<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Vaksinasi, Sri Mulyani Berharap Kelompok Menengah Atas Mau Belanja Lagi</title><description>Pemerintah menyambut 2021 dengan optimisme tinggi namun tetap untuk waspada.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/320/2371777/ada-vaksinasi-sri-mulyani-berharap-kelompok-menengah-atas-mau-belanja-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/320/2371777/ada-vaksinasi-sri-mulyani-berharap-kelompok-menengah-atas-mau-belanja-lagi"/><item><title>Ada Vaksinasi, Sri Mulyani Berharap Kelompok Menengah Atas Mau Belanja Lagi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/320/2371777/ada-vaksinasi-sri-mulyani-berharap-kelompok-menengah-atas-mau-belanja-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/320/2371777/ada-vaksinasi-sri-mulyani-berharap-kelompok-menengah-atas-mau-belanja-lagi</guid><pubDate>Rabu 03 Maret 2021 18:53 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/03/320/2371777/ada-vaksinasi-sri-mulyani-berharap-kelompok-menengah-atas-mau-belanja-lagi-dPDzsJbroD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minimarket (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/03/320/2371777/ada-vaksinasi-sri-mulyani-berharap-kelompok-menengah-atas-mau-belanja-lagi-dPDzsJbroD.jpg</image><title>Minimarket (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menyambut 2021 dengan optimisme tinggi namun tetap untuk waspada. Meskipun saat ini Indonesia sudah memulai program vaksinasi, namun angka kasus covid-19 juga masih belum hilang sepenuhnya.
Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, program vaksinasi bisa menciptakan sebuah kepercayaan diri kepada masyarakat. Sehingga masyarakat juga bisa beraktivitas normal kembali melakukan kegiatan konsumsi.
Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Drive Thru Sudah Dimulai, Lansia Cobain Yuk!
&amp;ldquo;Program vaksinasi yang berjalan di jalankan pemerintah diharapkan menciptakan confident terutama kelompok masyarakat sehingga mereka memulai lagi aktivitas secara normal termasuk kegiatan konsumsi terutama menengah atas,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Webinar Balitbang Kementerian Perhubungan, Rabu (3/3/2021).
Selain vaksinasi, sebenarnya pemerintah juga mempunyai beberapa langkah lainnya. Seperti dengan mendorong konsumsi dari sisi belanja pemerintah baik yang ada di pusat maupun daerah.
Baca Juga: Kadin: Vaksinasi Gotong Royong Bantu Pulihkan Ekonomi
Apalagi konsumsi pemerintah menjadi satu-satunya yang tumbuh positif. Sementara agregat demand yang lain justru mengalami penurunan yang sangat signifikan pada tahun lalu.
&amp;ldquo;Hal ini tentu karena pemerintah menggunakan fiskal instrumennya untuk bisa menetralisir shock yang luar biasa sangat dalam akibat covid,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani.
Namun, belanja pemerintah saja tidak cukup untuk bisa mengcounter siklus turun akibat shock pandemi ini. Oleh karena itu, pada tahun ini dan ke depan, Kementerian Keuangan mendesain kebijakan fiskal 2020, 2021 dan ke depan untuk bisa melakukan fungsi mengcounter siklus turun akibat shock dan tetap hati-hati.&amp;ldquo;Tentu pemerintah tidak bekerja sendiri dan kita akan menggunakan  instrumen yang lain dan juga bekerja sama dengan institusi yang  indipenden seperti bank Indonesia dan OJK,&amp;rdquo; jelasnya.
Atas dasar itu,  pemerintah mengeluarkan kebijakan stimulus pajak  penjualan atas kendaraan mewah (PPnBM) 0% yang berlaku 1 Maret 2021.  Insentif ini agar pemulihan ekonomi nasional bisa berjalan dengan cepat.
Di sisi lain, pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif sektor  perumahan dengan penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) jadi 0% atau  PPN ditanggung pemerintah. Kebijakan ini berlaku 1 Maret 2021 sampai 31  Agustus 2021.
&amp;ldquo;Baru-baru ini pemerintah meluncurkan program seperti pembebasan  PPNBM untuk pembelian kendaraan serta untuk PPN perumahan. Ini tujuannya  adalah agar masyarakat memiliki confident terutama yang memiliki daya  beli yang mencukupi sehingga mereka mulai melakukan lagi aktivitas  konsumsi yang akan mendorong perekonomian kita,&amp;rdquo; kata Mantan Direktur  Pelaksana Bank Dunia tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menyambut 2021 dengan optimisme tinggi namun tetap untuk waspada. Meskipun saat ini Indonesia sudah memulai program vaksinasi, namun angka kasus covid-19 juga masih belum hilang sepenuhnya.
Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, program vaksinasi bisa menciptakan sebuah kepercayaan diri kepada masyarakat. Sehingga masyarakat juga bisa beraktivitas normal kembali melakukan kegiatan konsumsi.
Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Drive Thru Sudah Dimulai, Lansia Cobain Yuk!
&amp;ldquo;Program vaksinasi yang berjalan di jalankan pemerintah diharapkan menciptakan confident terutama kelompok masyarakat sehingga mereka memulai lagi aktivitas secara normal termasuk kegiatan konsumsi terutama menengah atas,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara Webinar Balitbang Kementerian Perhubungan, Rabu (3/3/2021).
Selain vaksinasi, sebenarnya pemerintah juga mempunyai beberapa langkah lainnya. Seperti dengan mendorong konsumsi dari sisi belanja pemerintah baik yang ada di pusat maupun daerah.
Baca Juga: Kadin: Vaksinasi Gotong Royong Bantu Pulihkan Ekonomi
Apalagi konsumsi pemerintah menjadi satu-satunya yang tumbuh positif. Sementara agregat demand yang lain justru mengalami penurunan yang sangat signifikan pada tahun lalu.
&amp;ldquo;Hal ini tentu karena pemerintah menggunakan fiskal instrumennya untuk bisa menetralisir shock yang luar biasa sangat dalam akibat covid,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani.
Namun, belanja pemerintah saja tidak cukup untuk bisa mengcounter siklus turun akibat shock pandemi ini. Oleh karena itu, pada tahun ini dan ke depan, Kementerian Keuangan mendesain kebijakan fiskal 2020, 2021 dan ke depan untuk bisa melakukan fungsi mengcounter siklus turun akibat shock dan tetap hati-hati.&amp;ldquo;Tentu pemerintah tidak bekerja sendiri dan kita akan menggunakan  instrumen yang lain dan juga bekerja sama dengan institusi yang  indipenden seperti bank Indonesia dan OJK,&amp;rdquo; jelasnya.
Atas dasar itu,  pemerintah mengeluarkan kebijakan stimulus pajak  penjualan atas kendaraan mewah (PPnBM) 0% yang berlaku 1 Maret 2021.  Insentif ini agar pemulihan ekonomi nasional bisa berjalan dengan cepat.
Di sisi lain, pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif sektor  perumahan dengan penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) jadi 0% atau  PPN ditanggung pemerintah. Kebijakan ini berlaku 1 Maret 2021 sampai 31  Agustus 2021.
&amp;ldquo;Baru-baru ini pemerintah meluncurkan program seperti pembebasan  PPNBM untuk pembelian kendaraan serta untuk PPN perumahan. Ini tujuannya  adalah agar masyarakat memiliki confident terutama yang memiliki daya  beli yang mencukupi sehingga mereka mulai melakukan lagi aktivitas  konsumsi yang akan mendorong perekonomian kita,&amp;rdquo; kata Mantan Direktur  Pelaksana Bank Dunia tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
