<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengusaha Sebut Inovasi dan Teknologi Masih Dikuasai Bangsa lain</title><description>Himpunan Pengusaha Muda Indonesia menyoroti teknologi yang ada saat ini masih dikuasai oleh bangsa lain.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/05/320/2372826/pengusaha-sebut-inovasi-dan-teknologi-masih-dikuasai-bangsa-lain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/05/320/2372826/pengusaha-sebut-inovasi-dan-teknologi-masih-dikuasai-bangsa-lain"/><item><title>Pengusaha Sebut Inovasi dan Teknologi Masih Dikuasai Bangsa lain</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/05/320/2372826/pengusaha-sebut-inovasi-dan-teknologi-masih-dikuasai-bangsa-lain</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/05/320/2372826/pengusaha-sebut-inovasi-dan-teknologi-masih-dikuasai-bangsa-lain</guid><pubDate>Jum'at 05 Maret 2021 11:59 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/05/320/2372826/pengusaha-sebut-inovasi-dan-teknologi-masih-dikuasai-bangsa-lain-75Hzoq0MMM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rakernas Hipmi (Foto: Dokumentasi Hipmi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/05/320/2372826/pengusaha-sebut-inovasi-dan-teknologi-masih-dikuasai-bangsa-lain-75Hzoq0MMM.jpg</image><title>Rakernas Hipmi (Foto: Dokumentasi Hipmi)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyoroti teknologi yang ada saat ini masih dikuasai oleh bangsa lain. Ketua BPP Hipmi Mardani H. Maming berharap agar semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan teknologi supaya dapat meningkatkan perekonomian di masa depan.
&quot;Sayangnya teknologi sebagian besar masih dikuasai bangsa lain tanpa ada upaya penciptaan dan pengembangan dari anak bangsa. Inovasi dan teknologi tidak jatuh dari langit, tapi lahir dari keseriusan anak bangsa dalam meneliti dan mengkajinya di laboratorium dan di lingkungan sosial,&quot; kata Maming dalam sambutannya saat  pembukaan Rakernas Hipmi, Jumat (5/3/2021).
Baca Juga: Hipmi: Covid-19 Buat Sektor Usaha Melemah
Untuk itu, kata Maming, inovasi dan teknologi perlu didorong dan ditingkatkan melalui kerja sama kemitraan antara kampus dan lembaga penelitian sebagai inovator, di dukung oleh lembaga pemerintah di bidang riset dan teknologi, dikembangkan oleh dunia usaha dan dibiayai oleh lembaga pembiayaan.
&quot;Selama ini tidak tercipta hubungan yang simbiosis dari empat bagian ini,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Kabinet Indonesia Maju Kayak Kabinet HIPMI
Menurutnya, kampus dan Lembaga penelitian seyogyanya meningkatkan riset di bidang yang terkait dengan pengembangan sumber daya alam yang melimpah di Indonesia. Sementara, dunia usaha terutama kalangan pengusaha muda dapat mengembangkannya secara ekonomi dan menerapkan dalam kegiatan usahanya.Sedangkan, lembaga pembiayaan baik perbankan maupun non bank juga  perlu meningkatkan perhatian pada kalangan pengusaha muda terutama yang  berbasis inovasi dan teknologi. Tentu saja semuanya membutuhkan dukungan  pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi dan kementerian  terkait lainnya.
&quot;Sekiranya keempat kelembagaan ini dapat terhubung dan bekerjasama  dengan baik, kita akan melihat bangkitnya perekonomian Indonesia yang  lebih berdaya saing di masa depan. HIPMI siap berkontribusi positif  untuk pengembangan kerja sama ini,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyoroti teknologi yang ada saat ini masih dikuasai oleh bangsa lain. Ketua BPP Hipmi Mardani H. Maming berharap agar semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan teknologi supaya dapat meningkatkan perekonomian di masa depan.
&quot;Sayangnya teknologi sebagian besar masih dikuasai bangsa lain tanpa ada upaya penciptaan dan pengembangan dari anak bangsa. Inovasi dan teknologi tidak jatuh dari langit, tapi lahir dari keseriusan anak bangsa dalam meneliti dan mengkajinya di laboratorium dan di lingkungan sosial,&quot; kata Maming dalam sambutannya saat  pembukaan Rakernas Hipmi, Jumat (5/3/2021).
Baca Juga: Hipmi: Covid-19 Buat Sektor Usaha Melemah
Untuk itu, kata Maming, inovasi dan teknologi perlu didorong dan ditingkatkan melalui kerja sama kemitraan antara kampus dan lembaga penelitian sebagai inovator, di dukung oleh lembaga pemerintah di bidang riset dan teknologi, dikembangkan oleh dunia usaha dan dibiayai oleh lembaga pembiayaan.
&quot;Selama ini tidak tercipta hubungan yang simbiosis dari empat bagian ini,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Kabinet Indonesia Maju Kayak Kabinet HIPMI
Menurutnya, kampus dan Lembaga penelitian seyogyanya meningkatkan riset di bidang yang terkait dengan pengembangan sumber daya alam yang melimpah di Indonesia. Sementara, dunia usaha terutama kalangan pengusaha muda dapat mengembangkannya secara ekonomi dan menerapkan dalam kegiatan usahanya.Sedangkan, lembaga pembiayaan baik perbankan maupun non bank juga  perlu meningkatkan perhatian pada kalangan pengusaha muda terutama yang  berbasis inovasi dan teknologi. Tentu saja semuanya membutuhkan dukungan  pemerintah melalui Kementerian Riset dan Teknologi dan kementerian  terkait lainnya.
&quot;Sekiranya keempat kelembagaan ini dapat terhubung dan bekerjasama  dengan baik, kita akan melihat bangkitnya perekonomian Indonesia yang  lebih berdaya saing di masa depan. HIPMI siap berkontribusi positif  untuk pengembangan kerja sama ini,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
