<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Mendag Bakal Banjiri Pasar Australia dengan Mobil-Mobil RI</title><description>Kementerian Perdagangan akan melakukan langkah persuasif kepada pabrikan mobil Jepang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/25/320/2368318/mendag-bakal-banjiri-pasar-australia-dengan-mobil-mobil-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/25/320/2368318/mendag-bakal-banjiri-pasar-australia-dengan-mobil-mobil-ri"/><item><title>   Mendag Bakal Banjiri Pasar Australia dengan Mobil-Mobil RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/25/320/2368318/mendag-bakal-banjiri-pasar-australia-dengan-mobil-mobil-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/25/320/2368318/mendag-bakal-banjiri-pasar-australia-dengan-mobil-mobil-ri</guid><pubDate>Kamis 25 Februari 2021 17:20 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/25/320/2368318/mendag-bakal-banjiri-pasar-australia-dengan-mobil-mobil-ri-v8IwX7iA1x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendag Lutfi (Foto: Okezone.com/Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/25/320/2368318/mendag-bakal-banjiri-pasar-australia-dengan-mobil-mobil-ri-v8IwX7iA1x.jpg</image><title>Mendag Lutfi (Foto: Okezone.com/Kemendag)</title></images><description>JAKARTA -  Kementerian Perdagangan akan melakukan langkah persuasif kepada pabrikan mobil Jepang. Hal ini dilakukan untuk mendorong ekspor mobil ke Australia

&quot;Saya sudah meminta waktu untuk berbicara kepada principal di Jepang, karena produksi mobil Indonesia banyak yang dari Jepang. Untuk memastikan mereka memakai fasilitas Indonesia untuk mengekspor mobil mereka ke mancanegara&quot; kata Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi pada Konferensi pers secara virtual, Kamis (25/2/2021)
Baca Juga:&amp;nbsp;Mendag Kesal Ekspor Mobil RI 'Dijahili' Filipina&amp;nbsp;
Fasilitas yang dimaksud adalah perjanjian dagang yang dimiliki oleh Indonesia, seperti Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Dia menjelaskan pasar mobil negeri Kangguru tersebut mempunyai konsumsi pasar mobil besar, yaitu sekitar 1,2 juta unit per tahunnya.

&quot;Saat ini Indonesia menikmati 0% ke pasar tersebut dengan IA - CEPA. Saya akan berbicara dengan para pabrikan Jepang bahwa kita mendapatkan alokasi ekspor ke sana (Australia),&quot; katanya.

Dia menambahkan, pada tahun 2019 ekspor mobil Indonesia sebesar 310 unit dengan hasil devisa USD 8,2 miliar. Pada saat pandemi covid-19 atau 2020, angka itu turun hampir mendekati 250 unit atau setara USD 6,6 miliar.

&quot;Kalau kita sekarang mendapatkan 100 ribu saja maka potensi ekspornya sebesar USD4 miliar. tahun 2021 targetnya pasar Australia kemudian tahun berikutnya kita akan menargetkan pasar Afrika Utara,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA -  Kementerian Perdagangan akan melakukan langkah persuasif kepada pabrikan mobil Jepang. Hal ini dilakukan untuk mendorong ekspor mobil ke Australia

&quot;Saya sudah meminta waktu untuk berbicara kepada principal di Jepang, karena produksi mobil Indonesia banyak yang dari Jepang. Untuk memastikan mereka memakai fasilitas Indonesia untuk mengekspor mobil mereka ke mancanegara&quot; kata Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi pada Konferensi pers secara virtual, Kamis (25/2/2021)
Baca Juga:&amp;nbsp;Mendag Kesal Ekspor Mobil RI 'Dijahili' Filipina&amp;nbsp;
Fasilitas yang dimaksud adalah perjanjian dagang yang dimiliki oleh Indonesia, seperti Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Dia menjelaskan pasar mobil negeri Kangguru tersebut mempunyai konsumsi pasar mobil besar, yaitu sekitar 1,2 juta unit per tahunnya.

&quot;Saat ini Indonesia menikmati 0% ke pasar tersebut dengan IA - CEPA. Saya akan berbicara dengan para pabrikan Jepang bahwa kita mendapatkan alokasi ekspor ke sana (Australia),&quot; katanya.

Dia menambahkan, pada tahun 2019 ekspor mobil Indonesia sebesar 310 unit dengan hasil devisa USD 8,2 miliar. Pada saat pandemi covid-19 atau 2020, angka itu turun hampir mendekati 250 unit atau setara USD 6,6 miliar.

&quot;Kalau kita sekarang mendapatkan 100 ribu saja maka potensi ekspornya sebesar USD4 miliar. tahun 2021 targetnya pasar Australia kemudian tahun berikutnya kita akan menargetkan pasar Afrika Utara,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
