<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut: PDB Tergerus 0,10% karena Bencana Alam</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan persentase potensi kehilangan Produk Domestik Bruto (PDB) akibat dampak bencana sebesar 0,10%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/04/320/2372140/menko-luhut-pdb-tergerus-0-10-karena-bencana-alam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/04/320/2372140/menko-luhut-pdb-tergerus-0-10-karena-bencana-alam"/><item><title>Menko Luhut: PDB Tergerus 0,10% karena Bencana Alam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/04/320/2372140/menko-luhut-pdb-tergerus-0-10-karena-bencana-alam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/04/320/2372140/menko-luhut-pdb-tergerus-0-10-karena-bencana-alam</guid><pubDate>Kamis 04 Maret 2021 12:22 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/04/320/2372140/menko-luhut-pdb-tergerus-0-10-karena-bencana-alam-D7e9mquofw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/04/320/2372140/menko-luhut-pdb-tergerus-0-10-karena-bencana-alam-D7e9mquofw.jpg</image><title>Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan persentase potensi kehilangan Produk Domestik Bruto (PDB) akibat dampak bencana sebesar 0,10% pada 2024.
Perhitungan tersebut merupakan indikator peningkatan ketahanan bencana dan iklim yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024. Oleh karena itu Menko Luhut pun meminta daerah terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami yang tidak bisa diprediksi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gubernur BI Pede Pertumbuhan Ekonomi 2021 Capai 5,3%
&quot;Saya mohon teman-teman gubernur, bupati, walikota dan semua sampai ke bawah, tolong perhatikan ini, target-target yang sudah disusun ini. Ini penting,&quot; kata Menko Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) 2021 dilansir dari Antara, Kamis (4/3/2021).
Selain potensi kehilangan PDB, dalam Perpres 18/2019 juga ada target kecepatan penyampaian informasi peringatan dini bencana kepada masyarakat dari 5 menit (pada 2019) menjadi 3 menit (2024). Dengan target tersebut Menko Luhut juga meminta daerah untuk mempersiapkan diri atas potensi bencana di wilayah masing-masing.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sandiaga Uno: Exotisme Lombok Bantu Pulihkan Ekonomi Indonesia
&quot;Mungkin di daerah masing-masing perlu melakukan gladi sendiri-sendiri untuk supaya semua orang tahu apa yang harus dilakukan manakala terjadi apa. Eloknya mungkin tiap tahun,&quot; kata Menko Luhut.
Menko Luhut mengingatkan agar pemerintah daerah tidak menganggap remeh kewaspadaan terhadap bencana dan iklim. Ia juga mengatakan pembangunan infrastruktur pun akan sia-sia jika tidak ada persiapan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana.&quot;Jangan, sekali lagi saya sampaikan, jangan anggap enteng ini. Jangan  kita pikir bangun jalan tol, Sovereign Wealth Fund (SWF) saja yang  penting. Itu semua enggak ada apa-apanya. Bayangkan kalau terjadi  megathrust di tempat kita berturut-turut. Semua orang kaget. Kita akan  set back (mundur ke belakang),&quot; kata Menko Luhut.
Luhut juga mengingatkan pentingnya bekerja secara terintegrasi  bersama pemangku kepentingan lain. &quot;Kata terintegrasi ini saya mohon  jangan pernah ditinggalkan. Kita harus holistik menyelesaikan semua  masalah ini,&quot; katanya.&quot;Jangan, sekali lagi saya sampaikan, jangan anggap enteng ini. Jangan kita pikir bangun jalan tol, Sovereign Wealth Fund (SWF) saja yang penting. Itu semua enggak ada apa-apanya. Bayangkan kalau terjadi megathrust di tempat kita berturut-turut. Semua orang kaget. Kita akan set back (mundur ke belakang),&quot; kata Menko Luhut.
Luhut juga mengingatkan pentingnya bekerja secara terintegrasi bersama pemangku kepentingan lain. &quot;Kata terintegrasi ini saya mohon jangan pernah ditinggalkan. Kita harus holistik menyelesaikan semua masalah ini,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan persentase potensi kehilangan Produk Domestik Bruto (PDB) akibat dampak bencana sebesar 0,10% pada 2024.
Perhitungan tersebut merupakan indikator peningkatan ketahanan bencana dan iklim yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024. Oleh karena itu Menko Luhut pun meminta daerah terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami yang tidak bisa diprediksi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Gubernur BI Pede Pertumbuhan Ekonomi 2021 Capai 5,3%
&quot;Saya mohon teman-teman gubernur, bupati, walikota dan semua sampai ke bawah, tolong perhatikan ini, target-target yang sudah disusun ini. Ini penting,&quot; kata Menko Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) 2021 dilansir dari Antara, Kamis (4/3/2021).
Selain potensi kehilangan PDB, dalam Perpres 18/2019 juga ada target kecepatan penyampaian informasi peringatan dini bencana kepada masyarakat dari 5 menit (pada 2019) menjadi 3 menit (2024). Dengan target tersebut Menko Luhut juga meminta daerah untuk mempersiapkan diri atas potensi bencana di wilayah masing-masing.
Baca Juga:&amp;nbsp;Sandiaga Uno: Exotisme Lombok Bantu Pulihkan Ekonomi Indonesia
&quot;Mungkin di daerah masing-masing perlu melakukan gladi sendiri-sendiri untuk supaya semua orang tahu apa yang harus dilakukan manakala terjadi apa. Eloknya mungkin tiap tahun,&quot; kata Menko Luhut.
Menko Luhut mengingatkan agar pemerintah daerah tidak menganggap remeh kewaspadaan terhadap bencana dan iklim. Ia juga mengatakan pembangunan infrastruktur pun akan sia-sia jika tidak ada persiapan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana.&quot;Jangan, sekali lagi saya sampaikan, jangan anggap enteng ini. Jangan  kita pikir bangun jalan tol, Sovereign Wealth Fund (SWF) saja yang  penting. Itu semua enggak ada apa-apanya. Bayangkan kalau terjadi  megathrust di tempat kita berturut-turut. Semua orang kaget. Kita akan  set back (mundur ke belakang),&quot; kata Menko Luhut.
Luhut juga mengingatkan pentingnya bekerja secara terintegrasi  bersama pemangku kepentingan lain. &quot;Kata terintegrasi ini saya mohon  jangan pernah ditinggalkan. Kita harus holistik menyelesaikan semua  masalah ini,&quot; katanya.&quot;Jangan, sekali lagi saya sampaikan, jangan anggap enteng ini. Jangan kita pikir bangun jalan tol, Sovereign Wealth Fund (SWF) saja yang penting. Itu semua enggak ada apa-apanya. Bayangkan kalau terjadi megathrust di tempat kita berturut-turut. Semua orang kaget. Kita akan set back (mundur ke belakang),&quot; kata Menko Luhut.
Luhut juga mengingatkan pentingnya bekerja secara terintegrasi bersama pemangku kepentingan lain. &quot;Kata terintegrasi ini saya mohon jangan pernah ditinggalkan. Kita harus holistik menyelesaikan semua masalah ini,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
