<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspansi di Tengah Pandemi, Selengkapnya di The Indonesia Economic Club Kamis Pukul 20.30 WIB</title><description>Pandemi Covid-19 di Indonesia masih berlangsung dan genap satu tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/04/320/2372261/ekspansi-di-tengah-pandemi-selengkapnya-di-the-indonesia-economic-club-kamis-pukul-20-30-wib</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/04/320/2372261/ekspansi-di-tengah-pandemi-selengkapnya-di-the-indonesia-economic-club-kamis-pukul-20-30-wib"/><item><title>Ekspansi di Tengah Pandemi, Selengkapnya di The Indonesia Economic Club Kamis Pukul 20.30 WIB</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/04/320/2372261/ekspansi-di-tengah-pandemi-selengkapnya-di-the-indonesia-economic-club-kamis-pukul-20-30-wib</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/04/320/2372261/ekspansi-di-tengah-pandemi-selengkapnya-di-the-indonesia-economic-club-kamis-pukul-20-30-wib</guid><pubDate>Kamis 04 Maret 2021 14:44 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/04/320/2372261/ekspansi-di-tengah-pandemi-selengkapnya-di-the-indonesia-economic-club-kamis-pukul-20-30-wib-WVr1Lm1SNV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">The Indonesia Economic Club (Foto: MNC Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/04/320/2372261/ekspansi-di-tengah-pandemi-selengkapnya-di-the-indonesia-economic-club-kamis-pukul-20-30-wib-WVr1Lm1SNV.jpg</image><title>The Indonesia Economic Club (Foto: MNC Media)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi Covid-19 di Indonesia masih berlangsung dan genap satu tahun. Hingga hari ini, angka kasus Covid-19 di Indonesia masih terus menanjak dengan lebih dari satu juta kasus, bahkan Indonesia menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara.
Dalam perjalanannya, pemerintah dan berbagai pihak terus berupaya menekan laju persebaran virus Corona. Jumlah pengangguran bertambah 2,67 juta orang, hantaman ekonomi di berbagai sektor mendorong Indonesia masuk dalam jurang resesi. Sementara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan stabilitas sistem keuangan masih terjaga dengan baik di tengah pandemi Covid-19.
Baca Juga: BNI Perkuat Fundamental dan Gulirkan Transformasi
 
Tanpa adanya pandemi, sejatinya kinerja industri perbankan cukup menantang. OJK mencatat 100 bank telah merestrukturisasi kredit senilai Rp904,285 triliun dari 7.465.990 debitur. Nilai tersebut berasal dari 5.824.976 debitur UMKM dengan nilai kredit Rp359,977 triliun, dan 1.641.014 debitur non UMKM dengan kredit Rp544,308 triliun.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik, terlebih pada kantor cabang luar negeri yang tersebar di enam kota seperti Hong Kong, Seoul, Osaka, Singapura, London, dan New York. Pada 2019, aset BNI KCLN London tumbuh 16,4% di atas rata-rata industri. Total loan tumbuh 42,3%, total funding tumbuh 16,2%, dan net profit tumbuh 78,9%.
Baca Juga: BNI Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi yang Dicari
 
Sementara, di Korea Selatan menjadi sekitar 40 ribu WNI yang bekerja di berbagai bidang menjadi pasar potensial bagi BNI. Salah satu bisnis BNI adalah mengoptimalisasi diaspora yang berada di Korsel. Milenial mendominasi jumlah pekerja migran Indonesia di Korsel dengan rata-rata usia 30 tahun dengan pendapatan Rp20 juta hingga Rp25 juta per bulan. BNI KCLN Seoul telah menggunakan pelayanan digital termasuk melalui aplikasi sejak 2019 sehingga berdampak pada kenaikan transaksi yang mencapai hingga 500%.
Sementara di New York, Amerika Serikat, BNI berperan penting sebagai sumber funding dalam mata uang dolar Amerika Serikat. Kantor perwakilan yang berdiri sejak 1978 itu berperan sebagai investor relation, mewakili BNI pusat di pasar global. BNI KLCN New York merupakan salah satu bank Indonesia pertama yang menjadi member Fedwire sehingga dapat menawarkan pelayanan transaksi bank koresponden ke bank-bank komersial di Indonesia.Bank-bank BUKU II atau III di Indonesia yang berstatus devisa dapat  bertransaksi dengan dolar AS. Hingga Juli 2020, BNI KCLN New York sudah  menerbitkan certificate of deposit senilai USD600 juta dan masih  menyisakan sisa USD400 juta dari target program BNI sebesar USD1 miliar.
Lantas, bagaimana BNI berkomitmen memberikan pelayanan perbankan dan  pendampingan terhadap Indonesia related company di luar negeri, baik  perusahaan di luar negeri yang berbisnis dengan Indonesia, maupun  perusahaan Indonesia yang telah atau memiliki rencana berekspansi secara  internasional? Serta apa yang menjadi kehandalan dari masing-masing  kantor cabang BNI di luar negeri?
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar akan hadir di program The Indonesia  Economic Club membahas &amp;ldquo;Ekspansi di Tengah Pandemi&amp;rdquo; Kamis, 4 Maret  2021. Dipandu Apreyvita Dyah Wulansari dan Rhenald Kasali secara  langsung pukul 20.30 WIB di stasiun televisi berita milik MNC Group,  iNews. Anda yang memiliki mobilitas dan tidak sempat menyimak di depan  layar kaca, dapat mengikuti program ini melalui laman www.rctiplus.com  dan aplikasi RCTI+, unduh segera di Google Play Store dan Apple App  Store.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi Covid-19 di Indonesia masih berlangsung dan genap satu tahun. Hingga hari ini, angka kasus Covid-19 di Indonesia masih terus menanjak dengan lebih dari satu juta kasus, bahkan Indonesia menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara.
Dalam perjalanannya, pemerintah dan berbagai pihak terus berupaya menekan laju persebaran virus Corona. Jumlah pengangguran bertambah 2,67 juta orang, hantaman ekonomi di berbagai sektor mendorong Indonesia masuk dalam jurang resesi. Sementara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan stabilitas sistem keuangan masih terjaga dengan baik di tengah pandemi Covid-19.
Baca Juga: BNI Perkuat Fundamental dan Gulirkan Transformasi
 
