<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Februari Diprediksi 0,08%, Harga Cabai Jadi Biang Keroknya</title><description>Bulan Februari 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,08% (mtm).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/320/2368917/inflasi-februari-diprediksi-0-08-harga-cabai-jadi-biang-keroknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/320/2368917/inflasi-februari-diprediksi-0-08-harga-cabai-jadi-biang-keroknya"/><item><title>Inflasi Februari Diprediksi 0,08%, Harga Cabai Jadi Biang Keroknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/320/2368917/inflasi-februari-diprediksi-0-08-harga-cabai-jadi-biang-keroknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/320/2368917/inflasi-februari-diprediksi-0-08-harga-cabai-jadi-biang-keroknya</guid><pubDate>Jum'at 26 Februari 2021 16:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/26/320/2368917/inflasi-februari-diprediksi-0-08-harga-cabai-jadi-biang-keroknya-2M34sJkyoJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Cabai (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/26/320/2368917/inflasi-februari-diprediksi-0-08-harga-cabai-jadi-biang-keroknya-2M34sJkyoJ.jpg</image><title>Harga Cabai (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Februari 2021, perkembangan harga pada bulan Februari 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,08% (mtm).

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Februari 2021 secara tahun kalender sebesar 0,34% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,35% (yoy).
Baac Juga:&amp;nbsp;Menko Airlangga: Pemerintah &amp;amp; Bank Indonesia Sepakati 5 Langkah Strategis Jaga Inflasi 2021&amp;nbsp;
Penyumbang utama inflasi Februari 2021 sampai dengan minggu keempat yaitu komoditas cabai rawit, cabai merah dan kangkung masing-masing sebesar 0,02% (mtm), bawang merah, bayam, daging sapi, besi beton dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain emas perhiasan sebesar -0,03% (mtm), daging ayam ras dan telur ayam ras masing-masing sebesar -0,02% (mtm), tomat, air kemasan dan angkutan antarkota masing-masing sebesar -0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (26/2/2021)


Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Februari 2021, perkembangan harga pada bulan Februari 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,08% (mtm).

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Februari 2021 secara tahun kalender sebesar 0,34% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,35% (yoy).
Baac Juga:&amp;nbsp;Menko Airlangga: Pemerintah &amp;amp; Bank Indonesia Sepakati 5 Langkah Strategis Jaga Inflasi 2021&amp;nbsp;
Penyumbang utama inflasi Februari 2021 sampai dengan minggu keempat yaitu komoditas cabai rawit, cabai merah dan kangkung masing-masing sebesar 0,02% (mtm), bawang merah, bayam, daging sapi, besi beton dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

&quot;Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain emas perhiasan sebesar -0,03% (mtm), daging ayam ras dan telur ayam ras masing-masing sebesar -0,02% (mtm), tomat, air kemasan dan angkutan antarkota masing-masing sebesar -0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta, Jumat (26/2/2021)


Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan</content:encoded></item></channel></rss>
