<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DP Rumah O%, Gubernur BI Yakin Properti Bangkit dari Keterpurukan</title><description>Bank Indonesia (BI) telah melonggarkan ketentuan uang muka (DP) kredit/pembiayaan properti menjadi 0%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/470/2371706/dp-rumah-o-gubernur-bi-yakin-properti-bangkit-dari-keterpurukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/470/2371706/dp-rumah-o-gubernur-bi-yakin-properti-bangkit-dari-keterpurukan"/><item><title>DP Rumah O%, Gubernur BI Yakin Properti Bangkit dari Keterpurukan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/470/2371706/dp-rumah-o-gubernur-bi-yakin-properti-bangkit-dari-keterpurukan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/03/470/2371706/dp-rumah-o-gubernur-bi-yakin-properti-bangkit-dari-keterpurukan</guid><pubDate>Rabu 03 Maret 2021 17:07 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/03/470/2371706/dp-rumah-o-gubernur-bi-yakin-properti-bangkit-dari-keterpurukan-44pv08L926.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stimulus untuk Kredit Rumah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/03/470/2371706/dp-rumah-o-gubernur-bi-yakin-properti-bangkit-dari-keterpurukan-44pv08L926.jpg</image><title>Stimulus untuk Kredit Rumah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah melonggarkan ketentuan uang muka (DP) kredit/pembiayaan properti menjadi 0%. Hal ini dilakukan supaya mendorong masyarakat untuk membeli rumah.
&quot;Kami optimis pelonggaran itu bisa mendorong pemulihan sektor properti di tahun ini,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam MNC Investor Forum 2021 secara virtual, Rabu (3/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;5 Fakta Menarik DP Rumah 0%
Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 23/2/PBI/2021. Dalam beleid itu, bank sentral melonggarkan ketentuan rasio loan to value (LTV) hingga 100%, sehingga masyarakat bisa melakukan pembayaran DP 0%.
&quot;Jadi kami mengeluarkan kebijakan pelonggaran LTV untuk mendorong sektor properti. Baik dari kredit properti maupun penjualan sektor properti,&quot; ungkap dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;DP 0% Bikin Penjualan Rumah Subsidi Moncer?
Dia juga menjelaskan, sektor properti saat ini mulai menunjukkan pemulihan. Di mana terlihat dalam survei harga properti residensial (SHPR) yang dilakukan bank sentral.
&quot;Volume penjualan properti residensial pada kuartal IV 2020 tercatat membaik, meskipun masih terkontraksi. Hal ini tercermin pada kontraksi penjualan properti residensial sebesar minus 20,59% (yoy) pada kuartal IV 2020, membaik dari kontraksi 30,93% (yoy) di kuartal sebelumnyan,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah melonggarkan ketentuan uang muka (DP) kredit/pembiayaan properti menjadi 0%. Hal ini dilakukan supaya mendorong masyarakat untuk membeli rumah.
&quot;Kami optimis pelonggaran itu bisa mendorong pemulihan sektor properti di tahun ini,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam MNC Investor Forum 2021 secara virtual, Rabu (3/3/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;5 Fakta Menarik DP Rumah 0%
Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 23/2/PBI/2021. Dalam beleid itu, bank sentral melonggarkan ketentuan rasio loan to value (LTV) hingga 100%, sehingga masyarakat bisa melakukan pembayaran DP 0%.
&quot;Jadi kami mengeluarkan kebijakan pelonggaran LTV untuk mendorong sektor properti. Baik dari kredit properti maupun penjualan sektor properti,&quot; ungkap dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;DP 0% Bikin Penjualan Rumah Subsidi Moncer?
Dia juga menjelaskan, sektor properti saat ini mulai menunjukkan pemulihan. Di mana terlihat dalam survei harga properti residensial (SHPR) yang dilakukan bank sentral.
&quot;Volume penjualan properti residensial pada kuartal IV 2020 tercatat membaik, meskipun masih terkontraksi. Hal ini tercermin pada kontraksi penjualan properti residensial sebesar minus 20,59% (yoy) pada kuartal IV 2020, membaik dari kontraksi 30,93% (yoy) di kuartal sebelumnyan,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
