<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag Bicara Vaksinasi Covid-19, Bisa Selesai 3,5 Tahun?</title><description>Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan, vaksinasi dunia baru akan selesai 3,5 tahun ke depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/05/320/2373106/mendag-bicara-vaksinasi-covid-19-bisa-selesai-3-5-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/05/320/2373106/mendag-bicara-vaksinasi-covid-19-bisa-selesai-3-5-tahun"/><item><title>Mendag Bicara Vaksinasi Covid-19, Bisa Selesai 3,5 Tahun?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/05/320/2373106/mendag-bicara-vaksinasi-covid-19-bisa-selesai-3-5-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/05/320/2373106/mendag-bicara-vaksinasi-covid-19-bisa-selesai-3-5-tahun</guid><pubDate>Jum'at 05 Maret 2021 18:55 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/05/320/2373106/mendag-bicara-vaksinasi-covid-19-bisa-selesai-3-5-tahun-XO43Fnnr3A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vaksin Covid-19 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/05/320/2373106/mendag-bicara-vaksinasi-covid-19-bisa-selesai-3-5-tahun-XO43Fnnr3A.jpg</image><title>Vaksin Covid-19 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan, vaksinasi dunia baru akan selesai 3,5 tahun ke depan. Pasalnya, fasilitas pembuat vaksin Covid-19 saat ini hanya dapat memproduksi setengah dari yang dibutuhkan.

&quot;Tantangan untuk rakyat dunia saat ini untuk herd immunity. Hari ini  mesti memastikan bahwa 70% masyarakat dunia harus divaksinasi.&quot; kata dia dalam Rapat Kerja Nasional Hipmi 2021, Jumat (5/3/2021).

Mendag menjelaskan, dari  7,7 miliar penduduk saat ini maka 70% dari jumlah tersebut adalah 5,5 miliar. Jika satu orang itu harus dua kali divaksinasi maka, dibutuhkan 11 miliar dosis vaksin harus disiapkan untuk memutus Covid-19.

&quot;Di dunia sekarang ini kapasitas fasilitas untuk membuat vaksin hanya bisa untuk 6 miliar dosis. ditambah lagi fasilitas itu dipakai untuk polio, TBC, dan lain-lain,&quot; katanya.

Mendag menambahkan, jika fasilitas itu tinggal separuh dipakai untuk membuat vaksin, maka jumlah 11 miliar dosis vaksin tidak akan tercapai dalam waktu dekat.

&quot;Kalau dipakai separuh maka untuk mencapai 11 miliar, kita tidak akan menyelesaikan masalah vaksinasi ini sampai dengan 3,5 tahun yang akan datang,&quot; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan, vaksinasi dunia baru akan selesai 3,5 tahun ke depan. Pasalnya, fasilitas pembuat vaksin Covid-19 saat ini hanya dapat memproduksi setengah dari yang dibutuhkan.

&quot;Tantangan untuk rakyat dunia saat ini untuk herd immunity. Hari ini  mesti memastikan bahwa 70% masyarakat dunia harus divaksinasi.&quot; kata dia dalam Rapat Kerja Nasional Hipmi 2021, Jumat (5/3/2021).

Mendag menjelaskan, dari  7,7 miliar penduduk saat ini maka 70% dari jumlah tersebut adalah 5,5 miliar. Jika satu orang itu harus dua kali divaksinasi maka, dibutuhkan 11 miliar dosis vaksin harus disiapkan untuk memutus Covid-19.

&quot;Di dunia sekarang ini kapasitas fasilitas untuk membuat vaksin hanya bisa untuk 6 miliar dosis. ditambah lagi fasilitas itu dipakai untuk polio, TBC, dan lain-lain,&quot; katanya.

Mendag menambahkan, jika fasilitas itu tinggal separuh dipakai untuk membuat vaksin, maka jumlah 11 miliar dosis vaksin tidak akan tercapai dalam waktu dekat.

&quot;Kalau dipakai separuh maka untuk mencapai 11 miliar, kita tidak akan menyelesaikan masalah vaksinasi ini sampai dengan 3,5 tahun yang akan datang,&quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
