rp560 Miliar</title><description>Tahun ini PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mengalokasikan belanja modal USD30 - 40 juta atau Rp420 miliar-Rp560 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/22/278/2366228/lunasi-akuisisi-tanah-softex-gajah-tunggal-siapkan-capex-rp560-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/22/278/2366228/lunasi-akuisisi-tanah-softex-gajah-tunggal-siapkan-capex-rp560-miliar"/><item><title>Lunasi Akuisisi Tanah Softex, Gajah Tunggal Siapkan Capex Rp560 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/22/278/2366228/lunasi-akuisisi-tanah-softex-gajah-tunggal-siapkan-capex-rp560-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/22/278/2366228/lunasi-akuisisi-tanah-softex-gajah-tunggal-siapkan-capex-rp560-miliar</guid><pubDate>Senin 22 Februari 2021 14:06 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/22/278/2366228/lunasi-akuisisi-tanah-softex-gajah-tunggal-siapkan-capex-rp560-miliar-zcpLBKcdvK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi lahan (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/22/278/2366228/lunasi-akuisisi-tanah-softex-gajah-tunggal-siapkan-capex-rp560-miliar-zcpLBKcdvK.jpg</image><title>Ilustrasi lahan (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Danai pengembangan bisnis, tahun ini PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) USD30 - 40 juta atau Rp420 miliar-Rp560 miliar. Nantinya, belanja modal tersebut akan difokuskan untuk perawatan dan peremajaan mesin-mesin serta alat berat.

Selain itu, capex juga akan digunakan untuk pelunasan akuisisi tanah PT Softex Indonesia. Informasi tersebut disampaikan perseroan mengutip Neraca.
 
Baca juga:&amp;nbsp; Lunasi Utang, Gajah Tunggal Bakal Terbitkan Global Bond Rp4,02 Triliun
Perseroan pada tahun ini juga akan melakukan efisiensi terhadap bisnisnya. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya produksi dan tetap mengembangkan penjualan di pasar domestik maupun ekspor seiring membaiknya kondisi perekonomian Indonesia dan global.

Seiring membaiknya perekonomian secara keseluruhan, industri ban juga akan ikut membaik. Perseroan pun berharap penjualan akan pulih ke level yang sama seperti pada tahun 2019.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gajah Tunggal Minta Restu Pemegang Saham untuk Tata Ulang Surat Utang
Perseroan memproyeksikan penjualan tahun ini meningkat dibandingkan dengan penjualan tahun 2020 seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi. Hingga kuartal III-2020, perseroan membukukan penjualan bersih Rp9,61 triliun, mengalami penurunan 19,44% dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp11,93 triliun.Sementara beban pokok penjualan diperoleh sejumlah Rp 7,83 triliun, turun 21,38% dari kuartal III-2019 sebesar Rp 9,96 trilun.

Kemudian kaba kotor perseroan juga mengalami penurunan 9,64% menjadi  Rp 1,78 triliun dibandingkan perolehan kuartal III-2019 yang tercatat  sebesar Rp 1,97 triliun. Rugi Sebelum pajak diperoleh sebesar Rp 90,19  miliar dari laba sebelum pajak periode sama tahun lalu Rp 145,91 miliar.

Rugi yang dapat diatribusikan pemilik entitas induk tercatat sebanyak  Rp 104,59 miliar dari sebelumnya memperoleh laba sebesar Rp 139,53  miliar.

Sebelumnya, Gajah Tunggal berencana menerbitkan surat utang global  (global bond) maksimal USD270 juta, yang ditargetkan jatuh tempo pada  2026. Aksi ini merupakan upaya perseroan untuk membiayai kembali  (refinancing) senior secured notes USD250 juta yang jatuh tempo pada 10  Agustus 2022. Kepastian mengenai suku bunga akan ditentukan saat  bookbuilding penerbitan surat utang baru. Perseroan akan  mempertimbangkan tingkat suku bunga yang berlaku di pasar.

Rencana ini juga wajib melewati persetujuan pemegang saham lantaran  termasuk transaksi material. Nilai penebitan surat utang baru yang  setara Rp 4,02 triliun ini mencerminkan 64,82% dari ekuitas perseroan  per 30 September 2020.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Danai pengembangan bisnis, tahun ini PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) USD30 - 40 juta atau Rp420 miliar-Rp560 miliar. Nantinya, belanja modal tersebut akan difokuskan untuk perawatan dan peremajaan mesin-mesin serta alat berat.

Selain itu, capex juga akan digunakan untuk pelunasan akuisisi tanah PT Softex Indonesia. Informasi tersebut disampaikan perseroan mengutip Neraca.
 
Baca juga:&amp;nbsp; Lunasi Utang, Gajah Tunggal Bakal Terbitkan Global Bond Rp4,02 Triliun
Perseroan pada tahun ini juga akan melakukan efisiensi terhadap bisnisnya. Hal ini dilakukan untuk menekan biaya produksi dan tetap mengembangkan penjualan di pasar domestik maupun ekspor seiring membaiknya kondisi perekonomian Indonesia dan global.

Seiring membaiknya perekonomian secara keseluruhan, industri ban juga akan ikut membaik. Perseroan pun berharap penjualan akan pulih ke level yang sama seperti pada tahun 2019.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gajah Tunggal Minta Restu Pemegang Saham untuk Tata Ulang Surat Utang
Perseroan memproyeksikan penjualan tahun ini meningkat dibandingkan dengan penjualan tahun 2020 seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi. Hingga kuartal III-2020, perseroan membukukan penjualan bersih Rp9,61 triliun, mengalami penurunan 19,44% dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp11,93 triliun.Sementara beban pokok penjualan diperoleh sejumlah Rp 7,83 triliun, turun 21,38% dari kuartal III-2019 sebesar Rp 9,96 trilun.

Kemudian kaba kotor perseroan juga mengalami penurunan 9,64% menjadi  Rp 1,78 triliun dibandingkan perolehan kuartal III-2019 yang tercatat  sebesar Rp 1,97 triliun. Rugi Sebelum pajak diperoleh sebesar Rp 90,19  miliar dari laba sebelum pajak periode sama tahun lalu Rp 145,91 miliar.

Rugi yang dapat diatribusikan pemilik entitas induk tercatat sebanyak  Rp 104,59 miliar dari sebelumnya memperoleh laba sebesar Rp 139,53  miliar.

Sebelumnya, Gajah Tunggal berencana menerbitkan surat utang global  (global bond) maksimal USD270 juta, yang ditargetkan jatuh tempo pada  2026. Aksi ini merupakan upaya perseroan untuk membiayai kembali  (refinancing) senior secured notes USD250 juta yang jatuh tempo pada 10  Agustus 2022. Kepastian mengenai suku bunga akan ditentukan saat  bookbuilding penerbitan surat utang baru. Perseroan akan  mempertimbangkan tingkat suku bunga yang berlaku di pasar.

Rencana ini juga wajib melewati persetujuan pemegang saham lantaran  termasuk transaksi material. Nilai penebitan surat utang baru yang  setara Rp 4,02 triliun ini mencerminkan 64,82% dari ekuitas perseroan  per 30 September 2020.</content:encoded></item></channel></rss>
