<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apa Perbedaan Vaksin China, Sinovac dan Sinopharm Serta 5 Merek Lainnya?</title><description>Upaya memproduksi vaksin Covid-19 terus berlanjut di dunia, namun China telah mengambil langkah besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/320/2369075/apa-perbedaan-vaksin-china-sinovac-dan-sinopharm-serta-5-merek-lainnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/320/2369075/apa-perbedaan-vaksin-china-sinovac-dan-sinopharm-serta-5-merek-lainnya"/><item><title>Apa Perbedaan Vaksin China, Sinovac dan Sinopharm Serta 5 Merek Lainnya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/320/2369075/apa-perbedaan-vaksin-china-sinovac-dan-sinopharm-serta-5-merek-lainnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/320/2369075/apa-perbedaan-vaksin-china-sinovac-dan-sinopharm-serta-5-merek-lainnya</guid><pubDate>Jum'at 26 Februari 2021 19:46 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/26/320/2369075/apa-perbedaan-vaksin-china-sinovac-dan-sinopharm-serta-5-merek-lainnya-cfY0rjnufE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 (Setpers)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/26/320/2369075/apa-perbedaan-vaksin-china-sinovac-dan-sinopharm-serta-5-merek-lainnya-cfY0rjnufE.jpg</image><title>Vaksin Covid-19 (Setpers)</title></images><description>JAKARTA - Upaya memproduksi vaksin Covid-19 terus berlanjut di dunia, namun China telah mengambil langkah besar dengan dua calon - Sinovac and Sinopharm - yang telah dikirimkan ke sejumlah negara termasuk Indonesia.
Melansir BBC Indonesia, Jakarta, Jumat (26/2/2021), tetapi apa yang kita ketahui sejauh ini tentang vaksin-vaksin China ini dan bagaimana perbandingannya dengan vaksin lain?
 
&amp;nbsp;Baca juga: Waspada! Vaksin Covid-19 Palsu Beromzet Miliaran Rupiah
 
Vaksin Covid-19 yang Diizinkan di Indonesia:
 
1. Sinovac
- Metode: Pelemahan virus
- Efektivitas: belum ditentukan*
- Penyimpanan: suhu lemari es (2-8 derajat Celcius)
- Biaya: Rp200 ribu
- Status Produksi/Pemesanan: 600 juta pada 2020, sebanyak 1,2 juta tiba di Indonesia.
 
2. Sinopharm
- Metode: Pelemahan virus
- Efektivitas: belum ditentukan
- Penyimpanan: Suhu lemari es (2-8 derajat Celcius)
- Biaya: Rp850 ribu
- Status produksi/pemesanan: 200 juta per tahun
 
&amp;nbsp;Baca juga: Atlet Disuntik Vaksin Covid-19, Siap Kibarkan Merah Putih di Kancah Dunia
 
3. Bio Farma-Sinovac
- Metode: pelemahan virus
- Efektivitas: 92%
- Penyimpanan: suhu lemari es (2-8 derajat celcius)
- Biaya: belum ditentukan
- Status produksi/pemesanan: 16 juta diproduksi per bulan hingga 2021
 
4. Bio Farma-Eijkman
- Metode: Protein rekombinan
- Efektivitas: belum ditentukan
- Penyimpanan: belum ditentukan
- Biaya: belum ditentukan
- Status produksi/pemesanan: masih dalam uji coba, produksi akhir 2021
 
5. Oxford Uni-Astra Zeneca
- Metode: viral vector (virus termodifikasi secara genetik)
- Efektivitas: 62-90%
- Penyimpanan: suhu lemari es
- Biaya: Rp60 ribu
- Status produksi/pemesanan: 400 juta pada akhir 2020 dan 700 juta pada kuartal I-2021
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bio Farma Bidik Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Mandiri
 
6. Moderna
- Metode: RNA (materi genetik berupa asam ribonukleat)
- Efektivitas: 95%
- Penyimpanan: -20 derajat Celcius sampai 6 bulan
- Biaya: Rp470 ribu
- Status produksi/pemesanan: 125 juta awal 2021
 
