<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>APBN Defisit, Sri Mulyani Bersyukur tapi...</title><description>Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 mengalami defisit yang cukup dalam</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/320/2371726/apbn-defisit-sri-mulyani-bersyukur-tapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/320/2371726/apbn-defisit-sri-mulyani-bersyukur-tapi"/><item><title>APBN Defisit, Sri Mulyani Bersyukur tapi...</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/320/2371726/apbn-defisit-sri-mulyani-bersyukur-tapi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/320/2371726/apbn-defisit-sri-mulyani-bersyukur-tapi</guid><pubDate>Rabu 03 Maret 2021 17:44 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/03/320/2371726/apbn-defisit-sri-mulyani-bersyukur-tapi-ZbydPbYn1o.png" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Instagram Sri Mulyani)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/03/320/2371726/apbn-defisit-sri-mulyani-bersyukur-tapi-ZbydPbYn1o.png</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Instagram Sri Mulyani)</title></images><description>JAKARTA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 mengalami defisit yang cukup dalam. Namun, pelebaran ini jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lainnya.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, defisit APBN pada 2020 lalu mencapai sebesar Rp 956,3 triliun. Jumlah tersebut setara 6,09% dari produk domestik bruto (PDB).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Pamer Defisit APBN RI Masih Kecil meski Tekor Rp956 Triliun
Sementara itu, beberapa contoh negara lain yang defisitnya lebih besar adalah India 13%. Kemudian dibandingkan dengan negara tetangga seperti FIlipina 8,1% dan Malaysia di 6,5%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, meskipun negara-negara tersebut mengalami defisit APBN yang besar, dirinya mengklaim angka pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih baik. Indonesia sepanjang 2020 pertumbuhan ekonominya mengalam kontraksi 2,07%.
Baca Juga:&amp;nbsp;APBN 2021 Sudah Tekor Rp45,7 Triliun, Pendapatan Negara Terkontraksi
&amp;ldquo;Dan meskipun negara-negara ini dengan defisit APBN mereka dihadapkan kepada kontraksi ekonomi yang jauh lebih dalam. Artinya mereka mengeluarkan anggaran lebih besar namun ekonominya kontraksinya tetap sangat parah,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Webinar Balitbang Kementerian Perhubungan, Rabu (3/3/2021).
Menurut Sri Mulyani, hal ini menjadi capaian yang harus disyukuri. Meskipun begitu, bukan berarti Indonesia bisa terlena dengan capaian tren pertumbuban ekonomi yang cenderung membaik.Apalagi, saat ini pandemi covid-19 masih belum hilang sepenuhnya dari Indonesia. Angka kasus positif juga masih cukup tinggi meskipun trennya sudah mengarah ke yang lebih baik.
&amp;ldquo;Ini suatu capaian yang harus kita syukuri namun tidak membuat kita terlena. Indonesia perlu untuk terus menjaga kewaspadaan karena covid masih terus menjangkit,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 mengalami defisit yang cukup dalam. Namun, pelebaran ini jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lainnya.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, defisit APBN pada 2020 lalu mencapai sebesar Rp 956,3 triliun. Jumlah tersebut setara 6,09% dari produk domestik bruto (PDB).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Pamer Defisit APBN RI Masih Kecil meski Tekor Rp956 Triliun
Sementara itu, beberapa contoh negara lain yang defisitnya lebih besar adalah India 13%. Kemudian dibandingkan dengan negara tetangga seperti FIlipina 8,1% dan Malaysia di 6,5%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, meskipun negara-negara tersebut mengalami defisit APBN yang besar, dirinya mengklaim angka pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih baik. Indonesia sepanjang 2020 pertumbuhan ekonominya mengalam kontraksi 2,07%.
Baca Juga:&amp;nbsp;APBN 2021 Sudah Tekor Rp45,7 Triliun, Pendapatan Negara Terkontraksi
&amp;ldquo;Dan meskipun negara-negara ini dengan defisit APBN mereka dihadapkan kepada kontraksi ekonomi yang jauh lebih dalam. Artinya mereka mengeluarkan anggaran lebih besar namun ekonominya kontraksinya tetap sangat parah,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Webinar Balitbang Kementerian Perhubungan, Rabu (3/3/2021).
Menurut Sri Mulyani, hal ini menjadi capaian yang harus disyukuri. Meskipun begitu, bukan berarti Indonesia bisa terlena dengan capaian tren pertumbuban ekonomi yang cenderung membaik.Apalagi, saat ini pandemi covid-19 masih belum hilang sepenuhnya dari Indonesia. Angka kasus positif juga masih cukup tinggi meskipun trennya sudah mengarah ke yang lebih baik.
&amp;ldquo;Ini suatu capaian yang harus kita syukuri namun tidak membuat kita terlena. Indonesia perlu untuk terus menjaga kewaspadaan karena covid masih terus menjangkit,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
