<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Perminyakan Arab Saudi 2 Dekade Meninggal Dunia</title><description>Ahmed Zaki Yamani, seorang menteri perminyakan Arab Saudi yang menjabat  selama 24 tahun, menghembuskan nafas terakhirnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/23/320/2367066/menteri-perminyakan-arab-saudi-2-dekade-meninggal-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/23/320/2367066/menteri-perminyakan-arab-saudi-2-dekade-meninggal-dunia"/><item><title>Menteri Perminyakan Arab Saudi 2 Dekade Meninggal Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/23/320/2367066/menteri-perminyakan-arab-saudi-2-dekade-meninggal-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/23/320/2367066/menteri-perminyakan-arab-saudi-2-dekade-meninggal-dunia</guid><pubDate>Selasa 23 Februari 2021 18:36 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/23/320/2367066/menteri-perminyakan-arab-saudi-2-dekade-meninggal-dunia-BQi1uiG86T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minyak Mentah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/23/320/2367066/menteri-perminyakan-arab-saudi-2-dekade-meninggal-dunia-BQi1uiG86T.jpg</image><title>Minyak Mentah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ahmed Zaki Yamani, seorang menteri perminyakan Arab Saudi yang menjabat selama 24 tahun, menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 90 tahun di London, Selasa (23/2). Ia dikenal karena memimpin kerajaan melalui krisis minyak 1973, menasionalisasi perusahaan energi negaranya dan pernah disandera oleh pembunuh Carlos the Jackal.

Mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Selasa (23/2/2021), Associated Press mengutip televisi pemerintah Saudi melaporkan hal tersebit, tanpa menjelaskan penyebabnya. Dikatakan bahwa dia akan dimakamkan di kota suci Mekkah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kemunculan Putri Saddam Hussein di Televisi Picu Krisis Diplomatik 3 Negara
Dikenal karena penampilan berbusana gaya Baratnya dan nada bicaranya yang lembut dan terukur, Yamani membantu Arab Saudi memimpin dominasinya dalam Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Kerajaan Saudi tetap menjadi domina dalam grup tersebut, bahkan hingga hari ini dan keputusannya memengaruhi harga dari barel hingga pompa bensin.

Yamani menjadi menteri perminyakan pada tahun 1962 dan memimpin kementerian tersebut sampai tahun 1986. Ia memainkan peran penting dalam kartel minyak OPEC yang baru lahir ketika produsen di seluruh dunia mulai mencoba untuk mendikte harga ke pasar dunia yang sebelumnya didominasi oleh kebijakan ekonomi negara-negara Barat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kuda Mishriff Raih Rp 227 Miliar dari Pacuan Paling Bergengsi di Dunia
Yamani adalah perwakilan Saudi pertama di dewan gubernur OPEC pada tahun 1961. Dari posisinya, ia dikenal karena gaya negosiasi yang selalu tenang yang menjadi inspirasi oleh para menteri Saudi setelahnya.Namun gayanya diuji diuji oleh waktu, termasuk oleh pergolakan di  pasar energi global. Hal itu terutama terjadi pada Perang Timur Tengah  1973, di mana Mesir, Suriah, dan sekutunya melancarkan serangan mendadak  ke Israel pada hari suci Yahudi Yom Kippur.

Ketika AS di bawah Presiden Richard Nixon bergerak untuk mendukung  Israel, produsen Arab di OPEC setuju untuk memotong pasokan mereka  sebesar 5 persen sebulan. Ketika Nixon melanjutkan dukungannya,  keputusan tersebut melahirkan apa yang kemudian dikenal sebagai &quot;senjata  minyak&quot; - embargo total terhadap AS dan negara lain.

Harga di AS akan naik 40%, yang menyebabkan kekurangan bensin dan  antrean panjang di pompa bensin. Harga minyak secara global akan naik  empat kali lipat.

Pada bulan Desember 1975, Yamani termasuk di antara mereka yang  disandera di markas OPEC di Wina, serangan yang menewaskan tiga orang  dan menyebabkan 11 menteri OPEC dan puluhan lainnya ditangkap. Serangan  itu akhirnya membuat semua militan pro-Palestina dan mereka yang  disandera dibebaskan.

Setelah itu, Yamani menggambarkan Carlos, seorang Venezuela yang  memiliki nama asli Ilich Ram&amp;iacute;rez S&amp;aacute;nchez, sebagai &quot;teroris kejam yang  beroperasi dengan operasi yang tepat.&quot; Sejak saat itu, Yamani bepergian  dengan rombongan pengawal kemanapun dia pergi.

Yamani juga mengawasi apa nasionalisasi Arabian American Oil Co.  setelah krisis minyak 1973. Saat ini, lebih dikenal sebagai Saudi  Arabian Oil Co., atau Aramco, sumber pendapatan utama kerajaan.

