<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Ajak Prancis Bikin Pelabuhan Perikanan Ramah Lingkungan</title><description>RI-Prancis mengembangkan pelabuhan perikanan yang menerapkan sistem eco fishing port atau pelabuhan ramah lingkungan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/24/320/2367352/ri-ajak-prancis-bikin-pelabuhan-perikanan-ramah-lingkungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/24/320/2367352/ri-ajak-prancis-bikin-pelabuhan-perikanan-ramah-lingkungan"/><item><title>RI Ajak Prancis Bikin Pelabuhan Perikanan Ramah Lingkungan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/24/320/2367352/ri-ajak-prancis-bikin-pelabuhan-perikanan-ramah-lingkungan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/24/320/2367352/ri-ajak-prancis-bikin-pelabuhan-perikanan-ramah-lingkungan</guid><pubDate>Rabu 24 Februari 2021 10:34 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/24/320/2367352/ri-ajak-prancis-bikin-pelabuhan-perikanan-ramah-lingkungan-6CXIGDnGOT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nelayan (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/24/320/2367352/ri-ajak-prancis-bikin-pelabuhan-perikanan-ramah-lingkungan-6CXIGDnGOT.jpg</image><title>Nelayan (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Lembaga Pembangunan Prancis (AFD) mengembangkan pelabuhan perikanan yang menerapkan sistem eco fishing port atau pelabuhan ramah lingkungan.
&quot;Skema tersebut dilakukan untuk membangun dan memelihara pelabuhan perikanan yang ramah dan berwawasan lingkungan,&quot; kata Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap M. Zaini dilansir dari Antara, Rabu (24/2/2021).
Baca Juga: Menko Luhut Minta Pipa Kabel Bawah Laut Ditata Ulang
 
Zaini menjelaskan bahwa AFD telah melakukan studi program pengembangan eco fishing port tersebut sejak 2014.
Program tersebut, lanjutnya, telah tercantum pula dalam Green Book/DRPPLN (Dokumen Rencana Pemanfaatan Pinjaman Luar Negeri) Tahun 2020 sesuai Kepmen PPN/Bappenas Nomor 65 Tahun 2020.
&quot;Dengan terbitnya green book ini berarti Ditjen Perikanan Tangkap sebagai Executing Agency dan Direktorat Kepelabuhanan Perikanan selaku implementating agency perlu mempersiapkan kebutuhan untuk ke tahap selanjutnya,&quot; kata Zaini.
Baca Juga: Menhub Minta Pengusaha Pelabuhan Bantu Pulihkan Ekonomi
 
Ia mengungkapkan pihaknya sudah melakukan peninjauan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap dan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan bersama Direktur Kelautan dan Perikanan Bapennas yang akan diproyeksikan sebagai salah satu lokasi proyek.
Menurut Zaini, kedua lokasi tersebut telah memiliki studi kelayakan lingkungan dan siap untuk dilakukan pengembangan.
Pemerintah daerah setempat, menurut dia, juga memberikan dukungan dalam rangka memajukan sektor kelautan dan perikanan di pesisir selatan dan utara Jawa tersebut.&quot;PPS Cilacap akan kita proyeksikan dalam kegiatan outer fishing ports  development yang menjadi sentra industri energi, pengembangan untuk  industri pertanian serta pengembangan untuk industri perikanan. Begitu  pula PPN Pekalongan yang akan dikembangkan menjadi pelabuhan perikanan  onshore sebagai upaya menanggulangi banjir rob yang kerap terjadi di  wilayah kecamatan Pekalongan Utara,&quot; terangnya.
Dengan adanya pengembangan pelabuhan perikanan diharapkan dapat mendukung kegiatan usaha perikanan tangkap.
Selain itu, ujar dia, hal itu meningkatkan pula peluang Indonesia  dalam memenuhi permintaan pasar ikan global yang diperkirakan mencapai  196 juta ton pada 2025.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Lembaga Pembangunan Prancis (AFD) mengembangkan pelabuhan perikanan yang menerapkan sistem eco fishing port atau pelabuhan ramah lingkungan.
&quot;Skema tersebut dilakukan untuk membangun dan memelihara pelabuhan perikanan yang ramah dan berwawasan lingkungan,&quot; kata Plt Direktur Jenderal Perikanan Tangkap M. Zaini dilansir dari Antara, Rabu (24/2/2021).
Baca Juga: Menko Luhut Minta Pipa Kabel Bawah Laut Ditata Ulang
 
Zaini menjelaskan bahwa AFD telah melakukan studi program pengembangan eco fishing port tersebut sejak 2014.
Program tersebut, lanjutnya, telah tercantum pula dalam Green Book/DRPPLN (Dokumen Rencana Pemanfaatan Pinjaman Luar Negeri) Tahun 2020 sesuai Kepmen PPN/Bappenas Nomor 65 Tahun 2020.
&quot;Dengan terbitnya green book ini berarti Ditjen Perikanan Tangkap sebagai Executing Agency dan Direktorat Kepelabuhanan Perikanan selaku implementating agency perlu mempersiapkan kebutuhan untuk ke tahap selanjutnya,&quot; kata Zaini.
Baca Juga: Menhub Minta Pengusaha Pelabuhan Bantu Pulihkan Ekonomi
 
Ia mengungkapkan pihaknya sudah melakukan peninjauan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap dan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan bersama Direktur Kelautan dan Perikanan Bapennas yang akan diproyeksikan sebagai salah satu lokasi proyek.
Menurut Zaini, kedua lokasi tersebut telah memiliki studi kelayakan lingkungan dan siap untuk dilakukan pengembangan.
Pemerintah daerah setempat, menurut dia, juga memberikan dukungan dalam rangka memajukan sektor kelautan dan perikanan di pesisir selatan dan utara Jawa tersebut.&quot;PPS Cilacap akan kita proyeksikan dalam kegiatan outer fishing ports  development yang menjadi sentra industri energi, pengembangan untuk  industri pertanian serta pengembangan untuk industri perikanan. Begitu  pula PPN Pekalongan yang akan dikembangkan menjadi pelabuhan perikanan  onshore sebagai upaya menanggulangi banjir rob yang kerap terjadi di  wilayah kecamatan Pekalongan Utara,&quot; terangnya.
Dengan adanya pengembangan pelabuhan perikanan diharapkan dapat mendukung kegiatan usaha perikanan tangkap.
Selain itu, ujar dia, hal itu meningkatkan pula peluang Indonesia  dalam memenuhi permintaan pasar ikan global yang diperkirakan mencapai  196 juta ton pada 2025.</content:encoded></item></channel></rss>