7. Pfizer-BioNtech
- Metode: RNA
- Efektivitas: 95%
- Penyimpanan: -70 derajat Celcius
- Biaya: Rp285 ribu
- Status produksi/pemesanan: 50 juta akhir 2020 dan 1,3 miliar akhir 2021.
Bagaimana cara kerja vaksin Sinovac?
Perusahaan farmasi Sinovac berada di balik pengembangan CoronaVac, yang merupakan vaksin nonaktif.
Vaksin ini bekerja dengan menggunakan partikel virus yang dimatikan untuk menjaga kekebalan tubuh.Sementara vaksin Moderna dan Pfizer yang dikembangkan di Barat adalah  vaksin mRNA. Vaksin ini menggunakan kode genetik virus corona yang  diinjeksikan ke tubuh, dan memicu badan memproduksi protein virus, yang  diharapkan cukup untuk sistem kekebalan tubuh.
&quot;Metode CoronaVac lebih tradisional dan berhasil digunakan dalam  berbagai vaksin yang sudah terkenal seperti rabies,&quot; kata Profesor Luo  Dahai dari Nanyang Technological University.
&quot;Vaksin mRNA adalah jenis baru vaksin dan (saat ini) belum ada contoh  keberhasilan [vaksin-vaksin itu yang digunakan pada penduduk],&quot;  tambah,&quot; Prof Luo.
Di atas kertas, salah satu kelebihan Sinovac adalah dapat disimpan di  kulkas biasa dengan suhu antara 2-8 derajat Celsius, seperti vaksin  Oxford, yang dibuat dari virus yang dimodifinasi secara genetika.
Vaksin Moderna harus disimpan pada suhu -20C dan vaksin Pfizeer pada -70C.
Hal itu berarti baik vaksin Sinovac dan Oxford-AstraZeneca jauh lebih  berguna di negara-negara berkembang yang mungkin tidak memiliki  fasilitas penyimpanan di suhu sangat rendah.
 
Seberapa efektif?
Sejauh ini sulit untuk disebutkan keefektifan vaksin. Menurut jurnal  The Lancet menyebut mereka hanya mendapatkan informasi dari uji pertama  dan kedua CoronaVac.
Zhu Fengcai, salah satu penulis mengatakan hasil-hasil yang ada -  berdasarkan 144 orang dalam fase pertama uji coba dan 600 orang dalam  fase kedua - menunjukkan vaksin sudah &quot;tepat digunakan untuk penggunaan  darurat&quot;.
CoronaVac tengah dalam tahap fase ketiga uji klinis di Indonesia, Brasil dan Turki.
Pekan lalu data awal dari uji klinis final di Turki menunjukkan vaksin itu efektif 91,25%.
Namun, para peneliti di Brasil mengatakan keefektifan vaksin lebih  dari 50%, meskipun hasil keseluruhan tidak disebutkan sehingga  menimbulkan pertanyaan tentang transparansi.
Vaksin itu telah memasuki tahap akhir uji coba di Brasil, negara  dengan angka kematian paling tinggi kedua di dunia, dengan data mencapai  lebih dari 200.000 sampai Jumat (08/01).
