<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tesla Bangun Pabrik Mobil Listrik di India, Ini Tanggapan Erick Thohir</title><description>Kabar perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla Inc,  memilih India daripada Indonesia untuk membangun pabrik mobil listrik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/23/320/2366836/tesla-bangun-pabrik-mobil-listrik-di-india-ini-tanggapan-erick-thohir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/23/320/2366836/tesla-bangun-pabrik-mobil-listrik-di-india-ini-tanggapan-erick-thohir"/><item><title>Tesla Bangun Pabrik Mobil Listrik di India, Ini Tanggapan Erick Thohir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/23/320/2366836/tesla-bangun-pabrik-mobil-listrik-di-india-ini-tanggapan-erick-thohir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/23/320/2366836/tesla-bangun-pabrik-mobil-listrik-di-india-ini-tanggapan-erick-thohir</guid><pubDate>Selasa 23 Februari 2021 13:22 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/23/320/2366836/tesla-bangun-pabrik-mobil-listrik-di-india-ini-tanggapan-erick-thohir-jdeBcTTmbO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/23/320/2366836/tesla-bangun-pabrik-mobil-listrik-di-india-ini-tanggapan-erick-thohir-jdeBcTTmbO.jpg</image><title>Mobil (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kabar perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla Inc, memilih India daripada Indonesia untuk membangun pabrik mobil listrik. Kabar itu ditepis Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Erick menegaskan, pemerintah masih tengah melakukan negosiasi dan diskusi dengan Tesla dan sejumlah perusahaan besar lain, baik dari Jepang dan AS untuk bergabung dalam ekosistem pabrik  kendaraan listrik (EV battery) milik Indonesia. Proyek strategi itu tengah digenjot saat ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tesla Pilih Investasi di India, Indonesia Tak Usah Berkecil Hati
&quot;Kita terus mengadakan pembicaraan dengan beberapa perusahaan besar lainnya dari Jepang, Amerika termasuk yang sering dibicarakan di publik yaitu Tesla,&quot; ujar Erick dalam gelaran virtual The Indonesia 2021 Summit, The Future is Now, Leading in The Era of Disruptions, Selasa (23/2/2021).

Kabar itu pun sudah ditanggapi pemerintah sebelumnya, melalui Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Septian Hario Seto menyebut, meski tidak secara spesifik menyampaikan sikap Tesla, namun dia mengutarakan bahwa saat ini masih ada perjanjian. Dimana, perjanjian iti tidak boleh diungkapkan ke publik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tesla Bangun Pabrik Mobil Listrik di India, RI Bisa Cari Investor Lain
&quot;Maaf, saya ada non-disclosure agreement (perjanjian tidak boleh diungkapkan ke publik). Tidak bisa disclose (ungkapkan) apa-apa,&quot; ujarnya kepada MNC Portal Indonesia.Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi  sendiri pun  sudah menerima proposal rencana investasi dari perusahaan mobil listrik  asal Amerika Serikat itu.

Saat ini, Indonesia sudah membuat kesepakatan perjanjian kerja sama  dengan produsen global lainnya untuk EV battery di Indonesia. Misalnya  dalam penandatanganan perjanjian antara konsorsium BUMN di bawah PT  Pertamina, PT PLN dan MIND ID sebagai holding company pertambangan  dengan CATL dan LG Chem.

Erick meyakini dengan penggarapan EV battery akan menjadi pondasi dan  mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang ke depan.

&quot;Nah hal-hal ini tentu tidak lain Indonesia tumbuh dengan program  yang jelas seperti EV battery ini bisa juga menjadi pondasi daripada  pertumbuhan Indonesia, tidak hanya untuk satu tahun tapi 20 tahun yang  akan datang berdasarkan kekuatan sumber daya alam Indonesia,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kabar perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla Inc, memilih India daripada Indonesia untuk membangun pabrik mobil listrik. Kabar itu ditepis Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Erick menegaskan, pemerintah masih tengah melakukan negosiasi dan diskusi dengan Tesla dan sejumlah perusahaan besar lain, baik dari Jepang dan AS untuk bergabung dalam ekosistem pabrik  kendaraan listrik (EV battery) milik Indonesia. Proyek strategi itu tengah digenjot saat ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tesla Pilih Investasi di India, Indonesia Tak Usah Berkecil Hati
&quot;Kita terus mengadakan pembicaraan dengan beberapa perusahaan besar lainnya dari Jepang, Amerika termasuk yang sering dibicarakan di publik yaitu Tesla,&quot; ujar Erick dalam gelaran virtual The Indonesia 2021 Summit, The Future is Now, Leading in The Era of Disruptions, Selasa (23/2/2021).

Kabar itu pun sudah ditanggapi pemerintah sebelumnya, melalui Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Septian Hario Seto menyebut, meski tidak secara spesifik menyampaikan sikap Tesla, namun dia mengutarakan bahwa saat ini masih ada perjanjian. Dimana, perjanjian iti tidak boleh diungkapkan ke publik.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tesla Bangun Pabrik Mobil Listrik di India, RI Bisa Cari Investor Lain
&quot;Maaf, saya ada non-disclosure agreement (perjanjian tidak boleh diungkapkan ke publik). Tidak bisa disclose (ungkapkan) apa-apa,&quot; ujarnya kepada MNC Portal Indonesia.Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi  sendiri pun  sudah menerima proposal rencana investasi dari perusahaan mobil listrik  asal Amerika Serikat itu.

Saat ini, Indonesia sudah membuat kesepakatan perjanjian kerja sama  dengan produsen global lainnya untuk EV battery di Indonesia. Misalnya  dalam penandatanganan perjanjian antara konsorsium BUMN di bawah PT  Pertamina, PT PLN dan MIND ID sebagai holding company pertambangan  dengan CATL dan LG Chem.

Erick meyakini dengan penggarapan EV battery akan menjadi pondasi dan  mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang ke depan.

&quot;Nah hal-hal ini tentu tidak lain Indonesia tumbuh dengan program  yang jelas seperti EV battery ini bisa juga menjadi pondasi daripada  pertumbuhan Indonesia, tidak hanya untuk satu tahun tapi 20 tahun yang  akan datang berdasarkan kekuatan sumber daya alam Indonesia,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
