<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Ditutup Menguat tapi Dinilai Lesu, Kenapa?</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih bergerak  lesu pada hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/23/278/2367063/ihsg-ditutup-menguat-tapi-dinilai-lesu-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/23/278/2367063/ihsg-ditutup-menguat-tapi-dinilai-lesu-kenapa"/><item><title>IHSG Ditutup Menguat tapi Dinilai Lesu, Kenapa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/23/278/2367063/ihsg-ditutup-menguat-tapi-dinilai-lesu-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/23/278/2367063/ihsg-ditutup-menguat-tapi-dinilai-lesu-kenapa</guid><pubDate>Selasa 23 Februari 2021 18:09 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/23/278/2367063/ihsg-ditutup-menguat-tapi-dinilai-lesu-kenapa-8O86dibWdI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/23/278/2367063/ihsg-ditutup-menguat-tapi-dinilai-lesu-kenapa-8O86dibWdI.jpg</image><title>saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih bergerak  lesu pada hari ini. Meskipun, pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG  ditutup naik 17,5 poin atau 0,3% ke 6.272,81 atau 6.273.
Head of Research Creative Trading System Argha Jonathan Karo Karo  mengatakan, dalam dua tiga minggu terakhir memang kinerja IHSG cenderung  lesu. Hal ini dikarenakan para investor asing yang tak lagi  berinvestasi lagi untuk jumlah besar.
Baca juga: IHSG Ditutup Menguat, Ada Apa dengan Sektor Pertambangan?
&amp;ldquo;Memang kita ketahui IHSG cenderung bergerak lesu. Dua tiga minggu  terakhir. Hal ini motor utamanya karena investor asing enggak masuk lagi  dalam jumlah besar. Beberapa minggu terakhir ini,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara  2nd Session Closing IDX Channel, Selasa (23/2/2021).
Menurut Argha, jumlah investasi asing yang masuk cenderung kecil ini  memberikan sentimen yang sangat besar bagi IHSG. Karena menurutnya,  salah satu syarat agar IHSG bisa naik adalah investor asing memborong  saham dari investor lokal.
Baca juga: IHSG Berpeluang Kembali Melemah, Saham-Saham Ini Bisa Jadi Rekomendasi
&amp;ldquo;Itu tentunya sentimen terbesar karena untuk IHSG bisa naik ya  syaratnya cuma satu asing beli banyak barang saham investor lokal. Cuma  karena itu enggak jadi kenyataan cenderung lesu,&amp;rdquo; kata Argha.
Argha menjelaskan, sebenarnya investor asing dalam beberapa hari  terakhir ini sudah pelan-pelan melakukan aksi beli meskipun jumlahnya  masih relatif kecil. Namun hal tersebut memberikan harapan sedikit lewat  aksi kumulasi pelan-pelan yang dilakukan tersebut.&amp;ldquo;Cuma kalau kita melihat 4 hari terakhir asing pelan-pelan terus net  buy. Harapan kita ini tentunya aksi kumulasi pelan-pelan dari sektor  lokal baru ketika dia cukup confident barangnya cukup banyak baru mereka  naikan baru mereka jual ke lokal dengan harga tinggi. Jadi ketika  mereka naikan itu lah IHSG bisa tembus ke level sampai 6.300,&amp;rdquo; jelasnya.
Sebagai informasi, pada akhir perdagangan, Selasa (23/2/2021),  terdapat 255 saham menguat, 286 saham melemah dan 166 saham stagnan.  Transaksi perdagangan mencapai Rp8,18 triliun dari 10,16 miliar lembar  saham yang diperdagangkan.
Indeks LQ45 naik 8 poin atau 0,84% ke 959,21, indeks JII naik 8,5  poin atau 1,35% ke 638, indeks IDX30 5,1 poin atau 1,01% ke 510,29 dan  indeks MNC36 naik 2,2 poin atau 0,68% ke Rp324,48.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih bergerak  lesu pada hari ini. Meskipun, pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG  ditutup naik 17,5 poin atau 0,3% ke 6.272,81 atau 6.273.
Head of Research Creative Trading System Argha Jonathan Karo Karo  mengatakan, dalam dua tiga minggu terakhir memang kinerja IHSG cenderung  lesu. Hal ini dikarenakan para investor asing yang tak lagi  berinvestasi lagi untuk jumlah besar.
Baca juga: IHSG Ditutup Menguat, Ada Apa dengan Sektor Pertambangan?
&amp;ldquo;Memang kita ketahui IHSG cenderung bergerak lesu. Dua tiga minggu  terakhir. Hal ini motor utamanya karena investor asing enggak masuk lagi  dalam jumlah besar. Beberapa minggu terakhir ini,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara  2nd Session Closing IDX Channel, Selasa (23/2/2021).
Menurut Argha, jumlah investasi asing yang masuk cenderung kecil ini  memberikan sentimen yang sangat besar bagi IHSG. Karena menurutnya,  salah satu syarat agar IHSG bisa naik adalah investor asing memborong  saham dari investor lokal.
Baca juga: IHSG Berpeluang Kembali Melemah, Saham-Saham Ini Bisa Jadi Rekomendasi
&amp;ldquo;Itu tentunya sentimen terbesar karena untuk IHSG bisa naik ya  syaratnya cuma satu asing beli banyak barang saham investor lokal. Cuma  karena itu enggak jadi kenyataan cenderung lesu,&amp;rdquo; kata Argha.
Argha menjelaskan, sebenarnya investor asing dalam beberapa hari  terakhir ini sudah pelan-pelan melakukan aksi beli meskipun jumlahnya  masih relatif kecil. Namun hal tersebut memberikan harapan sedikit lewat  aksi kumulasi pelan-pelan yang dilakukan tersebut.&amp;ldquo;Cuma kalau kita melihat 4 hari terakhir asing pelan-pelan terus net  buy. Harapan kita ini tentunya aksi kumulasi pelan-pelan dari sektor  lokal baru ketika dia cukup confident barangnya cukup banyak baru mereka  naikan baru mereka jual ke lokal dengan harga tinggi. Jadi ketika  mereka naikan itu lah IHSG bisa tembus ke level sampai 6.300,&amp;rdquo; jelasnya.
Sebagai informasi, pada akhir perdagangan, Selasa (23/2/2021),  terdapat 255 saham menguat, 286 saham melemah dan 166 saham stagnan.  Transaksi perdagangan mencapai Rp8,18 triliun dari 10,16 miliar lembar  saham yang diperdagangkan.
Indeks LQ45 naik 8 poin atau 0,84% ke 959,21, indeks JII naik 8,5  poin atau 1,35% ke 638, indeks IDX30 5,1 poin atau 1,01% ke 510,29 dan  indeks MNC36 naik 2,2 poin atau 0,68% ke Rp324,48.</content:encoded></item></channel></rss>
