<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Pengusaha Negosiasi Ulang Sewa Kantor karena WFH</title><description>Kebijakan work from home atau bekerja dari rumah (WFH) mengubah aspek kerja.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/470/2368858/banyak-pengusaha-negosiasi-ulang-sewa-kantor-karena-wfh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/470/2368858/banyak-pengusaha-negosiasi-ulang-sewa-kantor-karena-wfh"/><item><title>Banyak Pengusaha Negosiasi Ulang Sewa Kantor karena WFH</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/470/2368858/banyak-pengusaha-negosiasi-ulang-sewa-kantor-karena-wfh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/26/470/2368858/banyak-pengusaha-negosiasi-ulang-sewa-kantor-karena-wfh</guid><pubDate>Jum'at 26 Februari 2021 15:03 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/26/470/2368858/banyak-pengusaha-negosiasi-ulang-sewa-kantor-karena-wfh-EKHF2N1ggC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perkantoran (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/26/470/2368858/banyak-pengusaha-negosiasi-ulang-sewa-kantor-karena-wfh-EKHF2N1ggC.jpg</image><title>Perkantoran (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kebijakan work from home atau bekerja dari rumah  (WFH) mengubah aspek kerja. Sebab dengan kondisi saat ini, orang dapat  memilih tempat sendiri untuk bekerja dari luar perkantoran selama masih sesuai dengan kebijakan perusahaan.

Head of Office Services of Colliers Internasionals Indonesia Bagus  Adikusumo mengatakan, akan terjadi negosiasi kontrak antara penyewa dan  pemilik tenant. Mengingat, kebijakan WFH dan efisiensi biaya hunian akan  terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: PPKM Mikro Diperpanjang, Karyawan 50% WFH
&amp;ldquo;Dengan efisiensi biaya hunian dan pelaksanaan bekerja dari rumah  yang kemungkinan besar akan terus berlanjut selama beberapa tahun ke  depan, hal pertama yang akan terjadi adalah negosiasi ulang kontrak  sewa, dengan kemungkinan adanya pengurangan area sewa dan pembaruan sewa  yang lebih awal,&amp;rdquo; ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Jumat  (26/2/2021).

Menurutnya, Bagus,  salah satu tujuan perusahaan adalah  mempertahankan keuntungan dan memastikan keberlanjutan perusahaan. Dalam  masa yang tidak pasti seperti sekarang, perusahaan perlu mengadopsi  strategi yang tepat yang sejalan dengan prospek bisnisnya dan sumber  daya yang tersedia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Permintaan Ruang Perkantoran Masih Tinggi, Terbanyak Perusahaan Teknologi
Menurut Bagus, dengan penerapan kebijakan bekerja dari rumah yang  dikeluarkan banyak perusahaan yang menyadari beberapa hal. Salah satunya  adalah melalui teknologi, bisnis dapat terus beroperasi tanpa  mengharuskan semua karyawan untuk melakukan pelaporan langsung ke  kantor.&amp;ldquo;Realisasi ini mengarahkan perusahaan pengguna kantor untuk   mempertimbangkan kembali kebutuhan ruang kantor mereka dan hal itu akan   mempengaruhi keputusan mengenai sewa kantor di masa mendatang,&amp;rdquo; jelasnya.

Secara umum, saat ini banyak perusahaan yang menghadapi situasi di   mana ruang kantornya tidak dimanfaatkan secara maksimal akibat pandemi   covid-19. Dan memaksa karyawannya untuk menerapkan strategi bekerja dari   rumah.


&amp;ldquo;Banyak perusahaan mencoba mengurangi ruang kantor mereka dan   melakukan negosiasi ulang dengan pemiliknya beberapa berhasil mencapai   kesepakatan dalam negosiasi ulang dan beberapa tidak,&amp;rdquo; kata Bagus.</description><content:encoded>JAKARTA - Kebijakan work from home atau bekerja dari rumah  (WFH) mengubah aspek kerja. Sebab dengan kondisi saat ini, orang dapat  memilih tempat sendiri untuk bekerja dari luar perkantoran selama masih sesuai dengan kebijakan perusahaan.

Head of Office Services of Colliers Internasionals Indonesia Bagus  Adikusumo mengatakan, akan terjadi negosiasi kontrak antara penyewa dan  pemilik tenant. Mengingat, kebijakan WFH dan efisiensi biaya hunian akan  terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: PPKM Mikro Diperpanjang, Karyawan 50% WFH
&amp;ldquo;Dengan efisiensi biaya hunian dan pelaksanaan bekerja dari rumah  yang kemungkinan besar akan terus berlanjut selama beberapa tahun ke  depan, hal pertama yang akan terjadi adalah negosiasi ulang kontrak  sewa, dengan kemungkinan adanya pengurangan area sewa dan pembaruan sewa  yang lebih awal,&amp;rdquo; ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Jumat  (26/2/2021).

Menurutnya, Bagus,  salah satu tujuan perusahaan adalah  mempertahankan keuntungan dan memastikan keberlanjutan perusahaan. Dalam  masa yang tidak pasti seperti sekarang, perusahaan perlu mengadopsi  strategi yang tepat yang sejalan dengan prospek bisnisnya dan sumber  daya yang tersedia.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Permintaan Ruang Perkantoran Masih Tinggi, Terbanyak Perusahaan Teknologi
Menurut Bagus, dengan penerapan kebijakan bekerja dari rumah yang  dikeluarkan banyak perusahaan yang menyadari beberapa hal. Salah satunya  adalah melalui teknologi, bisnis dapat terus beroperasi tanpa  mengharuskan semua karyawan untuk melakukan pelaporan langsung ke  kantor.&amp;ldquo;Realisasi ini mengarahkan perusahaan pengguna kantor untuk   mempertimbangkan kembali kebutuhan ruang kantor mereka dan hal itu akan   mempengaruhi keputusan mengenai sewa kantor di masa mendatang,&amp;rdquo; jelasnya.

Secara umum, saat ini banyak perusahaan yang menghadapi situasi di   mana ruang kantornya tidak dimanfaatkan secara maksimal akibat pandemi   covid-19. Dan memaksa karyawannya untuk menerapkan strategi bekerja dari   rumah.


&amp;ldquo;Banyak perusahaan mencoba mengurangi ruang kantor mereka dan   melakukan negosiasi ulang dengan pemiliknya beberapa berhasil mencapai   kesepakatan dalam negosiasi ulang dan beberapa tidak,&amp;rdquo; kata Bagus.</content:encoded></item></channel></rss>
