<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Acset Indonusa Catat Rugi hingga Rp1,34 Triliun</title><description>PT Acset Indonusa Tbk (ACST) menutup akhir 2020 dengan kerugian yang cukup besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/278/2368790/acset-indonusa-catat-rugi-hingga-rp1-34-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/278/2368790/acset-indonusa-catat-rugi-hingga-rp1-34-triliun"/><item><title>Acset Indonusa Catat Rugi hingga Rp1,34 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/278/2368790/acset-indonusa-catat-rugi-hingga-rp1-34-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/278/2368790/acset-indonusa-catat-rugi-hingga-rp1-34-triliun</guid><pubDate>Jum'at 26 Februari 2021 13:47 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/26/278/2368790/acset-indonusa-catat-rugi-hingga-rp1-34-triliun-6gkhgmiS5s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/26/278/2368790/acset-indonusa-catat-rugi-hingga-rp1-34-triliun-6gkhgmiS5s.jpg</image><title>saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Berhentinya beberapa proyek infrastruktur selama pandemi Covid-19, memberikan dampak terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Acset Indonusa Tbk (ACST). Pasalnya, emiten kontraktor ini membukukan penurunan pendapatan jasa konstruksi sebesar 74,40% menjadi Rp844,43 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp3,29 triliun.

Mengutip Neraca, Begitu pula jasa konstruksi dari pihak berelasi juga turun 39,25% menjadi Rp212,66 miliar dari sebelumnya Rp350,06 miliar.
 
Baca juga: Turun Tak Biasa, BEI Pantau Saham ACST
Perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin menyebutkan, total pendapatan anjlok 69,48% menjadi Rp1,20 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp3,94 triliun. Beban penjualan mengalami tekanan hingga 340,80% menjadi Rp631,45 miliar dari sebelumnya Rp143,25 miliar.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan dapat ditekan menjadi Rp1,5 triliun dari sebelumnya Rp4,04 triliun. Kemudian rugi tahun berjalan ACST pun membengkak pada tahun lalu hingga Rp1,34 triliun atau naik 18,39% dari tahun sebelumnya Rp1,13 triliun.
 
Baca juga: Acset Indonusa Bukukan Rugi Bersih Rp90,69 Miliar
Meski demikian, Sekretaris Perusahaan Acset Indonusa, Maria Cesilia Hapsari mengaku optimistis perolehan kontrak baru akan meningkat lagi tahun ini setelah membukukan nilai kontrak baru sekitar Rp289 miliar yang terdiri dari proyek fondasi dan tol akses Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati.Mengenai target kontrak baru yang dibidik , Maria tidak menyebutkan  secara spesifik. Namun, Acset Indonusa sudah tergabung dalam konsorsium  pemrakarsa proyek tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami dan mengaku sudah  siap untuk mengikuti lelang di Kementerian PUPR.

Mempertimbangkan masih berlanjutnya pandemi Covid-19, perseroan pun  berupaya untuk mendapatkan proyek-proyek baru secara selektif dan  memastikan bahwa proyek tersebut sesuai dengan kemampuan dan kapasitas  operasional Perusahaan pada 2021 ini. Tahun ini, perseroan akan fokus  pada sektor fondasi, struktur, dan infrastruktur. ACST secara hati-hati  memilih proyeknya dengan melakukan analisa terhadap proyek mana yang  akan membawa lebih banyak kesempatan untuk pengembangan kompetensi.

Selanjutnya, nilai tambah bagi pemangku kepentingan ACST dan yang  berasal dari mitra kerja yang memiliki rekam jejak yang prudent, baik  dari segi manajemen keuangan maupun faktor terkait lainnya. Kami  menerapkan analisa Know Your Customer (KYC) yang menyeluruh sebelum kami  memutuskan untuk mengikuti satu tender.  Kendati demikian, ACSET tidak  secara spesifik membuat target untuk kontrak baru di tahun 2021.

