<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Basuki Beberkan Keuntungan Adanya Food Estate</title><description>Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mencapai target pembangunan infrastruktur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/28/320/2369683/menteri-basuki-beberkan-keuntungan-adanya-food-estate</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/28/320/2369683/menteri-basuki-beberkan-keuntungan-adanya-food-estate"/><item><title>Menteri Basuki Beberkan Keuntungan Adanya Food Estate</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/28/320/2369683/menteri-basuki-beberkan-keuntungan-adanya-food-estate</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/28/320/2369683/menteri-basuki-beberkan-keuntungan-adanya-food-estate</guid><pubDate>Minggu 28 Februari 2021 14:07 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/28/320/2369683/menteri-basuki-beberkan-keuntungan-adanya-food-estate-3rbR04ReJI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertanian (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/28/320/2369683/menteri-basuki-beberkan-keuntungan-adanya-food-estate-3rbR04ReJI.jpg</image><title>Pertanian (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mencapai target pembangunan infrastruktur guna membantu pemulihan ekonomi nasional (PEN) melalui peningkatan belanja negara. Salah satu pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan selama masa pandemi adalah pengembangan dan pengelolaan lumbung pangan (food estate).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Food and Agriculture Organization (FAO) telah mengeluarkan peringatan akan terjadinya krisis pangan akibat pandemi Covid-19. Untuk menghadapi tantangan ini, Kementerian PUPR melaksanakan pengembangan dan pengelolaan food estate berkelanjutan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri Basuki: Ketersediaan Air Jadi Kunci Pengembangan Lumbung Pangan
&quot;Ini sekaligus untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang terdampak Pandemi COVID-19,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (28/2/2021).

Dia menjelaskan, saat ini Kementerian PUPR tengah mengembangkan food estate seluas 165.000 ha di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Di samping itu, telah diprogramkan kegiatan pengembangan food estate di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Sebut Food Estate di NTT Capai 10.000 Ha
Food estate merupakan arahan Presiden Joko Widodo sebagai prioritas untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui ketahanan pangan nasional.Menurut dia, dalam pengembangannya tentu terdapat beberapa tantangan  yang dihadapi. Secara garis besar tantangan tersebut meliputi tata  kelola air, ekonomi masyarakat, lingkungan, kelembagaan dan pembiayaan.

&quot;Di masing-masing lokasi pengembangan food estate pasti memiliki  karakter dan tantangan yang berbeda-beda. Di Kalimantan Tengah kita  revitalisasi lahan eks-PLG yang bukan lahan gambut, tetapi alluvial  seluas 165.000 ha. Itu semua butuh tata kelola air yang sangat detail  dan akurat. Di sini kita prioritaskan penanganan drainasenya sehingga  lahan tidak tergenang dan bisa ditanami,&quot; jelas Basuki.

Sementara di Sumatera Utara dan NTT yang merupakan lahan kering  difokuskan pada irigasinya menggunakan gun sprinkler. &quot;Dibutuhkan  pemikiran dan kolaborasi dari berbagai sektor untuk mendapat solusi yang  tepat dan dapat diaplikasikan di lapangan,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mencapai target pembangunan infrastruktur guna membantu pemulihan ekonomi nasional (PEN) melalui peningkatan belanja negara. Salah satu pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan selama masa pandemi adalah pengembangan dan pengelolaan lumbung pangan (food estate).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Food and Agriculture Organization (FAO) telah mengeluarkan peringatan akan terjadinya krisis pangan akibat pandemi Covid-19. Untuk menghadapi tantangan ini, Kementerian PUPR melaksanakan pengembangan dan pengelolaan food estate berkelanjutan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Menteri Basuki: Ketersediaan Air Jadi Kunci Pengembangan Lumbung Pangan
&quot;Ini sekaligus untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang terdampak Pandemi COVID-19,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (28/2/2021).

Dia menjelaskan, saat ini Kementerian PUPR tengah mengembangkan food estate seluas 165.000 ha di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Di samping itu, telah diprogramkan kegiatan pengembangan food estate di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Sebut Food Estate di NTT Capai 10.000 Ha
Food estate merupakan arahan Presiden Joko Widodo sebagai prioritas untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui ketahanan pangan nasional.Menurut dia, dalam pengembangannya tentu terdapat beberapa tantangan  yang dihadapi. Secara garis besar tantangan tersebut meliputi tata  kelola air, ekonomi masyarakat, lingkungan, kelembagaan dan pembiayaan.

&quot;Di masing-masing lokasi pengembangan food estate pasti memiliki  karakter dan tantangan yang berbeda-beda. Di Kalimantan Tengah kita  revitalisasi lahan eks-PLG yang bukan lahan gambut, tetapi alluvial  seluas 165.000 ha. Itu semua butuh tata kelola air yang sangat detail  dan akurat. Di sini kita prioritaskan penanganan drainasenya sehingga  lahan tidak tergenang dan bisa ditanami,&quot; jelas Basuki.

Sementara di Sumatera Utara dan NTT yang merupakan lahan kering  difokuskan pada irigasinya menggunakan gun sprinkler. &quot;Dibutuhkan  pemikiran dan kolaborasi dari berbagai sektor untuk mendapat solusi yang  tepat dan dapat diaplikasikan di lapangan,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
