<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>APBN 2021 Sudah Tekor Rp45,7 Triliun, Pendapatan Negara Terkontraksi</title><description>Defisit APBN pada Januari 2021 mencapai Rp45,7 triliun atau 4,5% dari APBN 2020 senilai Rp1.006,4 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/23/320/2366907/apbn-2021-sudah-tekor-rp45-7-triliun-pendapatan-negara-terkontraksi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/23/320/2366907/apbn-2021-sudah-tekor-rp45-7-triliun-pendapatan-negara-terkontraksi"/><item><title>APBN 2021 Sudah Tekor Rp45,7 Triliun, Pendapatan Negara Terkontraksi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/23/320/2366907/apbn-2021-sudah-tekor-rp45-7-triliun-pendapatan-negara-terkontraksi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/23/320/2366907/apbn-2021-sudah-tekor-rp45-7-triliun-pendapatan-negara-terkontraksi</guid><pubDate>Selasa 23 Februari 2021 14:55 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/23/320/2366907/apbn-2021-sudah-tekor-rp45-7-triliun-pendapatan-negara-terkontraksi-3XvzKhMw3O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Defisit APBN pada Januari 2021. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/23/320/2366907/apbn-2021-sudah-tekor-rp45-7-triliun-pendapatan-negara-terkontraksi-3XvzKhMw3O.jpg</image><title>Defisit APBN pada Januari 2021. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Defisit APBN pada Januari 2021 mencapai Rp45,7 triliun atau 4,5% dari APBN 2020 senilai Rp1.006,4 triliun. Realisasi defisit anggaran itu setara dengan 0,26% PDB.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, defisit APBN dikarenakan realisasi pendapatan negara tercatat senilai Rp100,1 triliun atau terkontraksi 4,8% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu 105,1 triliun. Realisasi pendapatan negara itu setara dengan 6,2% dari target senilai Rp1.743,6 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Pastikan Anggaran PEN 2021 Bengkak Lagi Jadi Rp688,3 Triliun
Di sisi lain, belanja negara hingga akhir Januari 2021 tercatat senilai Rp145,8 triliun atau 5,3% dari pagu Rp2.750 triliun. Sedangkan, realisasi belanja negara itu tumbuh 4,2% dibandingkan penyerapan periode yang sama tahun lalu senilai Rp139,9 triliun.
&quot;Ada kenaikan defisit karena bulan Januari tahun lalu belum mengalami Covid-19,mungkin tidak terlalu banyak berbeda ada kenaikan defisit dibandingkan tahun lalu,&quot; imbuh Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (23/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Daftar Penerima Stimulus Dana PEN Rp627,9 Triliun
Kata dia damoak pandemi covid-19 berimbas luar biasa terhadap perekonomian. Akibatnya, APBN harus bekerja ekstra keras untuk menjaga ekonomi tetap stabil.
&quot;APBN kita sebagai instrumen fiskal bekerja luar biasa keras menahan pukulan pandemi,&quot; bebernya.
Dia menambahkan Komposisi respon fiskal   akan menghantam rakyat langsung, beda 2008 lalu guncangan ada di lembaga keuangan. Covid guncanganya langsung ke akar rumput.&quot;Jadi program pemulihan ekonomi menggambarkan APBN pemulihan ekonomi termasuk belanja negara Rp 2589,9 triliun
&quot;APBN bekerja sangat cepat dan tepat untuk menahan guncangan pukulan Covid ke perekonomian dan ke masyarakat. Dampaknya ke kuartal III langsung ada pemulihan dan pembalikan dari pemburukan ekonomi bisa dilakukan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Defisit APBN pada Januari 2021 mencapai Rp45,7 triliun atau 4,5% dari APBN 2020 senilai Rp1.006,4 triliun. Realisasi defisit anggaran itu setara dengan 0,26% PDB.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, defisit APBN dikarenakan realisasi pendapatan negara tercatat senilai Rp100,1 triliun atau terkontraksi 4,8% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu 105,1 triliun. Realisasi pendapatan negara itu setara dengan 6,2% dari target senilai Rp1.743,6 triliun.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Pastikan Anggaran PEN 2021 Bengkak Lagi Jadi Rp688,3 Triliun
Di sisi lain, belanja negara hingga akhir Januari 2021 tercatat senilai Rp145,8 triliun atau 5,3% dari pagu Rp2.750 triliun. Sedangkan, realisasi belanja negara itu tumbuh 4,2% dibandingkan penyerapan periode yang sama tahun lalu senilai Rp139,9 triliun.
&quot;Ada kenaikan defisit karena bulan Januari tahun lalu belum mengalami Covid-19,mungkin tidak terlalu banyak berbeda ada kenaikan defisit dibandingkan tahun lalu,&quot; imbuh Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (23/2/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Daftar Penerima Stimulus Dana PEN Rp627,9 Triliun
Kata dia damoak pandemi covid-19 berimbas luar biasa terhadap perekonomian. Akibatnya, APBN harus bekerja ekstra keras untuk menjaga ekonomi tetap stabil.
&quot;APBN kita sebagai instrumen fiskal bekerja luar biasa keras menahan pukulan pandemi,&quot; bebernya.
Dia menambahkan Komposisi respon fiskal   akan menghantam rakyat langsung, beda 2008 lalu guncangan ada di lembaga keuangan. Covid guncanganya langsung ke akar rumput.&quot;Jadi program pemulihan ekonomi menggambarkan APBN pemulihan ekonomi termasuk belanja negara Rp 2589,9 triliun
&quot;APBN bekerja sangat cepat dan tepat untuk menahan guncangan pukulan Covid ke perekonomian dan ke masyarakat. Dampaknya ke kuartal III langsung ada pemulihan dan pembalikan dari pemburukan ekonomi bisa dilakukan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