Sinovac telah disepakati untuk penggunaan darurat kelompok risiko tinggi di China sejak Juli.
September lalu, Yin dari Sinovac mengatakan uji dilakukan pada lebih  dari 1.000 relawan&quot;hanya sebagian menunjukkan kelelahan atau tak nyaman  sebagai efek samping...tak lebih dari 5%&quot;.
Prof Luo mengatakan menjelang hasil uji ketiga bahwa pada tahap itu  sulit untuk berkomentar soal efikasi vaksin karena &quot;masih terbatas  informasi yang tersedia&quot;.
&quot;Berdasarkan data awal ... CoronaVac tampaknya vaksin yang efektif, namun kami perlu menunggu hasil uji tahap ketiga,&quot; katanya.
&quot;Uji coba secara random itu ... dengan ribuan peserta. Inilah  satu-satunya cara untuk membuktikan vaksin aman dan efektif adalah  digunakan pada penduduk,&quot; tambahnya.Bagaimana dengan vaksin Sinopharm?
Sinopharm, perusahaan negara China, mengembangkan dua vaksin   Covid-19, dan seperti halnya Sinovac, juga merupakan vaksin nonaktif   yang bekerja dengan cara serupa.
Sinopharm mengumumkan 30 Desember lalu, fase tiga vaksin menunjukkan   vaksin itu 79% efektif, lebih rendah dari Pfizer dan Moderna.
Namun, Uni Emirat Arab, yang menyepakati vaksin Sinopharm bulan lalu,   mengatakan vaksi itu 86% efektif, menurut hasil awal dari fase ketiga.
Serang juru bicara perusahaan menyanggah menerangkan lebih lanjut, menurut laporan kantor berita Reuters.
Namun walaupun sudah dalam uji tahap ketiga, vaksin itu telah   didistribusikan ke hampir satu juta orang di China dalam program   darurat.
Profesor Dale Fisher, dari National University of Singapore,   mengatakan program vaksin yang dipercepat merupakan cara tak biasa,   tanpa melewati fase ketiga.
&quot;Yang normal adalah menunggu analisis fase ketiga sebelum program vaksin disetujui,&quot; katanya.
Awal Desember lalu, Perlu menghentikan uji coba vaksin Sinopharm   karena &quot;efek samping buruk&quot; terhadap seorang relawan. Namun Peru   kemudian mengatakan penundaan itu dicabut.
Penundaan uji klinis biasa dilakukan.
September lalu, Inggris menunda tes vaksin Covid-19 lain setelah   seorang peserta mengalami efek samping parah. Dan uji coba dilanjutkan   lagi setelah diketahui bahwa vaksin bukan penyebabnya.
Penyebaran virus corona di sebagian besar wilayah di China telah ditekan dan perlahan-lahan, kehidupan kembali ke &quot;normal baru&quot;.
 
