<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tesla Pilih Investasi di India, Indonesia Tak Usah Berkecil Hati</title><description>Perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla Inc memilih India untuk membangun pabrik mobil listrik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/22/320/2366218/tesla-pilih-investasi-di-india-indonesia-tak-usah-berkecil-hati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/22/320/2366218/tesla-pilih-investasi-di-india-indonesia-tak-usah-berkecil-hati"/><item><title>Tesla Pilih Investasi di India, Indonesia Tak Usah Berkecil Hati</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/22/320/2366218/tesla-pilih-investasi-di-india-indonesia-tak-usah-berkecil-hati</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/22/320/2366218/tesla-pilih-investasi-di-india-indonesia-tak-usah-berkecil-hati</guid><pubDate>Senin 22 Februari 2021 13:57 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/22/320/2366218/tesla-pilih-investasi-di-india-indonesia-tak-usah-berkecil-hati-ckVc23rmRq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Baterai Mobil Listrik (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/22/320/2366218/tesla-pilih-investasi-di-india-indonesia-tak-usah-berkecil-hati-ckVc23rmRq.jpg</image><title>Baterai Mobil Listrik (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla Inc memilih India untuk membangun pabrik mobil listrik.

Menanggapi hal tersebut, Analis PT Pefindo Martin Pandiangan mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya yang relatif besar dan juga implementasi dari penerapan regulasi yang cenderung efektif. Indonesia memiliki cadangan nikel sekitar 52% dari cadangan dunia yang dipastikan akan memainkan peran penting dalam industri nikel global termasuk dalam hal untuk baterai kendaraan listrik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tesla Bangun Pabrik Mobil Listrik di India, RI Bisa Cari Investor Lain
Hal ini dinilai akan menarik investasi lain terhadap calon-calon mitra yang akan mengembangkan pabriknya di Indonesia.

&quot;Melihat hal ini sebenarnya masih banyak peluang untuk Indonesia bisa mendapatkan mitra-mitra strategis lainnya,&quot; ujarnya pada Market Review IDX Channel, Senin (22/2/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tesla Bangun Pabrik di India, Pupus Sudah Harapan Indonesia
Menurut dia, untuk membentuk suatu ekosistem baterai listrik di Indonesia memerlukan waktu yang sangat panjang dan tidak bisa diimplementasikan dalam waktu cepat.Di sisi lain, permintaan terhadap stainless steel saat ini meningkat  seiring dengan pemulihan ekonomi global khususnya untuk di China. &quot;Jadi  terlihat juga dari segi harga komoditas nikel yang cenderung pulih dalam  beberapa bulan terakhir. Ini didorong dari permintaan stainless steel  dari China yang mulai membaik,&quot; ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter  Abdullah juga mengatakan bahwa Indonesia mempunyai potensi besar untuk  menjadi produsen kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).  Potensi tersebut telah dilirik oleh banyak investor asing maupun dalam  negeri.

Langkah penting selanjutnya adalah merancang bentuk kerja sama agar  pemanfaatan sumber daya yang ada bisa lebih optimal. Di samping itu,  konsistensi kebijakan pemerintah juga diperlukan agar pengembangan  kendaraan listrik di Tanah Air berhasil.

&quot;Tesla bukanlah satu-satunya leader dalam pengembangan kendaraan  listrik. Untuk itu, Indonesia tidak boleh berfokus pada satu pihak  saja,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla Inc memilih India untuk membangun pabrik mobil listrik.

Menanggapi hal tersebut, Analis PT Pefindo Martin Pandiangan mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya yang relatif besar dan juga implementasi dari penerapan regulasi yang cenderung efektif. Indonesia memiliki cadangan nikel sekitar 52% dari cadangan dunia yang dipastikan akan memainkan peran penting dalam industri nikel global termasuk dalam hal untuk baterai kendaraan listrik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tesla Bangun Pabrik Mobil Listrik di India, RI Bisa Cari Investor Lain
Hal ini dinilai akan menarik investasi lain terhadap calon-calon mitra yang akan mengembangkan pabriknya di Indonesia.

&quot;Melihat hal ini sebenarnya masih banyak peluang untuk Indonesia bisa mendapatkan mitra-mitra strategis lainnya,&quot; ujarnya pada Market Review IDX Channel, Senin (22/2/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tesla Bangun Pabrik di India, Pupus Sudah Harapan Indonesia
Menurut dia, untuk membentuk suatu ekosistem baterai listrik di Indonesia memerlukan waktu yang sangat panjang dan tidak bisa diimplementasikan dalam waktu cepat.Di sisi lain, permintaan terhadap stainless steel saat ini meningkat  seiring dengan pemulihan ekonomi global khususnya untuk di China. &quot;Jadi  terlihat juga dari segi harga komoditas nikel yang cenderung pulih dalam  beberapa bulan terakhir. Ini didorong dari permintaan stainless steel  dari China yang mulai membaik,&quot; ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter  Abdullah juga mengatakan bahwa Indonesia mempunyai potensi besar untuk  menjadi produsen kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).  Potensi tersebut telah dilirik oleh banyak investor asing maupun dalam  negeri.

Langkah penting selanjutnya adalah merancang bentuk kerja sama agar  pemanfaatan sumber daya yang ada bisa lebih optimal. Di samping itu,  konsistensi kebijakan pemerintah juga diperlukan agar pengembangan  kendaraan listrik di Tanah Air berhasil.

&quot;Tesla bukanlah satu-satunya leader dalam pengembangan kendaraan  listrik. Untuk itu, Indonesia tidak boleh berfokus pada satu pihak  saja,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
