<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kopi Boyolali Tembus Jerman, Ketua DPD: Motivasi untuk Daerah Lain</title><description>Kabar gembira datang dari Boyolali, Jawa Tengah. Salah satu varietas  unggulan Boyolali yakni kopi berhasil menembus pasar ekspor ke Eropa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/05/455/2372930/kopi-boyolali-tembus-jerman-ketua-dpd-motivasi-untuk-daerah-lain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/05/455/2372930/kopi-boyolali-tembus-jerman-ketua-dpd-motivasi-untuk-daerah-lain"/><item><title>Kopi Boyolali Tembus Jerman, Ketua DPD: Motivasi untuk Daerah Lain</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/05/455/2372930/kopi-boyolali-tembus-jerman-ketua-dpd-motivasi-untuk-daerah-lain</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/05/455/2372930/kopi-boyolali-tembus-jerman-ketua-dpd-motivasi-untuk-daerah-lain</guid><pubDate>Jum'at 05 Maret 2021 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/05/455/2372930/kopi-boyolali-tembus-jerman-ketua-dpd-motivasi-untuk-daerah-lain-n0DmB7OtuD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPD RI La Nyala (Foto: Dokumentasi Pribadi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/05/455/2372930/kopi-boyolali-tembus-jerman-ketua-dpd-motivasi-untuk-daerah-lain-n0DmB7OtuD.jpg</image><title>Ketua DPD RI La Nyala (Foto: Dokumentasi Pribadi)</title></images><description>JAKARTA - Kabar gembira datang dari Boyolali, Jawa Tengah. Salah satu varietas unggulan Boyolali yakni kopi berhasil menembus pasar ekspor ke Eropa. Adalah Jerman yang menjadi negara tujuan ekspor kopi Boyolali. Kopi Boyolali diekspor bersamaan dengan kopi Toraja dan kopi Flores-Bajawa.
Kabar menggembirakan ini diapresiasi positif oleh Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Mantan Ketua Umum PSSI itu menilai tembusnya kopi Boyolali ke pasar ekspor harus menjadi pemacu bagi daerah lain untuk mendorong produk andalannya bisa merebut pasar dunia.
Baca Juga: Intip Sejarah Kopi Telur Vietnam yang Terkenal Sampai Sekarang
 
&quot;Tentu ini kabar menggembirakan bagi kita, karena ekspor kopi Boyolali ini adalah untuk kali pertama. Saya berharap agar hal ini menjadi pemicu bagi daerah lain untuk meningkatkan kualitas produk andalannya agar bisa tembus pasar internasional,&quot; kata LaNyalla dalam keterangan resminya, Jumat (5/3/2021).
Baca Juga: RI Geber Ekspor Kopi hingga Kakao ke Negeri Ratu Elizabeth
 
Yang membuat bangga mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu, di tengah pandemi Indonesia mampu memproduksi kopi dengan kualitas internasional. Apalagi, sejauh ini produk kopi memberi sumbangsih tak sedikit bagi negara. &quot;Saya yakin akan menghidupkan kembali perekonomian nasional. Kita adalah produsen terbesar di dunia. Saya berharap kita mampu menembus lima besar eksportir kopi di tingkat global, kata LaNyalla.
Sebagaimana diketahui, saat ini Indonesia berada di peringkat sembilan eksportir kopi dunia. Dengan terus tumbuhnya produk dengan kualitas unggulan, alumnus Universitas Brawijaya Malang itu yakin target lima besar eksportir dunia bisa dicapai.&quot;Saya juga minta agar ekspor kopi dimaksimalkan untuk varian, rasa,  packaging serta aroma dan olahan kopi agar memiliki daya jual yang lebih  tinggi lagi,&quot; papar LaNyalla.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Kementerian Perindustrian,  Indonesia merupakan negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia  setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia. Pada tahun 2019, produksi biji  kopi Indonesia mencapai 729,1 ribu ton dengan nilai ekspor produk kopi  olahan sebesar USD610,89 juta.
Kopi asal Boyolali, Jawa Tengah, untuk pertama kalinya diekspor ke  Jerman bersama dengan kopi Toraja dan kopi Flores-Bajawa. Pengiriman  ketiga jenis kopi seberat 1,5 ton itu dilepas secara simbolis oleh Wakil  Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar.</description><content:encoded>JAKARTA - Kabar gembira datang dari Boyolali, Jawa Tengah. Salah satu varietas unggulan Boyolali yakni kopi berhasil menembus pasar ekspor ke Eropa. Adalah Jerman yang menjadi negara tujuan ekspor kopi Boyolali. Kopi Boyolali diekspor bersamaan dengan kopi Toraja dan kopi Flores-Bajawa.
Kabar menggembirakan ini diapresiasi positif oleh Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Mantan Ketua Umum PSSI itu menilai tembusnya kopi Boyolali ke pasar ekspor harus menjadi pemacu bagi daerah lain untuk mendorong produk andalannya bisa merebut pasar dunia.
Baca Juga: Intip Sejarah Kopi Telur Vietnam yang Terkenal Sampai Sekarang
 
&quot;Tentu ini kabar menggembirakan bagi kita, karena ekspor kopi Boyolali ini adalah untuk kali pertama. Saya berharap agar hal ini menjadi pemicu bagi daerah lain untuk meningkatkan kualitas produk andalannya agar bisa tembus pasar internasional,&quot; kata LaNyalla dalam keterangan resminya, Jumat (5/3/2021).
Baca Juga: RI Geber Ekspor Kopi hingga Kakao ke Negeri Ratu Elizabeth
 
Yang membuat bangga mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu, di tengah pandemi Indonesia mampu memproduksi kopi dengan kualitas internasional. Apalagi, sejauh ini produk kopi memberi sumbangsih tak sedikit bagi negara. &quot;Saya yakin akan menghidupkan kembali perekonomian nasional. Kita adalah produsen terbesar di dunia. Saya berharap kita mampu menembus lima besar eksportir kopi di tingkat global, kata LaNyalla.
Sebagaimana diketahui, saat ini Indonesia berada di peringkat sembilan eksportir kopi dunia. Dengan terus tumbuhnya produk dengan kualitas unggulan, alumnus Universitas Brawijaya Malang itu yakin target lima besar eksportir dunia bisa dicapai.&quot;Saya juga minta agar ekspor kopi dimaksimalkan untuk varian, rasa,  packaging serta aroma dan olahan kopi agar memiliki daya jual yang lebih  tinggi lagi,&quot; papar LaNyalla.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Kementerian Perindustrian,  Indonesia merupakan negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia  setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia. Pada tahun 2019, produksi biji  kopi Indonesia mencapai 729,1 ribu ton dengan nilai ekspor produk kopi  olahan sebesar USD610,89 juta.
Kopi asal Boyolali, Jawa Tengah, untuk pertama kalinya diekspor ke  Jerman bersama dengan kopi Toraja dan kopi Flores-Bajawa. Pengiriman  ketiga jenis kopi seberat 1,5 ton itu dilepas secara simbolis oleh Wakil  Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar.</content:encoded></item></channel></rss>
