<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Merek Vaksin Covid-19 Dilarang untuk Vaksinasi Mandiri</title><description>Pemerintah menetapkan empat jenis vaksin Covid-19 yang tidak dapat digunakan dalam proses vaksinasi gotong royong atau mandiri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/320/2368999/4-merek-vaksin-covid-19-dilarang-untuk-vaksinasi-mandiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/320/2368999/4-merek-vaksin-covid-19-dilarang-untuk-vaksinasi-mandiri"/><item><title>4 Merek Vaksin Covid-19 Dilarang untuk Vaksinasi Mandiri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/320/2368999/4-merek-vaksin-covid-19-dilarang-untuk-vaksinasi-mandiri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/320/2368999/4-merek-vaksin-covid-19-dilarang-untuk-vaksinasi-mandiri</guid><pubDate>Jum'at 26 Februari 2021 17:45 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/26/320/2368999/4-merek-vaksin-covid-19-dilarang-untuk-vaksinasi-mandiri-WxXP93RLmN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/26/320/2368999/4-merek-vaksin-covid-19-dilarang-untuk-vaksinasi-mandiri-WxXP93RLmN.jpg</image><title>Vaksin Covid-19 (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menetapkan empat jenis vaksin Covid-19 yang tidak dapat digunakan dalam proses vaksinasi gotong royong atau mandiri. Keempat jenis vaksin tersebut adalah vaksin Sinovac, Astrazeneca, Novavax, dan Pfizer.


Keputusan itu didasarkan pada antisipasi agar tidak terjadi kebocoran vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksin gotong royong.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19, Indra Sjafri: Terima Kasih Pemerintah atas Perhatiannya
&quot;Saya tegaskan bahwa vaksin yang tidak bisa digunakan dalam vaksinasi gotong royong adalah vaksin Sinovac, Astrazeneca, Novavax, dan Pfizer,&quot; ujar Juru Bicara Kemenkes untuk vaksinasi, Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual Jumat (26/2/2021).


Pengadaan vaksin untuk vaksinasi gotong royong sendiri akan dilakukan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PT Bio Farma (Persero). Pelaksanaanya akan dilakukan jika vaksin yang digunakan sudah tersedia di Indonesia.

 
&amp;nbsp;Baca juga: Ini Alasan Ruang Vaksinasi Covid-19 di DPR Dilarang Difoto dan Diliput
&quot;Vaksin gotong royong akan tersedia jika sudah ada vaksinnya dan pengadaan vaksin gotong royong akan menjadi ranah Kementerian BUMN dan Bio Farma,&quot; katanya.Jenis vaksin Covid-19 yang digunakan untuk vaksinasi mandiri pun  harus mendapat persetujuan penggunaan pada masa darurat atau Emergency  Use Authorization (EUA) atau penerbitan nomor izin edar (NIE) dari Badan  Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sesuai dengan ketentuan peraturan  perundang undangan.


Menteri BUMN Erick Thohir memastikan, jika vaksin yang digunakan  merupakan vaksin Sinopharm dan Moderna. Dalam proses pengadaannya,  Indonesia menargetkan ada 20,20 juta dosis yang akan dikirim ke  Indonesia.


Dua produsen farmasi global itu, masing-masing akan menyediakan 15  juta dan 5,2 juta dosis vaksin. Meski begitu, pengiriman vaksin akan  dilakukan secara bertahap. Sinopharm mulai mendistribusikan vaksin ke  Indonesia pada Maret-Juni 2021. Sedangkan Moderna akan mulai mengirim  pada Juli-Oktober tahun ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menetapkan empat jenis vaksin Covid-19 yang tidak dapat digunakan dalam proses vaksinasi gotong royong atau mandiri. Keempat jenis vaksin tersebut adalah vaksin Sinovac, Astrazeneca, Novavax, dan Pfizer.


Keputusan itu didasarkan pada antisipasi agar tidak terjadi kebocoran vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksin gotong royong.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19, Indra Sjafri: Terima Kasih Pemerintah atas Perhatiannya
&quot;Saya tegaskan bahwa vaksin yang tidak bisa digunakan dalam vaksinasi gotong royong adalah vaksin Sinovac, Astrazeneca, Novavax, dan Pfizer,&quot; ujar Juru Bicara Kemenkes untuk vaksinasi, Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual Jumat (26/2/2021).


Pengadaan vaksin untuk vaksinasi gotong royong sendiri akan dilakukan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PT Bio Farma (Persero). Pelaksanaanya akan dilakukan jika vaksin yang digunakan sudah tersedia di Indonesia.

 
&amp;nbsp;Baca juga: Ini Alasan Ruang Vaksinasi Covid-19 di DPR Dilarang Difoto dan Diliput
&quot;Vaksin gotong royong akan tersedia jika sudah ada vaksinnya dan pengadaan vaksin gotong royong akan menjadi ranah Kementerian BUMN dan Bio Farma,&quot; katanya.Jenis vaksin Covid-19 yang digunakan untuk vaksinasi mandiri pun  harus mendapat persetujuan penggunaan pada masa darurat atau Emergency  Use Authorization (EUA) atau penerbitan nomor izin edar (NIE) dari Badan  Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sesuai dengan ketentuan peraturan  perundang undangan.


Menteri BUMN Erick Thohir memastikan, jika vaksin yang digunakan  merupakan vaksin Sinopharm dan Moderna. Dalam proses pengadaannya,  Indonesia menargetkan ada 20,20 juta dosis yang akan dikirim ke  Indonesia.


Dua produsen farmasi global itu, masing-masing akan menyediakan 15  juta dan 5,2 juta dosis vaksin. Meski begitu, pengiriman vaksin akan  dilakukan secara bertahap. Sinopharm mulai mendistribusikan vaksin ke  Indonesia pada Maret-Juni 2021. Sedangkan Moderna akan mulai mengirim  pada Juli-Oktober tahun ini.</content:encoded></item></channel></rss>