Adakah calon vaksin lain?
Paling tidak dua vaksin Covid-19 lain tengah dikembangkan di China, menurut artikel di The Conversation.
Salah satu vaksin adalah CanSino Biologics, yang dilaporkan masuk   dalam fase ketiga uji coba di sejumlah negara termasuk Arab Saudi.
Vaksin lain dikembangkan oleh Anhui Zhifei Longcom. Vaksin ini   menggunakan bagian virus yang telah dimurnikan untuk memicu kekebalan   tubuh, menurut laporan itu.Negara-negara mana yang memesan vaksin China?
 
&amp;nbsp;
Awal Desember lalu, pengiriman vaksin Sinovac tiba di Indonesia dan 1,8 juta dosis lainnya akan tiba Januari.
Bebeberapa hari kemudian, dua negara Arab lain termasuk Uni Emirat Arab menyepakati vaksin Sinopharm.
Bahrain juga menyepakati vaksin Sinopharm dan mengatakan orang dewasa    dapat mendaftar online untuk mendapatkan vaksin secara gratis.
Dan Singapura mengatakan telah menandatangani pembelian vaksin termasuk Sinovac, Moderna dan Pfizer-BioNTech.
Sinovac juga dilaporkan akan dibeli Turki, Brasil dan Chile.

 
Peluncuran vaksin China
Sinovac dapat memproduksi 300 juta dosis setahun di pabrik seluas    20.000 meter persegi, kata pemimpin perusahaan kepada media pemerintah    CGTN.
Seperti vaksin-vaksin lain, Sinovac perlu dua dosis dan itu berarti    perusahaan itu dapat memvaksin 150 juta per tahun, sekitar sepersepuluh    penduduk China.
Para analis menunjuk bagaimana China berupaa memenangkan diplomasi vaksin.
Presiden Xi Jinping berjanji untuk menyisihkan US$2miliar untuk    Afrika dan juga menawarkan negara Amerika Latin, Karibia pinjaman    US$1miliar untuk membeli vaksin. Tak jelas seperti apa persayratannya.
&quot;Beijing jelas akan menggunakan alasan menyelamatkan jiwa untuk    keuntungan komersial dan diplomatik,&quot; kata Jacob Mardell, analis dari    MERICS, kepada ABC news.
Tidak jelas berapa harganya namun tim BBC di kota Yiwu, China    menyaksikan para perawat menyuntikkan vaksin seharga 400 yuan    (Rp700.00).
Bio Farma, perusahaan Indonesia, mengatakan vaksin itu harganya sekitar Rp200.000.
Harga itu jauh lebih mahal dari vaksin buatan Universitas Oxford    seharga USD4 (Rp55.000) satu dosis, sementara vaksin Moderna US$33 per    dosis.
Moderna mengatakan mereka merencanakan untuk mengapalkan 500 juta    dosis pada 2021 sementara AstraZeneca mengatakan akan memproduksi 700    juta vaksin yang dikembangkan bersama Universitas Oxford pada akhir    kwartal pertama tahun 2021.</description><content:encoded>JAKARTA - Upaya memproduksi vaksin Covid-19 terus berlanjut di dunia, namun China telah mengambil langkah besar dengan dua calon - Sinovac and Sinopharm - yang telah dikirimkan ke sejumlah negara termasuk Indonesia.
Melansir BBC Indonesia, Jakarta, Jumat (26/2/2021), tetapi apa yang kita ketahui sejauh ini tentang vaksin-vaksin China ini dan bagaimana perbandingannya dengan vaksin lain?
 
&amp;nbsp;Baca juga: Waspada! Vaksin Covid-19 Palsu Beromzet Miliaran Rupiah
 
Vaksin Covid-19 yang Diizinkan di Indonesia:
 
1. Sinovac
- Metode: Pelemahan virus
- Efektivitas: belum ditentukan*
- Penyimpanan: suhu lemari es (2-8 derajat Celcius)
- Biaya: Rp200 ribu
- Status Produksi/Pemesanan: 600 juta pada 2020, sebanyak 1,2 juta tiba di Indonesia.
 
2. Sinopharm
- Metode: Pelemahan virus
- Efektivitas: belum ditentukan
- Penyimpanan: Suhu lemari es (2-8 derajat Celcius)
- Biaya: Rp850 ribu
- Status produksi/pemesanan: 200 juta per tahun
 
&amp;nbsp;Baca juga: Atlet Disuntik Vaksin Covid-19, Siap Kibarkan Merah Putih di Kancah Dunia
 
3. Bio Farma-Sinovac
- Metode: pelemahan virus
- Efektivitas: 92%
- Penyimpanan: suhu lemari es (2-8 derajat celcius)
- Biaya: belum ditentukan
- Status produksi/pemesanan: 16 juta diproduksi per bulan hingga 2021
 
4. Bio Farma-Eijkman
- Metode: Protein rekombinan
- Efektivitas: belum ditentukan
- Penyimpanan: belum ditentukan
- Biaya: belum ditentukan
- Status produksi/pemesanan: masih dalam uji coba, produksi akhir 2021
 
5. Oxford Uni-Astra Zeneca
- Metode: viral vector (virus termodifikasi secara genetik)
- Efektivitas: 62-90%
- Penyimpanan: suhu lemari es
- Biaya: Rp60 ribu
- Status produksi/pemesanan: 400 juta pada akhir 2020 dan 700 juta pada kuartal I-2021
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bio Farma Bidik Vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Mandiri
 
6. Moderna
- Metode: RNA (materi genetik berupa asam ribonukleat)
- Efektivitas: 95%
- Penyimpanan: -20 derajat Celcius sampai 6 bulan
- Biaya: Rp470 ribu
- Status produksi/pemesanan: 125 juta awal 2021
 
