<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Tegaskan Tesla Tak Kabur dari RI, Negosiasi Masih Jalan</title><description>Bahlil Lahadalia menepis kabar bahwa perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla menolak investasi di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/24/320/2367510/bahlil-tegaskan-tesla-tak-kabur-dari-ri-negosiasi-masih-jalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/24/320/2367510/bahlil-tegaskan-tesla-tak-kabur-dari-ri-negosiasi-masih-jalan"/><item><title>Bahlil Tegaskan Tesla Tak Kabur dari RI, Negosiasi Masih Jalan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/24/320/2367510/bahlil-tegaskan-tesla-tak-kabur-dari-ri-negosiasi-masih-jalan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/24/320/2367510/bahlil-tegaskan-tesla-tak-kabur-dari-ri-negosiasi-masih-jalan</guid><pubDate>Rabu 24 Februari 2021 13:54 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/24/320/2367510/bahlil-tegaskan-tesla-tak-kabur-dari-ri-negosiasi-masih-jalan-FAjlHPbbsp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/24/320/2367510/bahlil-tegaskan-tesla-tak-kabur-dari-ri-negosiasi-masih-jalan-FAjlHPbbsp.jpg</image><title>Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menepis kabar bahwa perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla menolak investasi di Indonesia. Ia optimis bahwa negosiasi investasi dengan Tesla masih berjalan.

Ia menjelaskan bahwa proses negosiasi  Tesla awalnya dilakukan oleh  Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Insentif Pajak Lebih Baik untuk Kendaraan Listrik bukan Mobil Baru
&quot;Saya akan coba untuk komunikasi dengan Pak Menko informasinya sejauh apa terakhir. Namun  ingin menyampaikan begini, ini kan masih nego, nggak ada yang hengkang, kalau hengkang itu kan sudah tiba baru pergi, ini masih berproses,&quot; kata dia dalam konferensi pers virtual, Rabu (24/2/2021).

Ia mengatakan dalam negosiasi investasi akan terjadi pasang surut. Untuk itu Ia mengajak semua pihak jangan pesimis dalam hal negosiasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kembangkan Kendaraan Listrik, RI Bisa Belajar dari China hingga AS
&quot;Jadi kalau orang dalam bernegosiasi bisnis, deal-deal-an itu biasa lah pasang surut itu. Dunia belum berakhir, jangan pesimis, barang ini masih jalan terus,&quot; paparnya.

Isu batalnya Tesla menginjakan kaki di Indonesia setelah beredar kabar bahwa produsen mobil listrik milik Elon Musk itu lebih memilih India daripada Indonesia untuk membangun pabrik mobil listrik.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menepis kabar bahwa perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla menolak investasi di Indonesia. Ia optimis bahwa negosiasi investasi dengan Tesla masih berjalan.

Ia menjelaskan bahwa proses negosiasi  Tesla awalnya dilakukan oleh  Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Insentif Pajak Lebih Baik untuk Kendaraan Listrik bukan Mobil Baru
&quot;Saya akan coba untuk komunikasi dengan Pak Menko informasinya sejauh apa terakhir. Namun  ingin menyampaikan begini, ini kan masih nego, nggak ada yang hengkang, kalau hengkang itu kan sudah tiba baru pergi, ini masih berproses,&quot; kata dia dalam konferensi pers virtual, Rabu (24/2/2021).

Ia mengatakan dalam negosiasi investasi akan terjadi pasang surut. Untuk itu Ia mengajak semua pihak jangan pesimis dalam hal negosiasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kembangkan Kendaraan Listrik, RI Bisa Belajar dari China hingga AS
&quot;Jadi kalau orang dalam bernegosiasi bisnis, deal-deal-an itu biasa lah pasang surut itu. Dunia belum berakhir, jangan pesimis, barang ini masih jalan terus,&quot; paparnya.

Isu batalnya Tesla menginjakan kaki di Indonesia setelah beredar kabar bahwa produsen mobil listrik milik Elon Musk itu lebih memilih India daripada Indonesia untuk membangun pabrik mobil listrik.</content:encoded></item></channel></rss>