Di awal tahun 2021, perseroan mengantongi nilai kontrak baru sekitar  Rp12 miliar. Dimana kontrak baru tersebut didapatkan dari proyek  pembangunan fondasi Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal Jakarta dan  fondasi Menara BRI Medan. Keduanya dioperasikan oleh anak usaha  perseroan yang terspesialisasi di bidang fondasi, Acset Pondasi  Indonusa. Dimana gabungan nilai kontrak keduanya kurang lebih Rp12  miliar.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Berhentinya beberapa proyek infrastruktur selama pandemi Covid-19, memberikan dampak terhadap pencapaian kinerja keuangan PT Acset Indonusa Tbk (ACST). Pasalnya, emiten kontraktor ini membukukan penurunan pendapatan jasa konstruksi sebesar 74,40% menjadi Rp844,43 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp3,29 triliun.

Mengutip Neraca, Begitu pula jasa konstruksi dari pihak berelasi juga turun 39,25% menjadi Rp212,66 miliar dari sebelumnya Rp350,06 miliar.
 
Baca juga: Turun Tak Biasa, BEI Pantau Saham ACST
Perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin menyebutkan, total pendapatan anjlok 69,48% menjadi Rp1,20 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp3,94 triliun. Beban penjualan mengalami tekanan hingga 340,80% menjadi Rp631,45 miliar dari sebelumnya Rp143,25 miliar.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan dapat ditekan menjadi Rp1,5 triliun dari sebelumnya Rp4,04 triliun. Kemudian rugi tahun berjalan ACST pun membengkak pada tahun lalu hingga Rp1,34 triliun atau naik 18,39% dari tahun sebelumnya Rp1,13 triliun.
 
Baca juga: Acset Indonusa Bukukan Rugi Bersih Rp90,69 Miliar
Meski demikian, Sekretaris Perusahaan Acset Indonusa, Maria Cesilia Hapsari mengaku optimistis perolehan kontrak baru akan meningkat lagi tahun ini setelah membukukan nilai kontrak baru sekitar Rp289 miliar yang terdiri dari proyek fondasi dan tol akses Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati.Mengenai target kontrak baru yang dibidik , Maria tidak menyebutkan  secara spesifik. Namun, Acset Indonusa sudah tergabung dalam konsorsium  pemrakarsa proyek tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami dan mengaku sudah  siap untuk mengikuti lelang di Kementerian PUPR.

Mempertimbangkan masih berlanjutnya pandemi Covid-19, perseroan pun  berupaya untuk mendapatkan proyek-proyek baru secara selektif dan  memastikan bahwa proyek tersebut sesuai dengan kemampuan dan kapasitas  operasional Perusahaan pada 2021 ini. Tahun ini, perseroan akan fokus  pada sektor fondasi, struktur, dan infrastruktur. ACST secara hati-hati  memilih proyeknya dengan melakukan analisa terhadap proyek mana yang  akan membawa lebih banyak kesempatan untuk pengembangan kompetensi.

Selanjutnya, nilai tambah bagi pemangku kepentingan ACST dan yang  berasal dari mitra kerja yang memiliki rekam jejak yang prudent, baik  dari segi manajemen keuangan maupun faktor terkait lainnya. Kami  menerapkan analisa Know Your Customer (KYC) yang menyeluruh sebelum kami  memutuskan untuk mengikuti satu tender.  Kendati demikian, ACSET tidak  secara spesifik membuat target untuk kontrak baru di tahun 2021.

Di awal tahun 2021, perseroan mengantongi nilai kontrak baru sekitar  Rp12 miliar. Dimana kontrak baru tersebut didapatkan dari proyek  pembangunan fondasi Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal Jakarta dan  fondasi Menara BRI Medan. Keduanya dioperasikan oleh anak usaha  perseroan yang terspesialisasi di bidang fondasi, Acset Pondasi  Indonusa. Dimana gabungan nilai kontrak keduanya kurang lebih Rp12  miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