7. Pfizer-BioNtech
- Metode: RNA
- Efektivitas: 95%
- Penyimpanan: -70 derajat Celcius
- Biaya: Rp285 ribu
- Status produksi/pemesanan: 50 juta akhir 2020 dan 1,3 miliar akhir 2021.
Bagaimana cara kerja vaksin Sinovac?
Perusahaan farmasi Sinovac berada di balik pengembangan CoronaVac, yang merupakan vaksin nonaktif.
Vaksin ini bekerja dengan menggunakan partikel virus yang dimatikan untuk menjaga kekebalan tubuh.Sementara vaksin Moderna dan Pfizer yang dikembangkan di Barat adalah  vaksin mRNA. Vaksin ini menggunakan kode genetik virus corona yang  diinjeksikan ke tubuh, dan memicu badan memproduksi protein virus, yang  diharapkan cukup untuk sistem kekebalan tubuh.
&quot;Metode CoronaVac lebih tradisional dan berhasil digunakan dalam  berbagai vaksin yang sudah terkenal seperti rabies,&quot; kata Profesor Luo  Dahai dari Nanyang Technological University.
&quot;Vaksin mRNA adalah jenis baru vaksin dan (saat ini) belum ada contoh  keberhasilan [vaksin-vaksin itu yang digunakan pada penduduk],&quot;  tambah,&quot; Prof Luo.
Di atas kertas, salah satu kelebihan Sinovac adalah dapat disimpan di  kulkas biasa dengan suhu antara 2-8 derajat Celsius, seperti vaksin  Oxford, yang dibuat dari virus yang dimodifinasi secara genetika.
Vaksin Moderna harus disimpan pada suhu -20C dan vaksin Pfizeer pada -70C.
Hal itu berarti baik vaksin Sinovac dan Oxford-AstraZeneca jauh lebih  berguna di negara-negara berkembang yang mungkin tidak memiliki  fasilitas penyimpanan di suhu sangat rendah.
 
Seberapa efektif?
Sejauh ini sulit untuk disebutkan keefektifan vaksin. Menurut jurnal  The Lancet menyebut mereka hanya mendapatkan informasi dari uji pertama  dan kedua CoronaVac.
Zhu Fengcai, salah satu penulis mengatakan hasil-hasil yang ada -  berdasarkan 144 orang dalam fase pertama uji coba dan 600 orang dalam  fase kedua - menunjukkan vaksin sudah &quot;tepat digunakan untuk penggunaan  darurat&quot;.
CoronaVac tengah dalam tahap fase ketiga uji klinis di Indonesia, Brasil dan Turki.
Pekan lalu data awal dari uji klinis final di Turki menunjukkan vaksin itu efektif 91,25%.
Namun, para peneliti di Brasil mengatakan keefektifan vaksin lebih  dari 50%, meskipun hasil keseluruhan tidak disebutkan sehingga  menimbulkan pertanyaan tentang transparansi.
Vaksin itu telah memasuki tahap akhir uji coba di Brasil, negara  dengan angka kematian paling tinggi kedua di dunia, dengan data mencapai  lebih dari 200.000 sampai Jumat (08/01).
Sinovac telah disepakati untuk penggunaan darurat kelompok risiko tinggi di China sejak Juli.
September lalu, Yin dari Sinovac mengatakan uji dilakukan pada lebih  dari 1.000 relawan&quot;hanya sebagian menunjukkan kelelahan atau tak nyaman  sebagai efek samping...tak lebih dari 5%&quot;.
Prof Luo mengatakan menjelang hasil uji ketiga bahwa pada tahap itu  sulit untuk berkomentar soal efikasi vaksin karena &quot;masih terbatas  informasi yang tersedia&quot;.
&quot;Berdasarkan data awal ... CoronaVac tampaknya vaksin yang efektif, namun kami perlu menunggu hasil uji tahap ketiga,&quot; katanya.
&quot;Uji coba secara random itu ... dengan ribuan peserta. Inilah  satu-satunya cara untuk membuktikan vaksin aman dan efektif adalah  digunakan pada penduduk,&quot; tambahnya.Bagaimana dengan vaksin Sinopharm?
Sinopharm, perusahaan negara China, mengembangkan dua vaksin   Covid-19, dan seperti halnya Sinovac, juga merupakan vaksin nonaktif   yang bekerja dengan cara serupa.
Sinopharm mengumumkan 30 Desember lalu, fase tiga vaksin menunjukkan   vaksin itu 79% efektif, lebih rendah dari Pfizer dan Moderna.
Namun, Uni Emirat Arab, yang menyepakati vaksin Sinopharm bulan lalu,   mengatakan vaksi itu 86% efektif, menurut hasil awal dari fase ketiga.
Serang juru bicara perusahaan menyanggah menerangkan lebih lanjut, menurut laporan kantor berita Reuters.
Namun walaupun sudah dalam uji tahap ketiga, vaksin itu telah   didistribusikan ke hampir satu juta orang di China dalam program   darurat.
Profesor Dale Fisher, dari National University of Singapore,   mengatakan program vaksin yang dipercepat merupakan cara tak biasa,   tanpa melewati fase ketiga.
&quot;Yang normal adalah menunggu analisis fase ketiga sebelum program vaksin disetujui,&quot; katanya.
Awal Desember lalu, Perlu menghentikan uji coba vaksin Sinopharm   karena &quot;efek samping buruk&quot; terhadap seorang relawan. Namun Peru   kemudian mengatakan penundaan itu dicabut.
Penundaan uji klinis biasa dilakukan.
September lalu, Inggris menunda tes vaksin Covid-19 lain setelah   seorang peserta mengalami efek samping parah. Dan uji coba dilanjutkan   lagi setelah diketahui bahwa vaksin bukan penyebabnya.
Penyebaran virus corona di sebagian besar wilayah di China telah ditekan dan perlahan-lahan, kehidupan kembali ke &quot;normal baru&quot;.
 
