<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lays hingga Cheetos Bakal Hilang di Pasaran, Ini Strategi ICBP</title><description>PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) membeli 49 persen saham Pepsico di PT Indofood Fritolay Makmur (IFL).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/25/278/2368202/lays-hingga-cheetos-bakal-hilang-di-pasaran-ini-strategi-icbp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/25/278/2368202/lays-hingga-cheetos-bakal-hilang-di-pasaran-ini-strategi-icbp"/><item><title>Lays hingga Cheetos Bakal Hilang di Pasaran, Ini Strategi ICBP</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/25/278/2368202/lays-hingga-cheetos-bakal-hilang-di-pasaran-ini-strategi-icbp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/25/278/2368202/lays-hingga-cheetos-bakal-hilang-di-pasaran-ini-strategi-icbp</guid><pubDate>Kamis 25 Februari 2021 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/25/278/2368202/lays-hingga-cheetos-bakal-hilang-di-pasaran-ini-strategi-icbp-kW2JUWQQmk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ritel (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/25/278/2368202/lays-hingga-cheetos-bakal-hilang-di-pasaran-ini-strategi-icbp-kW2JUWQQmk.jpg</image><title>Ritel (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) membeli 49 persen saham Pepsico di PT Indofood Fritolay Makmur (IFL). Hal ini membuat IFL akan menghentikan produksi, pengemasan, pemasaran, penjualan dan pendistribusian produk PepsiCo di Indonesia pada bulan Agustus 2021.

Sehubungan dengan transaksi tersebut yang mengakibatkan Fritolay, PepsiCo dan/atau pihak afiliasi lainnya tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama 3 tahun sejak berakhirnya masa transisi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: ICBP dan PepsiCo Pisah, Lays hingga Cheetos Bakal Hilang 3 Tahun?
Menanggapi hal itu, Corporate Secretary PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Gideon A. Putro mengatakan Perseroan akan dapat mengembangkan bisnis makanan ringan di Indonesia, dengan menggunakan merek-merek lainnya, termasuk Chitato, Qtela, Chiki dan Jetz.

&quot;Dan selama tiga tahun dari sejak berakhirnya masa transisi tidak akan ada kompetisi produk makanan ringan dari Fritolay, PepsiCo dan/atau pihak afiliasinya di Indonesia,&quot; tulis Gideon dalam keterangan tertulis, Kamis (25/2/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: ICBP dan PepsiCo Cerai, Lays hingga Cheetos Bakal Hilang di Agustus
Dia menjelaskan, selama tiga tahun dari sejak masa transisi berakhir, Fritolay, PepsiCo dan/atau pihak afiliasinya tidak akan melakukan produksi, pengemasan, pemasaran, penjualan dan pendistribusian produkproduk makanan ringan yang bersaing dengan produk makanan ringan IFL di Indonesia.Strategi IFL diantaranya adalah terus mengembangkan produk makanan  ringan dengan merek-merek yang sudah ada dan dikenal oleh masyarakat,  seperti Chitato, Qtela, Chiki dan Jetz. Chitato dan Qtela merupakan  salah satu pemimpin pasar dalam industri makanan ringan di Indonesia.

&quot;Chitato menjadi pemimpin dalam kategori keripik kentang, dan telah  memperoleh kepercayaan dan loyalitas konsumen selama lebih dari 30  tahun. Qtela juga memiliki posisi pasar yang kuat dalam kategori  traditional snacks dan telah berada di pasar selama lebih dari satu  dekade,&quot; ujarnya.

Setelah masa transisi berakhir, kata dia, selain mengembangkan produk  makanan ringannya yang telah ada dan dikenal oleh masyarakat, IFL akan  terus menerapkan strategi penjualan dan pemasaran yang terintegrasi.

&quot;Serta terus berinovasi untuk mengembangkan rasa-rasa dan  produk-produk baru mengingat IFL mengerti dengan baik selera dan pilihan  makanan ringan konsumen di Indonesia, untuk mempertahankan posisinya  sebagai pemimpin pasar,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) membeli 49 persen saham Pepsico di PT Indofood Fritolay Makmur (IFL). Hal ini membuat IFL akan menghentikan produksi, pengemasan, pemasaran, penjualan dan pendistribusian produk PepsiCo di Indonesia pada bulan Agustus 2021.

Sehubungan dengan transaksi tersebut yang mengakibatkan Fritolay, PepsiCo dan/atau pihak afiliasi lainnya tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama 3 tahun sejak berakhirnya masa transisi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: ICBP dan PepsiCo Pisah, Lays hingga Cheetos Bakal Hilang 3 Tahun?
Menanggapi hal itu, Corporate Secretary PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Gideon A. Putro mengatakan Perseroan akan dapat mengembangkan bisnis makanan ringan di Indonesia, dengan menggunakan merek-merek lainnya, termasuk Chitato, Qtela, Chiki dan Jetz.

&quot;Dan selama tiga tahun dari sejak berakhirnya masa transisi tidak akan ada kompetisi produk makanan ringan dari Fritolay, PepsiCo dan/atau pihak afiliasinya di Indonesia,&quot; tulis Gideon dalam keterangan tertulis, Kamis (25/2/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: ICBP dan PepsiCo Cerai, Lays hingga Cheetos Bakal Hilang di Agustus
Dia menjelaskan, selama tiga tahun dari sejak masa transisi berakhir, Fritolay, PepsiCo dan/atau pihak afiliasinya tidak akan melakukan produksi, pengemasan, pemasaran, penjualan dan pendistribusian produkproduk makanan ringan yang bersaing dengan produk makanan ringan IFL di Indonesia.Strategi IFL diantaranya adalah terus mengembangkan produk makanan  ringan dengan merek-merek yang sudah ada dan dikenal oleh masyarakat,  seperti Chitato, Qtela, Chiki dan Jetz. Chitato dan Qtela merupakan  salah satu pemimpin pasar dalam industri makanan ringan di Indonesia.

&quot;Chitato menjadi pemimpin dalam kategori keripik kentang, dan telah  memperoleh kepercayaan dan loyalitas konsumen selama lebih dari 30  tahun. Qtela juga memiliki posisi pasar yang kuat dalam kategori  traditional snacks dan telah berada di pasar selama lebih dari satu  dekade,&quot; ujarnya.

Setelah masa transisi berakhir, kata dia, selain mengembangkan produk  makanan ringannya yang telah ada dan dikenal oleh masyarakat, IFL akan  terus menerapkan strategi penjualan dan pemasaran yang terintegrasi.

&quot;Serta terus berinovasi untuk mengembangkan rasa-rasa dan  produk-produk baru mengingat IFL mengerti dengan baik selera dan pilihan  makanan ringan konsumen di Indonesia, untuk mempertahankan posisinya  sebagai pemimpin pasar,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
