<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Disuruh Beli Mobil Baru tapi BLT Subsidi Gaji Tak Cair</title><description>Pemerintah tidak melanjutkan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi pekerja bergaji di bawah Rp5 juta tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/02/320/2370949/disuruh-beli-mobil-baru-tapi-blt-subsidi-gaji-tak-cair</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/02/320/2370949/disuruh-beli-mobil-baru-tapi-blt-subsidi-gaji-tak-cair"/><item><title>Disuruh Beli Mobil Baru tapi BLT Subsidi Gaji Tak Cair</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/02/320/2370949/disuruh-beli-mobil-baru-tapi-blt-subsidi-gaji-tak-cair</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/02/320/2370949/disuruh-beli-mobil-baru-tapi-blt-subsidi-gaji-tak-cair</guid><pubDate>Selasa 02 Maret 2021 16:12 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/02/320/2370949/disuruh-beli-mobil-baru-tapi-blt-subsidi-gaji-tak-cair-SwEcagldQR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/02/320/2370949/disuruh-beli-mobil-baru-tapi-blt-subsidi-gaji-tak-cair-SwEcagldQR.jpg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah tidak melanjutkan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi pekerja bergaji di bawah Rp5 juta tahun ini. Pasalnya, BLT subsidi gaji pekerja itu tidak dianggarkan dalam APBN 2021.
Menanggapi hal itu, salah satu pekerja swasta Eka Prasetya menyesalkan keputusan pemerintah yang tak lagi memberikan BLT sebesar Rp2,4 juta kepada para pekerja yang upahnya masih rendah. Sebab itu amat membantu dirinya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah krisis ekonomi yang masih melanda Indonesia.
Baca Juga: Terungkap! 4 Tantangan Integrasi Data Dana Bansos hingga BLT
 
&quot;Saya harap Ibu Menaker Ida Fauziyah kembali mengusulkan program BLT gaji untuk dilanjukan. Kami para pekerja masih membutuhkan bantuan dari pemerintah,&quot; kata Eka kepada Okezone, Selasa (2/3/2021).
Hal senada dikatakan, Muklis yang merasa kebijakan pemerintah menyetop penyaluran BLT gaji adalah hal yang keliru. Padahal, dengan adanya bantuan tersebut dirinya amat terbantu di tengah manajemen tempat kerjanya yang mengeluarkan kebijakan pemotongan gaji.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQxOTcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Pemerintah harusnya sadar kalau sekarang ini banyak perusahaan yang memotong gaji karyawannya. Jadi sebaiknya BLT gaji itu tidak dihentikan,&quot; kata dia. Sementara itu, Sarah Wijayanto berharap pemerintah kembali mengucurkan BLT gaji, setidaknya hingga krisis ekonomi sudah mulai pulih.&quot;BLT gaji itu sangat kami butuhkan, karena kini situasinya elemen  masyarakat menengah ke bawah membutuhkan bantuan dari pemerintah,&quot;  ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta masyarakat  berpendapatan menengah segera membeli mobil baru mulai Maret 2021.
&quot;Sekarang saatnya beli mobil baru, kalau menunggu setelah Mei, harga  berbeda karena PPnBM yang ditanggung pemerintah pada Juni Agustus 2021  hanya sebesar 50%, lalu pada September-Desember 2021 25%,&quot; jelas Sri  Mulyani dalam video virtual.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah tidak melanjutkan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi pekerja bergaji di bawah Rp5 juta tahun ini. Pasalnya, BLT subsidi gaji pekerja itu tidak dianggarkan dalam APBN 2021.
Menanggapi hal itu, salah satu pekerja swasta Eka Prasetya menyesalkan keputusan pemerintah yang tak lagi memberikan BLT sebesar Rp2,4 juta kepada para pekerja yang upahnya masih rendah. Sebab itu amat membantu dirinya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah krisis ekonomi yang masih melanda Indonesia.
Baca Juga: Terungkap! 4 Tantangan Integrasi Data Dana Bansos hingga BLT
 
&quot;Saya harap Ibu Menaker Ida Fauziyah kembali mengusulkan program BLT gaji untuk dilanjukan. Kami para pekerja masih membutuhkan bantuan dari pemerintah,&quot; kata Eka kepada Okezone, Selasa (2/3/2021).
Hal senada dikatakan, Muklis yang merasa kebijakan pemerintah menyetop penyaluran BLT gaji adalah hal yang keliru. Padahal, dengan adanya bantuan tersebut dirinya amat terbantu di tengah manajemen tempat kerjanya yang mengeluarkan kebijakan pemotongan gaji.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMS8wNi82Ny8xMjQxOTcvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Pemerintah harusnya sadar kalau sekarang ini banyak perusahaan yang memotong gaji karyawannya. Jadi sebaiknya BLT gaji itu tidak dihentikan,&quot; kata dia. Sementara itu, Sarah Wijayanto berharap pemerintah kembali mengucurkan BLT gaji, setidaknya hingga krisis ekonomi sudah mulai pulih.&quot;BLT gaji itu sangat kami butuhkan, karena kini situasinya elemen  masyarakat menengah ke bawah membutuhkan bantuan dari pemerintah,&quot;  ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta masyarakat  berpendapatan menengah segera membeli mobil baru mulai Maret 2021.
&quot;Sekarang saatnya beli mobil baru, kalau menunggu setelah Mei, harga  berbeda karena PPnBM yang ditanggung pemerintah pada Juni Agustus 2021  hanya sebesar 50%, lalu pada September-Desember 2021 25%,&quot; jelas Sri  Mulyani dalam video virtual.
</content:encoded></item></channel></rss>
