<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sampoerna Agro Terbitkan Surat Utang Rp569,5 Miliar</title><description>Perkuat likuiditas guna menunjang ekspansi bisnisnya, PT Sampoerna Agro  Tbk (SGRO) bakal menerbitkan surat utang senilai Rp 569,5 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/02/278/2370775/sampoerna-agro-terbitkan-surat-utang-rp569-5-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/02/278/2370775/sampoerna-agro-terbitkan-surat-utang-rp569-5-miliar"/><item><title>Sampoerna Agro Terbitkan Surat Utang Rp569,5 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/02/278/2370775/sampoerna-agro-terbitkan-surat-utang-rp569-5-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/02/278/2370775/sampoerna-agro-terbitkan-surat-utang-rp569-5-miliar</guid><pubDate>Selasa 02 Maret 2021 12:24 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/02/278/2370775/sampoerna-agro-terbitkan-surat-utang-rp569-5-miliar-e92AnchOxK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/02/278/2370775/sampoerna-agro-terbitkan-surat-utang-rp569-5-miliar-e92AnchOxK.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Perkuat likuiditas guna menunjang ekspansi bisnisnya, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) bakal menerbitkan surat utang senilai Rp 569,5 miliar. Surat utang ini terdiri dari obligasi senilai Rp174,61 miliar dan sukuk sebesar Rp 394,88 miliar.

Mengutip Neraca, Jakarta, Selasa (2/3/2021), emiten perkebunan ini menjelaskan, surat utang ini merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan I dengan target dana Rp1 triliun dan sukuk ijarah berkelanjutan I dengan nilai sama Rp1 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Laba Bersih Sampoerna Agro Anjlok 76% Jadi Rp55,52 Miliar
Pada 2020, Sampoerna Agro sudah menerbitkan tahap pertama dari obligasi dan sukuk tersebut dengan nilai masing-masing Rp300 miliar. Sementara untuk obligasi berkelanjutan I Tahap II akan diterbitkan dalam dua seri.

Seri A diterbitkan dengan nilai pokok Rp 127,66 miliar, tenor tiga tahun dan tingkat bunga 9,45%. Seri B memiliki nilai pokok Rp 46,95 miliar, tingkat bunga 10,35% dan tenor lima tahun. Sedangkan untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II juga diterbitkan dalam dua seri. Seri A memiliki nilai pokok Rp 236,63 miliar, cicilan imbalan sebesar ijarah sebesar Rp 22,36 miliar dan tenor tiga tahun. Seri B, nilai pokoknya sebesar Rp 158,25 miliar, cicilan imbalan ijarah sebesar Rp 16,37 miliar dan tenor lima tahun.

Obligasi ini ditawarkan pada 8-10 Maret 2021 dan pencatatan di bursa pada 18 Maret 2021. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Sucor Sekuritas. Tahun ini, Sampoerna Agro mengalokasikan belanja modal (capita expenditure/capex) sekitar Rp 400-600 miliar.Head of Investor Relations Sampoerna Agro, Michael Kesuma mengatakan,  alokasi capex 2021 sama dengan anggaran tahun lalu. Sebanyak 60%-70%  capex akan disalurkan untuk kegiatan aset perkebunan, pemeliharaan,  replanting, serta penanaman baru. Sementara 40% bakal diserap untuk aset  tetap meliputi bangunan, pabrik, mesin, dan infrastruktur pendukung.  &amp;ldquo;Strategi kami tahun ini adalah memastikan operasional berjalan mulus  dengan protokol kesehatan Covid-19, karena sekarang kita diliputi  ketidakpastian dan ekonomi global juga sedang lamban,&amp;rdquo; jelas dia.

Menurut Michael, perseroan menerapkan strategi yang selektif dalam  penggunaan capex tahun ini karena pandemi masih berlangsung. Perseroan  berencana lebih agresif menggelar ekspansi apabila pandemi telah mereda.  Adapun PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat A-  untuk obligasi berkelanjutan I dan A-sy untuk sukuk ijarah berkelanjutan  I pada Desember 2020. Prospek perusahaan adalah stabil. Penerbit  obligasi dengan peringkat tersebut memiliki kapabilitas yang kuat untuk  memenuhi komitmen keuangan jangka panjang.

Berdasarkan penilaian Pefindo, peringkat yang diberikan mencerminkan  profil perkebunan kelapa sawit Sampoerna Agro yang menguntungkan,  operasi hulu yang terintegrasi secara vertikal, dan pemintaan minyak  sawit mentah di pasar domestik yang stabil. Peringkat tersebut dibatasi  oleh struktur permodalan perusahaan yang highly leverage, proteksi arus  kas yang lemah, dan eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas global  dan cuaca yang kurang mendukung.