Adakah calon vaksin lain?
Paling tidak dua vaksin Covid-19 lain tengah dikembangkan di China, menurut artikel di The Conversation.
Salah satu vaksin adalah CanSino Biologics, yang dilaporkan masuk   dalam fase ketiga uji coba di sejumlah negara termasuk Arab Saudi.
Vaksin lain dikembangkan oleh Anhui Zhifei Longcom. Vaksin ini   menggunakan bagian virus yang telah dimurnikan untuk memicu kekebalan   tubuh, menurut laporan itu.Negara-negara mana yang memesan vaksin China?
 
&amp;nbsp;
Awal Desember lalu, pengiriman vaksin Sinovac tiba di Indonesia dan 1,8 juta dosis lainnya akan tiba Januari.
Bebeberapa hari kemudian, dua negara Arab lain termasuk Uni Emirat Arab menyepakati vaksin Sinopharm.
Bahrain juga menyepakati vaksin Sinopharm dan mengatakan orang dewasa    dapat mendaftar online untuk mendapatkan vaksin secara gratis.
Dan Singapura mengatakan telah menandatangani pembelian vaksin termasuk Sinovac, Moderna dan Pfizer-BioNTech.
Sinovac juga dilaporkan akan dibeli Turki, Brasil dan Chile.

 
Peluncuran vaksin China
Sinovac dapat memproduksi 300 juta dosis setahun di pabrik seluas    20.000 meter persegi, kata pemimpin perusahaan kepada media pemerintah    CGTN.
Seperti vaksin-vaksin lain, Sinovac perlu dua dosis dan itu berarti    perusahaan itu dapat memvaksin 150 juta per tahun, sekitar sepersepuluh    penduduk China.
Para analis menunjuk bagaimana China berupaa memenangkan diplomasi vaksin.
Presiden Xi Jinping berjanji untuk menyisihkan US$2miliar untuk    Afrika dan juga menawarkan negara Amerika Latin, Karibia pinjaman    US$1miliar untuk membeli vaksin. Tak jelas seperti apa persayratannya.
&quot;Beijing jelas akan menggunakan alasan menyelamatkan jiwa untuk    keuntungan komersial dan diplomatik,&quot; kata Jacob Mardell, analis dari    MERICS, kepada ABC news.
Tidak jelas berapa harganya namun tim BBC di kota Yiwu, China    menyaksikan para perawat menyuntikkan vaksin seharga 400 yuan    (Rp700.00).
Bio Farma, perusahaan Indonesia, mengatakan vaksin itu harganya sekitar Rp200.000.
Harga itu jauh lebih mahal dari vaksin buatan Universitas Oxford    seharga USD4 (Rp55.000) satu dosis, sementara vaksin Moderna US$33 per    dosis.
Moderna mengatakan mereka merencanakan untuk mengapalkan 500 juta    dosis pada 2021 sementara AstraZeneca mengatakan akan memproduksi 700    juta vaksin yang dikembangkan bersama Universitas Oxford pada akhir    kwartal pertama tahun 2021.</content:encoded></item></channel></rss>
