<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diskon PPN Properti, Basuki: Bantu Masyarakat Beli Rumah Layak</title><description>Pemerintah memberikan insentif untuk pembelian properti baik rumah tapak maupun rumah susun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/01/470/2370437/diskon-ppn-properti-basuki-bantu-masyarakat-beli-rumah-layak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/01/470/2370437/diskon-ppn-properti-basuki-bantu-masyarakat-beli-rumah-layak"/><item><title>Diskon PPN Properti, Basuki: Bantu Masyarakat Beli Rumah Layak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/01/470/2370437/diskon-ppn-properti-basuki-bantu-masyarakat-beli-rumah-layak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/01/470/2370437/diskon-ppn-properti-basuki-bantu-masyarakat-beli-rumah-layak</guid><pubDate>Senin 01 Maret 2021 20:03 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/01/470/2370437/diskon-ppn-properti-basuki-bantu-masyarakat-beli-rumah-layak-4opCLBUwR6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/01/470/2370437/diskon-ppn-properti-basuki-bantu-masyarakat-beli-rumah-layak-4opCLBUwR6.jpg</image><title>Rumah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah memberikan insentif untuk pembelian properti baik rumah tapak maupun rumah susun. Insentif tersebut berupa diskon PPN untuk hunian hingga Rp5 miliar.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK/010/2021) yang mulai berlaku pada hari ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tidak Semua Bank Bisa Kasih KPR DP 0%
Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dengan adanya kebijakan yang baru ini akan mendorong penjualan pasokan rumah yang telah dibangun oleh pengembang pada 2020 dan 2021 yang belum terserap oleh pasar.

&quot;Insentif ini membantu masyarakat untuk memperoleh rumah yang layak huni dan sudah ada di pasar perumahan melalui pembebasan PPN,&quot; ujar dia dalam telekonfrensi, Senin (1/3/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Reaksi Anies soal Anggaran Rumah DP 0 Rupiah Dipangkas Rp500 Miliar
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, alasan penghapusan PPN untuk pembelian rumah karena sektor properti sangat terdampak pandemi, di sisi lain sektor ini banyak menyerap tenaga kerja dan banyak berkaitan dengan industri lain, sehingga butuh dukungan stimulus dari pemerintah.

&quot;Kemudian pemerintah terus berupaya melakukan berbagai insentif agar kelompok masyarakat bisa belanja,&quot; ujar Airlangga dalam video virtual.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah memberikan insentif untuk pembelian properti baik rumah tapak maupun rumah susun. Insentif tersebut berupa diskon PPN untuk hunian hingga Rp5 miliar.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 21/PMK/010/2021) yang mulai berlaku pada hari ini.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tidak Semua Bank Bisa Kasih KPR DP 0%
Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dengan adanya kebijakan yang baru ini akan mendorong penjualan pasokan rumah yang telah dibangun oleh pengembang pada 2020 dan 2021 yang belum terserap oleh pasar.

&quot;Insentif ini membantu masyarakat untuk memperoleh rumah yang layak huni dan sudah ada di pasar perumahan melalui pembebasan PPN,&quot; ujar dia dalam telekonfrensi, Senin (1/3/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Reaksi Anies soal Anggaran Rumah DP 0 Rupiah Dipangkas Rp500 Miliar
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, alasan penghapusan PPN untuk pembelian rumah karena sektor properti sangat terdampak pandemi, di sisi lain sektor ini banyak menyerap tenaga kerja dan banyak berkaitan dengan industri lain, sehingga butuh dukungan stimulus dari pemerintah.

&quot;Kemudian pemerintah terus berupaya melakukan berbagai insentif agar kelompok masyarakat bisa belanja,&quot; ujar Airlangga dalam video virtual.</content:encoded></item></channel></rss>
