<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyek Tol Dalam Kota Medan Ditunda, Apa Alasannya?</title><description>Penundaan pelaksanaan proyek pembangunan jalan tol dalam kota (Medan Intra Urban Toll Road/MIUTR)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/320/2371628/proyek-tol-dalam-kota-medan-ditunda-apa-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/320/2371628/proyek-tol-dalam-kota-medan-ditunda-apa-alasannya"/><item><title>Proyek Tol Dalam Kota Medan Ditunda, Apa Alasannya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/320/2371628/proyek-tol-dalam-kota-medan-ditunda-apa-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/320/2371628/proyek-tol-dalam-kota-medan-ditunda-apa-alasannya</guid><pubDate>Rabu 03 Maret 2021 15:36 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/03/320/2371628/proyek-tol-dalam-kota-medan-ditunda-apa-alasannya-cACe1OjKup.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proyek Jalan Tol Medan Ditunda. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/03/320/2371628/proyek-tol-dalam-kota-medan-ditunda-apa-alasannya-cACe1OjKup.jpg</image><title>Proyek Jalan Tol Medan Ditunda. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, terpaksa menunda pelaksanaan proyek pembangunan jalan tol dalam kota (Medan Intra Urban Toll Road/MIUTR). Penundaan sebagai dampak dari Pandemi Covid-19 yang belum usai.
&quot;Tetap akan jalan, hanya kita tunda dulu sementara,&quot; sebut Edy saat menjawab pertanyaan wartawan , Rabu (3/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Mengintip Progres Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu
Menurut Edy, di tengah Pandemi Covid-29 seperti saat ini, ada program-program pembangunan yang menjadi prioritas. Begitu pula dalam setiap jangka waktu pengerjaannya baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Dan hal itu jugalah yang menurutnya harus ditaati dengan tetap melihat situasi yang sedang terjadi.
&quot;Siapapun gubernurnya nanti, taati ini,&quot; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Beroperasi Awal Kuartal II-2021, Jalan Tol Cinere-Serpong Tunggu Lulus Uji Laik
Proyek MIUTR ini merupakan rencana ambisius Edy Rahmayadi untuk meretas kemacetan yang ada di Medan. Proyek yang telah dicanangkan sejak tahun 2019 lalu itu akan dibangun mengikuti alur Sungai Deli sepanjang 30 kilometer dengan jumlah investasi yang direncanakan mencapai Rp 7 triliun.
Adapun tol dalam Kota Medan itu, terdiri dari 3 seksi. Seksi I Helvetia - Titi Kuning sepanjang 14,28 km, Seksi II Titi Kuning - Pulo Brayan sepanjang 12,84 km dan Seksi III Titi Kuning - Amplas sepanjang 4,25 km.</description><content:encoded>MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, terpaksa menunda pelaksanaan proyek pembangunan jalan tol dalam kota (Medan Intra Urban Toll Road/MIUTR). Penundaan sebagai dampak dari Pandemi Covid-19 yang belum usai.
&quot;Tetap akan jalan, hanya kita tunda dulu sementara,&quot; sebut Edy saat menjawab pertanyaan wartawan , Rabu (3/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Mengintip Progres Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu
Menurut Edy, di tengah Pandemi Covid-29 seperti saat ini, ada program-program pembangunan yang menjadi prioritas. Begitu pula dalam setiap jangka waktu pengerjaannya baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Dan hal itu jugalah yang menurutnya harus ditaati dengan tetap melihat situasi yang sedang terjadi.
&quot;Siapapun gubernurnya nanti, taati ini,&quot; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Beroperasi Awal Kuartal II-2021, Jalan Tol Cinere-Serpong Tunggu Lulus Uji Laik
Proyek MIUTR ini merupakan rencana ambisius Edy Rahmayadi untuk meretas kemacetan yang ada di Medan. Proyek yang telah dicanangkan sejak tahun 2019 lalu itu akan dibangun mengikuti alur Sungai Deli sepanjang 30 kilometer dengan jumlah investasi yang direncanakan mencapai Rp 7 triliun.
Adapun tol dalam Kota Medan itu, terdiri dari 3 seksi. Seksi I Helvetia - Titi Kuning sepanjang 14,28 km, Seksi II Titi Kuning - Pulo Brayan sepanjang 12,84 km dan Seksi III Titi Kuning - Amplas sepanjang 4,25 km.</content:encoded></item></channel></rss>