Peringkat Sampoerna Agro bisa dinaikkan apabila mampu mencapai  pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan, memperluas area kebun,  atau meningkatkan kapasitas produksi. Hal ini juga harus dibarengi  dengan perbaikan struktur permodalan dan proteksi terhadap arus kas.</description><content:encoded>JAKARTA - Perkuat likuiditas guna menunjang ekspansi bisnisnya, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) bakal menerbitkan surat utang senilai Rp 569,5 miliar. Surat utang ini terdiri dari obligasi senilai Rp174,61 miliar dan sukuk sebesar Rp 394,88 miliar.

Mengutip Neraca, Jakarta, Selasa (2/3/2021), emiten perkebunan ini menjelaskan, surat utang ini merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan I dengan target dana Rp1 triliun dan sukuk ijarah berkelanjutan I dengan nilai sama Rp1 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Laba Bersih Sampoerna Agro Anjlok 76% Jadi Rp55,52 Miliar
Pada 2020, Sampoerna Agro sudah menerbitkan tahap pertama dari obligasi dan sukuk tersebut dengan nilai masing-masing Rp300 miliar. Sementara untuk obligasi berkelanjutan I Tahap II akan diterbitkan dalam dua seri.

Seri A diterbitkan dengan nilai pokok Rp 127,66 miliar, tenor tiga tahun dan tingkat bunga 9,45%. Seri B memiliki nilai pokok Rp 46,95 miliar, tingkat bunga 10,35% dan tenor lima tahun. Sedangkan untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II juga diterbitkan dalam dua seri. Seri A memiliki nilai pokok Rp 236,63 miliar, cicilan imbalan sebesar ijarah sebesar Rp 22,36 miliar dan tenor tiga tahun. Seri B, nilai pokoknya sebesar Rp 158,25 miliar, cicilan imbalan ijarah sebesar Rp 16,37 miliar dan tenor lima tahun.

Obligasi ini ditawarkan pada 8-10 Maret 2021 dan pencatatan di bursa pada 18 Maret 2021. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Sucor Sekuritas. Tahun ini, Sampoerna Agro mengalokasikan belanja modal (capita expenditure/capex) sekitar Rp 400-600 miliar.Head of Investor Relations Sampoerna Agro, Michael Kesuma mengatakan,  alokasi capex 2021 sama dengan anggaran tahun lalu. Sebanyak 60%-70%  capex akan disalurkan untuk kegiatan aset perkebunan, pemeliharaan,  replanting, serta penanaman baru. Sementara 40% bakal diserap untuk aset  tetap meliputi bangunan, pabrik, mesin, dan infrastruktur pendukung.  &amp;ldquo;Strategi kami tahun ini adalah memastikan operasional berjalan mulus  dengan protokol kesehatan Covid-19, karena sekarang kita diliputi  ketidakpastian dan ekonomi global juga sedang lamban,&amp;rdquo; jelas dia.

Menurut Michael, perseroan menerapkan strategi yang selektif dalam  penggunaan capex tahun ini karena pandemi masih berlangsung. Perseroan  berencana lebih agresif menggelar ekspansi apabila pandemi telah mereda.  Adapun PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat A-  untuk obligasi berkelanjutan I dan A-sy untuk sukuk ijarah berkelanjutan  I pada Desember 2020. Prospek perusahaan adalah stabil. Penerbit  obligasi dengan peringkat tersebut memiliki kapabilitas yang kuat untuk  memenuhi komitmen keuangan jangka panjang.

Berdasarkan penilaian Pefindo, peringkat yang diberikan mencerminkan  profil perkebunan kelapa sawit Sampoerna Agro yang menguntungkan,  operasi hulu yang terintegrasi secara vertikal, dan pemintaan minyak  sawit mentah di pasar domestik yang stabil. Peringkat tersebut dibatasi  oleh struktur permodalan perusahaan yang highly leverage, proteksi arus  kas yang lemah, dan eksposur terhadap fluktuasi harga komoditas global  dan cuaca yang kurang mendukung.

Peringkat Sampoerna Agro bisa dinaikkan apabila mampu mencapai  pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan, memperluas area kebun,  atau meningkatkan kapasitas produksi. Hal ini juga harus dibarengi  dengan perbaikan struktur permodalan dan proteksi terhadap arus kas.</content:encoded></item></channel></rss>