Tanpa adanya pandemi, sejatinya kinerja industri perbankan cukup menantang. OJK mencatat 100 bank telah merestrukturisasi kredit senilai Rp904,285 triliun dari 7.465.990 debitur. Nilai tersebut berasal dari 5.824.976 debitur UMKM dengan nilai kredit Rp359,977 triliun, dan 1.641.014 debitur non UMKM dengan kredit Rp544,308 triliun.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik, terlebih pada kantor cabang luar negeri yang tersebar di enam kota seperti Hong Kong, Seoul, Osaka, Singapura, London, dan New York. Pada 2019, aset BNI KCLN London tumbuh 16,4% di atas rata-rata industri. Total loan tumbuh 42,3%, total funding tumbuh 16,2%, dan net profit tumbuh 78,9%.
Baca Juga: BNI Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi yang Dicari
 
Sementara, di Korea Selatan menjadi sekitar 40 ribu WNI yang bekerja di berbagai bidang menjadi pasar potensial bagi BNI. Salah satu bisnis BNI adalah mengoptimalisasi diaspora yang berada di Korsel. Milenial mendominasi jumlah pekerja migran Indonesia di Korsel dengan rata-rata usia 30 tahun dengan pendapatan Rp20 juta hingga Rp25 juta per bulan. BNI KCLN Seoul telah menggunakan pelayanan digital termasuk melalui aplikasi sejak 2019 sehingga berdampak pada kenaikan transaksi yang mencapai hingga 500%.
Sementara di New York, Amerika Serikat, BNI berperan penting sebagai sumber funding dalam mata uang dolar Amerika Serikat. Kantor perwakilan yang berdiri sejak 1978 itu berperan sebagai investor relation, mewakili BNI pusat di pasar global. BNI KLCN New York merupakan salah satu bank Indonesia pertama yang menjadi member Fedwire sehingga dapat menawarkan pelayanan transaksi bank koresponden ke bank-bank komersial di Indonesia.Bank-bank BUKU II atau III di Indonesia yang berstatus devisa dapat  bertransaksi dengan dolar AS. Hingga Juli 2020, BNI KCLN New York sudah  menerbitkan certificate of deposit senilai USD600 juta dan masih  menyisakan sisa USD400 juta dari target program BNI sebesar USD1 miliar.
Lantas, bagaimana BNI berkomitmen memberikan pelayanan perbankan dan  pendampingan terhadap Indonesia related company di luar negeri, baik  perusahaan di luar negeri yang berbisnis dengan Indonesia, maupun  perusahaan Indonesia yang telah atau memiliki rencana berekspansi secara  internasional? Serta apa yang menjadi kehandalan dari masing-masing  kantor cabang BNI di luar negeri?
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar akan hadir di program The Indonesia  Economic Club membahas &amp;ldquo;Ekspansi di Tengah Pandemi&amp;rdquo; Kamis, 4 Maret  2021. Dipandu Apreyvita Dyah Wulansari dan Rhenald Kasali secara  langsung pukul 20.30 WIB di stasiun televisi berita milik MNC Group,  iNews. Anda yang memiliki mobilitas dan tidak sempat menyimak di depan  layar kaca, dapat mengikuti program ini melalui laman www.rctiplus.com  dan aplikasi RCTI+, unduh segera di Google Play Store dan Apple App  Store.</content:encoded></item></channel></rss>
