<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Orang Miskin Makin Banyak Gegara Harga Beras dan Rokok Naik</title><description>Jumlah orang miskin di Sumatera Utara mencapai 1,36 juta jiwa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/01/320/2370222/orang-miskin-makin-banyak-gegara-harga-beras-dan-rokok-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/01/320/2370222/orang-miskin-makin-banyak-gegara-harga-beras-dan-rokok-naik"/><item><title>   Orang Miskin Makin Banyak Gegara Harga Beras dan Rokok Naik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/01/320/2370222/orang-miskin-makin-banyak-gegara-harga-beras-dan-rokok-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/01/320/2370222/orang-miskin-makin-banyak-gegara-harga-beras-dan-rokok-naik</guid><pubDate>Senin 01 Maret 2021 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/01/320/2370222/orang-miskin-makin-banyak-gegara-harga-beras-dan-rokok-naik-nacstTnjZh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemiskinan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/01/320/2370222/orang-miskin-makin-banyak-gegara-harga-beras-dan-rokok-naik-nacstTnjZh.jpg</image><title>Kemiskinan (Foto: Okezone)</title></images><description>MEDAN - Jumlah orang miskin di Sumatera Utara mencapai 1,36 juta jiwa. Angka yang tercatat pada September 2020 itu bertambah 73 ribu jiwa dibandingkan pencatatan sebelumnya pada Maret 2020.


&quot;Angka kemiskinan Sumatera Utara mengalami peningkatan sebesar 0,39 poin yaitu dari 8,75% pada Maret 2020 menjadi 9,14% pada September 2020. Angka kemiskinan ini setara dengan 1,36 juta jiwa pada September 2020, atau bertambah sekitar 73 ribu jiwa dalam satu semester terakhir,&quot; kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Syech Suhaimi dalam konferensi pers virtual, Senin (1/3/2021).


Persentase penduduk miskin di Sumatera Utara, lanjut Suhaimi, berada di daerah perkotaan sebesar 9,25%. Sedangkan di daerah perdesaan  sebesar 9,02%.

&quot;Daerah perkotaan mengalami peningkatan sebesar 0,5 poin, sedangkan daerah perdesaan mengalami peningkatan sebesar 0,25 poin jika dibandingkan Maret 2020,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jauh dari Prediksi Bank Dunia, Laju Kemiskinan Indonesia Terkendali&amp;nbsp;
Garis Kemiskinan pada September 2020 tercatat sebesar Rp505.236,-/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp378.617,- (74,94%) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp126.619,- atau sekitar (25,06%).

Pada periode Maret 2020 &amp;ndash; September 2020 , Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan peningkatan. P1 naik dari 1,513 pada Maret 2020 menjadi 1,599 pada September 2020, dan P2 naik dari 0,388 menjadi 0,453.

&quot;Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung menurun dan semakin menjauh ke dalam dari garis kemiskinan, dan tingkat ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin semakin tinggi,&quot; tukasnya.

Beberapa faktor yang diduga berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Sumatera Utara pada periode Maret 2020-September 2020 antara lain adalah Pandemi Covid-19 yang berkelanjutan dan berdampak pada perubahan perilaku serta aktivitas ekonomi penduduk sehingga mendorong terjadinya peningkatan angka kemiskinan.

Kemudian Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,91% pada Agustus 2020, meningkat jika dibandingkan dengan TPT Februari 2020 yang sebesar 4,73%. Ekonomi Sumatera Utara triwulan III-2020 terhadap triwulan III-2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,60% (y-on-y). Angka ini jauh menurun dibanding capaian triwulan III-2019 yang tumbuh sebesar 5,11% (y-on-y).

Selama periode Maret 2020 - September 2020, laju Inflasi Umum Relatif Rendah, dimana angka inflasi umum tercatat sebesar 0,12 persen. Pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan III 2020 terkontraksi sebesar 5,76% (y-on-y), menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang tumbuh sebesar 4,92%.

&quot;Kenaikan harga beras, rokok kretek dan juga bahan makanan lainnya, berpengaruh sangat signifikan terhadap tingkat konsumsi dan kemiskinan masyarakat di Sumut,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>MEDAN - Jumlah orang miskin di Sumatera Utara mencapai 1,36 juta jiwa. Angka yang tercatat pada September 2020 itu bertambah 73 ribu jiwa dibandingkan pencatatan sebelumnya pada Maret 2020.


&quot;Angka kemiskinan Sumatera Utara mengalami peningkatan sebesar 0,39 poin yaitu dari 8,75% pada Maret 2020 menjadi 9,14% pada September 2020. Angka kemiskinan ini setara dengan 1,36 juta jiwa pada September 2020, atau bertambah sekitar 73 ribu jiwa dalam satu semester terakhir,&quot; kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Syech Suhaimi dalam konferensi pers virtual, Senin (1/3/2021).


Persentase penduduk miskin di Sumatera Utara, lanjut Suhaimi, berada di daerah perkotaan sebesar 9,25%. Sedangkan di daerah perdesaan  sebesar 9,02%.

&quot;Daerah perkotaan mengalami peningkatan sebesar 0,5 poin, sedangkan daerah perdesaan mengalami peningkatan sebesar 0,25 poin jika dibandingkan Maret 2020,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jauh dari Prediksi Bank Dunia, Laju Kemiskinan Indonesia Terkendali&amp;nbsp;
Garis Kemiskinan pada September 2020 tercatat sebesar Rp505.236,-/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp378.617,- (74,94%) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp126.619,- atau sekitar (25,06%).

Pada periode Maret 2020 &amp;ndash; September 2020 , Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan peningkatan. P1 naik dari 1,513 pada Maret 2020 menjadi 1,599 pada September 2020, dan P2 naik dari 0,388 menjadi 0,453.

&quot;Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung menurun dan semakin menjauh ke dalam dari garis kemiskinan, dan tingkat ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin semakin tinggi,&quot; tukasnya.

Beberapa faktor yang diduga berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Sumatera Utara pada periode Maret 2020-September 2020 antara lain adalah Pandemi Covid-19 yang berkelanjutan dan berdampak pada perubahan perilaku serta aktivitas ekonomi penduduk sehingga mendorong terjadinya peningkatan angka kemiskinan.

Kemudian Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,91% pada Agustus 2020, meningkat jika dibandingkan dengan TPT Februari 2020 yang sebesar 4,73%. Ekonomi Sumatera Utara triwulan III-2020 terhadap triwulan III-2019 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,60% (y-on-y). Angka ini jauh menurun dibanding capaian triwulan III-2019 yang tumbuh sebesar 5,11% (y-on-y).

Selama periode Maret 2020 - September 2020, laju Inflasi Umum Relatif Rendah, dimana angka inflasi umum tercatat sebesar 0,12 persen. Pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan III 2020 terkontraksi sebesar 5,76% (y-on-y), menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang tumbuh sebesar 4,92%.

&quot;Kenaikan harga beras, rokok kretek dan juga bahan makanan lainnya, berpengaruh sangat signifikan terhadap tingkat konsumsi dan kemiskinan masyarakat di Sumut,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
