<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Sebut 6.644 Perusahaan Daftar Vaksinasi Mandiri</title><description>Kadin mencatat ada 6.644 perusahaan yang telah mendaftarkan diri  sebagai fasilitator program vaksinasi gotong royong atau mandiri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/25/320/2368059/erick-thohir-sebut-6-644-perusahaan-daftar-vaksinasi-mandiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/25/320/2368059/erick-thohir-sebut-6-644-perusahaan-daftar-vaksinasi-mandiri"/><item><title>Erick Thohir Sebut 6.644 Perusahaan Daftar Vaksinasi Mandiri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/25/320/2368059/erick-thohir-sebut-6-644-perusahaan-daftar-vaksinasi-mandiri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/25/320/2368059/erick-thohir-sebut-6-644-perusahaan-daftar-vaksinasi-mandiri</guid><pubDate>Kamis 25 Februari 2021 11:41 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/25/320/2368059/erick-thohir-sebut-6-644-perusahaan-daftar-vaksinasi-mandiri-8Nzjxi3sAn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/25/320/2368059/erick-thohir-sebut-6-644-perusahaan-daftar-vaksinasi-mandiri-8Nzjxi3sAn.jpg</image><title>Vaksin Covid-19 (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mencatat ada 6.644 perusahaan yang telah mendaftarkan diri sebagai fasilitator program vaksinasi gotong royong atau mandiri. Sementara kebutuhan vaksin Covid-19 bagi karyawan diperkirakan mencapai 7,5 juta dosis.


Hal ini disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam Economic Outlook 2021 'Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia 2021'.
Baca juga: Politisi Terobos Antrean Vaksinasi, Bank Dunia Ancam Hentikan Bantuan untuk Lebanon
&quot;Kadin sudah (catat) 6.644 perusahaan daftar di Kadin kurang lebih kebutuhan vaksin 7,5 juta. Vaksin penting. Total 360 juta atau 180 juta untuk masyarakat Indonesia,&quot; ujar Erick Kamis (25/2/2021).


Pemerintah sudah memastikan vaksinasi Covid-19 kategori gotong royong akan tersedia pada Maret 2021. Jumlah yang sementara yang disediakan untuk swasta sebanyak 3,5 juta dosis.
Baca juga: Berkerumun, Ariza Minta Waktu Pelaksanaan Vaksinasi di Tanah Abang Diatur Ulang
Pemerintah juga memastikan vaksin gotong royong akan diberikan secara gratis. Saat ini, ada dua kategori vaksinasi di Indonesia, baik vaksin mandiri atau pun bantuan pemerintah (subsidi).Erick mengatakan, kedua jenis vaksinasi itu akan diberikan secara  gratis. Untuk mandiri, skema vaksinasi akan difasilitasi oleh para  pemilik perusahaan atau swasta kepada karyawan. Sementara vaksin subsidi  ditangani langsung pemerintah.


&quot;Ada dua vaksin, gratis dan vaksin gotong royong, jangan salah  artikan, vaksin gotong royong gratis juga. Tapi berikan kesempatan ke  swasta yang ingin mengadakan dan bagikan ke pekerjanya yang selama ini  sudah bekerja dan loyal kepada perusahaan tersebut,&quot; kata dia.


Secara general, pemerintah menargetkan akan ada 360 juta vaksin yang  nantinya diberikan kepada 70 persen dari total penduduk Indonesia.  Jumlah vaksin itu akan digunakan untuk vaksinasi mandiri dan subsidi.


Khusus untuk ketersediaan vaksin Covid-19 dari Sinopharm dan Moderna  di Indonesia mencapai 20,20 juta dosis. Dua produsen farmasi global itu,  masing-masing akan menyediakan 15 juta dan 5,2 juta dosis vaksin.


Meski begitu, pengiriman vaksin akan dilakukan secara bertahap.  Sinopharm mulai mendistribusikan vaksin ke Indonesia pada Maret-Juni  2021. Sedangkan Moderna akan mulai mengirim pada Juli-Oktober tahun ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mencatat ada 6.644 perusahaan yang telah mendaftarkan diri sebagai fasilitator program vaksinasi gotong royong atau mandiri. Sementara kebutuhan vaksin Covid-19 bagi karyawan diperkirakan mencapai 7,5 juta dosis.


Hal ini disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam Economic Outlook 2021 'Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia 2021'.
Baca juga: Politisi Terobos Antrean Vaksinasi, Bank Dunia Ancam Hentikan Bantuan untuk Lebanon
&quot;Kadin sudah (catat) 6.644 perusahaan daftar di Kadin kurang lebih kebutuhan vaksin 7,5 juta. Vaksin penting. Total 360 juta atau 180 juta untuk masyarakat Indonesia,&quot; ujar Erick Kamis (25/2/2021).


Pemerintah sudah memastikan vaksinasi Covid-19 kategori gotong royong akan tersedia pada Maret 2021. Jumlah yang sementara yang disediakan untuk swasta sebanyak 3,5 juta dosis.
Baca juga: Berkerumun, Ariza Minta Waktu Pelaksanaan Vaksinasi di Tanah Abang Diatur Ulang
Pemerintah juga memastikan vaksin gotong royong akan diberikan secara gratis. Saat ini, ada dua kategori vaksinasi di Indonesia, baik vaksin mandiri atau pun bantuan pemerintah (subsidi).Erick mengatakan, kedua jenis vaksinasi itu akan diberikan secara  gratis. Untuk mandiri, skema vaksinasi akan difasilitasi oleh para  pemilik perusahaan atau swasta kepada karyawan. Sementara vaksin subsidi  ditangani langsung pemerintah.


&quot;Ada dua vaksin, gratis dan vaksin gotong royong, jangan salah  artikan, vaksin gotong royong gratis juga. Tapi berikan kesempatan ke  swasta yang ingin mengadakan dan bagikan ke pekerjanya yang selama ini  sudah bekerja dan loyal kepada perusahaan tersebut,&quot; kata dia.


Secara general, pemerintah menargetkan akan ada 360 juta vaksin yang  nantinya diberikan kepada 70 persen dari total penduduk Indonesia.  Jumlah vaksin itu akan digunakan untuk vaksinasi mandiri dan subsidi.


Khusus untuk ketersediaan vaksin Covid-19 dari Sinopharm dan Moderna  di Indonesia mencapai 20,20 juta dosis. Dua produsen farmasi global itu,  masing-masing akan menyediakan 15 juta dan 5,2 juta dosis vaksin.


Meski begitu, pengiriman vaksin akan dilakukan secara bertahap.  Sinopharm mulai mendistribusikan vaksin ke Indonesia pada Maret-Juni  2021. Sedangkan Moderna akan mulai mengirim pada Juli-Oktober tahun ini.</content:encoded></item></channel></rss>