Pada tahun 1986, Raja Saudi Fahd memberhentikan Yamani dengan  pernyataan singkat. Pada saat itu, diyakini bahwa Yamani tidak  sependapat dengan raja dalam isu system kuota produksi permanen dan  Saudi akan diberi bagian produksi yang lebih besar dari total volume.  Arab Saudi akhirnya setuju dengan kebijakan sementara lainnya.

Yamani lahir di Mekkah pada tahun 1930, ketika unta masih berkeliaran  di jalanan kota suci. Ayah dan kakeknya adalah guru agama dan pengacara  Islam.</description><content:encoded>JAKARTA - Ahmed Zaki Yamani, seorang menteri perminyakan Arab Saudi yang menjabat selama 24 tahun, menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 90 tahun di London, Selasa (23/2). Ia dikenal karena memimpin kerajaan melalui krisis minyak 1973, menasionalisasi perusahaan energi negaranya dan pernah disandera oleh pembunuh Carlos the Jackal.

Mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Selasa (23/2/2021), Associated Press mengutip televisi pemerintah Saudi melaporkan hal tersebit, tanpa menjelaskan penyebabnya. Dikatakan bahwa dia akan dimakamkan di kota suci Mekkah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kemunculan Putri Saddam Hussein di Televisi Picu Krisis Diplomatik 3 Negara
Dikenal karena penampilan berbusana gaya Baratnya dan nada bicaranya yang lembut dan terukur, Yamani membantu Arab Saudi memimpin dominasinya dalam Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Kerajaan Saudi tetap menjadi domina dalam grup tersebut, bahkan hingga hari ini dan keputusannya memengaruhi harga dari barel hingga pompa bensin.

Yamani menjadi menteri perminyakan pada tahun 1962 dan memimpin kementerian tersebut sampai tahun 1986. Ia memainkan peran penting dalam kartel minyak OPEC yang baru lahir ketika produsen di seluruh dunia mulai mencoba untuk mendikte harga ke pasar dunia yang sebelumnya didominasi oleh kebijakan ekonomi negara-negara Barat.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kuda Mishriff Raih Rp 227 Miliar dari Pacuan Paling Bergengsi di Dunia
Yamani adalah perwakilan Saudi pertama di dewan gubernur OPEC pada tahun 1961. Dari posisinya, ia dikenal karena gaya negosiasi yang selalu tenang yang menjadi inspirasi oleh para menteri Saudi setelahnya.Namun gayanya diuji diuji oleh waktu, termasuk oleh pergolakan di  pasar energi global. Hal itu terutama terjadi pada Perang Timur Tengah  1973, di mana Mesir, Suriah, dan sekutunya melancarkan serangan mendadak  ke Israel pada hari suci Yahudi Yom Kippur.

Ketika AS di bawah Presiden Richard Nixon bergerak untuk mendukung  Israel, produsen Arab di OPEC setuju untuk memotong pasokan mereka  sebesar 5 persen sebulan. Ketika Nixon melanjutkan dukungannya,  keputusan tersebut melahirkan apa yang kemudian dikenal sebagai &quot;senjata  minyak&quot; - embargo total terhadap AS dan negara lain.

Harga di AS akan naik 40%, yang menyebabkan kekurangan bensin dan  antrean panjang di pompa bensin. Harga minyak secara global akan naik  empat kali lipat.

Pada bulan Desember 1975, Yamani termasuk di antara mereka yang  disandera di markas OPEC di Wina, serangan yang menewaskan tiga orang  dan menyebabkan 11 menteri OPEC dan puluhan lainnya ditangkap. Serangan  itu akhirnya membuat semua militan pro-Palestina dan mereka yang  disandera dibebaskan.

Setelah itu, Yamani menggambarkan Carlos, seorang Venezuela yang  memiliki nama asli Ilich Ram&amp;iacute;rez S&amp;aacute;nchez, sebagai &quot;teroris kejam yang  beroperasi dengan operasi yang tepat.&quot; Sejak saat itu, Yamani bepergian  dengan rombongan pengawal kemanapun dia pergi.

Yamani juga mengawasi apa nasionalisasi Arabian American Oil Co.  setelah krisis minyak 1973. Saat ini, lebih dikenal sebagai Saudi  Arabian Oil Co., atau Aramco, sumber pendapatan utama kerajaan.

Pada tahun 1986, Raja Saudi Fahd memberhentikan Yamani dengan  pernyataan singkat. Pada saat itu, diyakini bahwa Yamani tidak  sependapat dengan raja dalam isu system kuota produksi permanen dan  Saudi akan diberi bagian produksi yang lebih besar dari total volume.  Arab Saudi akhirnya setuju dengan kebijakan sementara lainnya.

Yamani lahir di Mekkah pada tahun 1930, ketika unta masih berkeliaran  di jalanan kota suci. Ayah dan kakeknya adalah guru agama dan pengacara  Islam.</content:encoded></item></channel></rss>
