<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masih Awal Bulan, Hindari 4 Kesalahan Ini Dalam Menabung</title><description>Menabung merupakan hal wajib yang harus dilakukan dalam  pengelolaan keuangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/07/622/2373657/masih-awal-bulan-hindari-4-kesalahan-ini-dalam-menabung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/07/622/2373657/masih-awal-bulan-hindari-4-kesalahan-ini-dalam-menabung"/><item><title>Masih Awal Bulan, Hindari 4 Kesalahan Ini Dalam Menabung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/07/622/2373657/masih-awal-bulan-hindari-4-kesalahan-ini-dalam-menabung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/07/622/2373657/masih-awal-bulan-hindari-4-kesalahan-ini-dalam-menabung</guid><pubDate>Minggu 07 Maret 2021 22:05 WIB</pubDate><dc:creator>Alya Ramadhanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/07/622/2373657/masih-awal-bulan-hindari-4-kesalahan-ini-dalam-menabung-bFwTFAHHzg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/07/622/2373657/masih-awal-bulan-hindari-4-kesalahan-ini-dalam-menabung-bFwTFAHHzg.jpg</image><title>Rupiah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menabung merupakan hal wajib yang harus dilakukan dalam  pengelolaan keuangan. Namun pernahkah berpikir setelah sekian lama  menabung namun hasilnya tidak kunjung bertambah:

Hal itu bisa saja terjadi karena ada yang salah dengan cara menabung.  Tapi jangan khawatir karena terdapat banyak cara yang mudah untuk  mengganti kebiasaan menabung yang salah itu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pentingnya Dana Darurat, Bisa Kendalikan Pengeluaran Tak Terduga
Mengutip buku 10 Langkah Menjadi Financial Planner untuk Diri Sendiri  Khusus Karyawan karya Lutfi Trisandi Rizki, SE, MM, RFA, CFP, QWP,  AEPP, &amp;amp; Iin Susanto, Minggu (7/3/2021) hindari kesalahan ini dalam  menabung agar hasilnya stabil dan bertambah:

1. Tidak Menabung Sejak Awal

Menabung memang harus dipaksakan. Agar merasa ada motivasi maka harus  memiliki tujuan yang jelas. Cara memaksakan diri untuk menabung adalah  melakukannya di awal, yaitu sesaat setelah menerima gaji. Dengan begitu  tidak akan lagi tergoda untuk menghabisakan uang dengan boros. Jika  perlu gunakan ATM agar susah untuk mengambilnya. Kebiasaan ini akan  membentuk kebiasaan baik yang akan berdampak pada hidup di masa depan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Lakukan Hal Ini agar Gaji Tak Cuma Numpang Lewat
 
2. Menabung Tanpa Tujuan

Jika hanya menabungkan sisa-sisa uang receh kembalian, itu artinya  menabung tanpa tujuan. Hal ini tidak akan memotivasi diri untuk menabung  dengan nominal yang lebih banyak. Untuk itu, menabung perlu tujuan.  Setelah tujuan ditetapkan, pisahkan uang tabungan ke dalam rekening  khusus agar tidak tercampur dengan uang kebutuhan sehari-hari.3. Tabungan Disamakan dengan Dana Darurat

Kebanyakan orang menganggap tabungan adalah cadangan dana untuk  memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya mendadak. Ternyata penggunaan  hal tersebut kurang tepat. Dalam perencanaan keuangan, untuk memenuhi  kebutuhan tak terduga, gunakan uang dana darurat bukan tabungan. Sebab  tabungan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sudah direncanakan,  seperti memenuhi suatu kebutuhan, membeli barang atau berlibur.


4. Menabung Disamakan dengan Investasi

Banyak orang yang belum bisa membedakan penggunaan instrumen  investasi dan tabungan dalam perencanaan keuangan. Instrumen investasi  seperti saham ataupun reksadana, dapat digunakan untuk tujuan jangka  panjang di atas 5 tahun. Seperti untuk uang modal menikah dan membeli  rumah. Sementara tabungan digunakan untuk tujuan jangka pendek yang  umumnya di bawah 1 tahun. Seperti untuk liburan atau membeli alat  elektronik baru. Perlu diingat, untuk melakukan investasi pilihlah  instrumen keuangan yang tepat dan jelas sehingga bisa mempercepat  pencapaian tujuan keuangan.</description><content:encoded>JAKARTA - Menabung merupakan hal wajib yang harus dilakukan dalam  pengelolaan keuangan. Namun pernahkah berpikir setelah sekian lama  menabung namun hasilnya tidak kunjung bertambah:

Hal itu bisa saja terjadi karena ada yang salah dengan cara menabung.  Tapi jangan khawatir karena terdapat banyak cara yang mudah untuk  mengganti kebiasaan menabung yang salah itu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pentingnya Dana Darurat, Bisa Kendalikan Pengeluaran Tak Terduga
Mengutip buku 10 Langkah Menjadi Financial Planner untuk Diri Sendiri  Khusus Karyawan karya Lutfi Trisandi Rizki, SE, MM, RFA, CFP, QWP,  AEPP, &amp;amp; Iin Susanto, Minggu (7/3/2021) hindari kesalahan ini dalam  menabung agar hasilnya stabil dan bertambah:

1. Tidak Menabung Sejak Awal

Menabung memang harus dipaksakan. Agar merasa ada motivasi maka harus  memiliki tujuan yang jelas. Cara memaksakan diri untuk menabung adalah  melakukannya di awal, yaitu sesaat setelah menerima gaji. Dengan begitu  tidak akan lagi tergoda untuk menghabisakan uang dengan boros. Jika  perlu gunakan ATM agar susah untuk mengambilnya. Kebiasaan ini akan  membentuk kebiasaan baik yang akan berdampak pada hidup di masa depan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Lakukan Hal Ini agar Gaji Tak Cuma Numpang Lewat
 
2. Menabung Tanpa Tujuan

Jika hanya menabungkan sisa-sisa uang receh kembalian, itu artinya  menabung tanpa tujuan. Hal ini tidak akan memotivasi diri untuk menabung  dengan nominal yang lebih banyak. Untuk itu, menabung perlu tujuan.  Setelah tujuan ditetapkan, pisahkan uang tabungan ke dalam rekening  khusus agar tidak tercampur dengan uang kebutuhan sehari-hari.3. Tabungan Disamakan dengan Dana Darurat

Kebanyakan orang menganggap tabungan adalah cadangan dana untuk  memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya mendadak. Ternyata penggunaan  hal tersebut kurang tepat. Dalam perencanaan keuangan, untuk memenuhi  kebutuhan tak terduga, gunakan uang dana darurat bukan tabungan. Sebab  tabungan digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang sudah direncanakan,  seperti memenuhi suatu kebutuhan, membeli barang atau berlibur.


4. Menabung Disamakan dengan Investasi

Banyak orang yang belum bisa membedakan penggunaan instrumen  investasi dan tabungan dalam perencanaan keuangan. Instrumen investasi  seperti saham ataupun reksadana, dapat digunakan untuk tujuan jangka  panjang di atas 5 tahun. Seperti untuk uang modal menikah dan membeli  rumah. Sementara tabungan digunakan untuk tujuan jangka pendek yang  umumnya di bawah 1 tahun. Seperti untuk liburan atau membeli alat  elektronik baru. Perlu diingat, untuk melakukan investasi pilihlah  instrumen keuangan yang tepat dan jelas sehingga bisa mempercepat  pencapaian tujuan keuangan.</content:encoded></item></channel></rss>
