<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Diramal Melemah meski Imbal Hasil Obligasi AS Turun   </title><description>Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/320/2371324/rupiah-diramal-melemah-meski-imbal-hasil-obligasi-as-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/320/2371324/rupiah-diramal-melemah-meski-imbal-hasil-obligasi-as-turun"/><item><title>Rupiah Diramal Melemah meski Imbal Hasil Obligasi AS Turun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/320/2371324/rupiah-diramal-melemah-meski-imbal-hasil-obligasi-as-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/320/2371324/rupiah-diramal-melemah-meski-imbal-hasil-obligasi-as-turun</guid><pubDate>Rabu 03 Maret 2021 08:49 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/03/320/2371324/rupiah-diramal-melemah-meski-imbal-hasil-obligasi-as-turun-K18q1fbpGI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/03/320/2371324/rupiah-diramal-melemah-meski-imbal-hasil-obligasi-as-turun-K18q1fbpGI.jpg</image><title>Rupiah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini. Rupiah berpotensi melemah karena masih tingginya yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun.

Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra mengatakan yield obligasi Pemerintah AS masih bergerak di atas kisaran 1,4%.

&quot;Sentimen kenaikan inflasi di AS karena stimulus dan prospek pemulihan ekonomi AS masih menahan yield di level tinggi,&quot; kata Ariston di Jakarta, Rabu (3/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Rupiah Melemah ke Rp14.275/USD, Tunduk Lawan Dolar AS&amp;nbsp;
Sementara dari dalam negri, pemangkasan suku bunga acuan BI yang memperkecil spread dengan yield aset dolar AS juga memberikan tekanan ke rupiah.

&quot;USD-IDR mungkin bergerak di kisaran Rp14.250-Rp14.370 hari ini,&quot; tandasnya.

Sebelumnya, nilai tukar (kurs) yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore masih berlanjut melemah, meski imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat telah turun pada pekan ini.

Rupiah ditutup melemah 70 poin atau 0,49% ke posisi Rp14.325 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.255 per dolar AS.

&quot;Dari eksternal, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh menguatnya indeks dolar AS,&quot; kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun kini stabil di level 1,42% setelah sempat naik hingga 1,6% pada pekan lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini. Rupiah berpotensi melemah karena masih tingginya yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun.

Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra mengatakan yield obligasi Pemerintah AS masih bergerak di atas kisaran 1,4%.

&quot;Sentimen kenaikan inflasi di AS karena stimulus dan prospek pemulihan ekonomi AS masih menahan yield di level tinggi,&quot; kata Ariston di Jakarta, Rabu (3/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Rupiah Melemah ke Rp14.275/USD, Tunduk Lawan Dolar AS&amp;nbsp;
Sementara dari dalam negri, pemangkasan suku bunga acuan BI yang memperkecil spread dengan yield aset dolar AS juga memberikan tekanan ke rupiah.

&quot;USD-IDR mungkin bergerak di kisaran Rp14.250-Rp14.370 hari ini,&quot; tandasnya.

Sebelumnya, nilai tukar (kurs) yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore masih berlanjut melemah, meski imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat telah turun pada pekan ini.

Rupiah ditutup melemah 70 poin atau 0,49% ke posisi Rp14.325 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.255 per dolar AS.

&quot;Dari eksternal, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh menguatnya indeks dolar AS,&quot; kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun kini stabil di level 1,42% setelah sempat naik hingga 1,6% pada pekan lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
