<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tak Bisa Jualan Listrik saat Banjir, PLN Disjaya Diperkirakan Rugi Nyaris Rp1 Miliar</title><description>PLN Disjaya memperkirakan  potential loss yang diakibatkan banjir Jakarta beberapa waktu laluhampir sentuh Rp1 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/28/320/2369824/tak-bisa-jualan-listrik-saat-banjir-pln-disjaya-diperkirakan-rugi-nyaris-rp1-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/02/28/320/2369824/tak-bisa-jualan-listrik-saat-banjir-pln-disjaya-diperkirakan-rugi-nyaris-rp1-miliar"/><item><title>Tak Bisa Jualan Listrik saat Banjir, PLN Disjaya Diperkirakan Rugi Nyaris Rp1 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/02/28/320/2369824/tak-bisa-jualan-listrik-saat-banjir-pln-disjaya-diperkirakan-rugi-nyaris-rp1-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/02/28/320/2369824/tak-bisa-jualan-listrik-saat-banjir-pln-disjaya-diperkirakan-rugi-nyaris-rp1-miliar</guid><pubDate>Minggu 28 Februari 2021 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/02/28/320/2369824/tak-bisa-jualan-listrik-saat-banjir-pln-disjaya-diperkirakan-rugi-nyaris-rp1-miliar-MJ7e4gEJ5Y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Banjir (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/02/28/320/2369824/tak-bisa-jualan-listrik-saat-banjir-pln-disjaya-diperkirakan-rugi-nyaris-rp1-miliar-MJ7e4gEJ5Y.jpg</image><title>Ilustrasi Banjir (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) memperkirakan potential loss yang diakibatkan banjir Jakarta beberapa waktu lalu hampir menyentuh angka Rp1 miliar. Di mana berdasarkan perkiraan, angka kehilangan potensi pendapatan dari penjualan listrik mencapai Rp960 juta.
General Manager PLN Disjaya Doddy Pangaribuan mengatakan, akibat banjir di Jakarta berdampak pada penjualan listrik ke pelanggan. Karena ada sekitar 803 kilowatt per hour (KwH) yang tidak bisa dijual ke pelanggan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Listrik di Balai Bupati Kampar Diputus, Pemkab Balas Segel Kantor PLN
&quot;Kalau di-Rupiahkan sekitar Rp960 juta selama tiga hari. Dari pelanggan terdampak tadi. Itu bukan rugi ya, itu listriknya yang tidak terjual,&quot; ujarnya kepada Media, Minggu (28/2/2021).
Mengenai kerugiannya, Doddy mengaku belum melakukan perhitungan. Sebab, pihaknya masih fokus untuk memulihkan pasokan listrik kepada pelanggan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Warga Jakarta, Listrik Terdampak Banjir Pulih 100% 
&quot;Prinsipnya saat kejadian itu belum memikirkan kerugian. Yang kami fokuskan pemulihan. Setelah selesai baru kita itung itung,&quot; jelasnya.Namun Doddy memastikan jika kerugian akibat padamnya listrik karena  banjir ini sangat minim. Meskipun ada beberapa gardu listrik milik PLN  yang terendam banjir.
&quot;Salah satu kerugian itu, misalnya ada gardu induk yang masih  terendam. Tapi kerugian ini minim kok. Biasanya kami bersihkan dan kami  semprot. Kita keringkan dan kita lapisi lapisan khusus. Biar enggak  terkena air. Lalu kami lakukan pengujian,&quot; jelasnya.
Menurut Doddy, potensial loss ini dikarenakan pihaknya tidak bisa  menjual listrik ke pelanggan karena harus dipadamkan. Pemadaman sendiri  dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat dari sengatan listrik.
&quot;Lalu dari sisi pelanggan sudah aman. Jadi biar bisa kita nyalakan.  Rugi minim kok. Tapi barangkali, ya kami jadi ada losess gak jual  listrik. Tapi itu gak berhitung itu saja,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) memperkirakan potential loss yang diakibatkan banjir Jakarta beberapa waktu lalu hampir menyentuh angka Rp1 miliar. Di mana berdasarkan perkiraan, angka kehilangan potensi pendapatan dari penjualan listrik mencapai Rp960 juta.
General Manager PLN Disjaya Doddy Pangaribuan mengatakan, akibat banjir di Jakarta berdampak pada penjualan listrik ke pelanggan. Karena ada sekitar 803 kilowatt per hour (KwH) yang tidak bisa dijual ke pelanggan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Listrik di Balai Bupati Kampar Diputus, Pemkab Balas Segel Kantor PLN
&quot;Kalau di-Rupiahkan sekitar Rp960 juta selama tiga hari. Dari pelanggan terdampak tadi. Itu bukan rugi ya, itu listriknya yang tidak terjual,&quot; ujarnya kepada Media, Minggu (28/2/2021).
Mengenai kerugiannya, Doddy mengaku belum melakukan perhitungan. Sebab, pihaknya masih fokus untuk memulihkan pasokan listrik kepada pelanggan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Warga Jakarta, Listrik Terdampak Banjir Pulih 100% 
&quot;Prinsipnya saat kejadian itu belum memikirkan kerugian. Yang kami fokuskan pemulihan. Setelah selesai baru kita itung itung,&quot; jelasnya.Namun Doddy memastikan jika kerugian akibat padamnya listrik karena  banjir ini sangat minim. Meskipun ada beberapa gardu listrik milik PLN  yang terendam banjir.
&quot;Salah satu kerugian itu, misalnya ada gardu induk yang masih  terendam. Tapi kerugian ini minim kok. Biasanya kami bersihkan dan kami  semprot. Kita keringkan dan kita lapisi lapisan khusus. Biar enggak  terkena air. Lalu kami lakukan pengujian,&quot; jelasnya.
Menurut Doddy, potensial loss ini dikarenakan pihaknya tidak bisa  menjual listrik ke pelanggan karena harus dipadamkan. Pemadaman sendiri  dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat dari sengatan listrik.
&quot;Lalu dari sisi pelanggan sudah aman. Jadi biar bisa kita nyalakan.  Rugi minim kok. Tapi barangkali, ya kami jadi ada losess gak jual  listrik. Tapi itu gak berhitung itu saja,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
