<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hati-Hati Investor, Pasar Saham Indonesia Diramal Begini</title><description>Kasus Covid-19 yang masih tinggi melanda Indonesia hingga saat ini  masih mengganggu pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/08/278/2374175/hati-hati-investor-pasar-saham-indonesia-diramal-begini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/08/278/2374175/hati-hati-investor-pasar-saham-indonesia-diramal-begini"/><item><title>Hati-Hati Investor, Pasar Saham Indonesia Diramal Begini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/08/278/2374175/hati-hati-investor-pasar-saham-indonesia-diramal-begini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/08/278/2374175/hati-hati-investor-pasar-saham-indonesia-diramal-begini</guid><pubDate>Senin 08 Maret 2021 12:43 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/08/278/2374175/hati-hati-investor-pasar-saham-indonesia-diramal-begini-ULSJWX1jjH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/08/278/2374175/hati-hati-investor-pasar-saham-indonesia-diramal-begini-ULSJWX1jjH.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kasus Covid-19 yang masih tinggi melanda Indonesia hingga saat ini masih mengganggu pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Alhasil, pasar saham di Tanah Air pun diprediksi masih terjadi volatilitas.
&quot;Dalam jangka pendek, kami melihat volatilitas pada pasar saham tetap ada, dengan kasus harian Covid-19 yang masih tinggi,&quot; kata Wealth Management Head Bank OCBC NISP Juky Mariska dalam keterangan tertulis, Senin (8/3/2021).
Baca Juga: Laba Bali Towerindo Sentra Melesat 83% Jadi Rp84,3 Miliar
 
Meski begitu, dirinya meyakini program vaksinasi yang sedang digencarkan oleh pemerintah akan membawa sentimen positif ke pasar saham dan pemulihan ekonomi yang lebih baik.
&quot;Proses vaksinasi serta dukungan Pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi pasar dalam jangka panjang,&quot; ujarnya.
Baca Juga: 4 Fakta BEI Rayu Unicorn Melantai di Pasar Modal
 
Dia menyebut, fenomena penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal Januari 2021 dan hanya bertahan 2 minggu pertama ternyata tak cukup kuat untuk membawa IHSG di zona hijau. Hal ini terlihat dari harga IHSG mencatatkan penurunan -1.95% di bulan Januari.
&quot;Penguatan yang terjadi sejak awal bulan akibat optimisme vaksinasi perdana di Tanah Air, membuat para investor merealisasikan keuntungan di minggu terakhir,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kasus Covid-19 yang masih tinggi melanda Indonesia hingga saat ini masih mengganggu pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Alhasil, pasar saham di Tanah Air pun diprediksi masih terjadi volatilitas.
&quot;Dalam jangka pendek, kami melihat volatilitas pada pasar saham tetap ada, dengan kasus harian Covid-19 yang masih tinggi,&quot; kata Wealth Management Head Bank OCBC NISP Juky Mariska dalam keterangan tertulis, Senin (8/3/2021).
Baca Juga: Laba Bali Towerindo Sentra Melesat 83% Jadi Rp84,3 Miliar
 
Meski begitu, dirinya meyakini program vaksinasi yang sedang digencarkan oleh pemerintah akan membawa sentimen positif ke pasar saham dan pemulihan ekonomi yang lebih baik.
&quot;Proses vaksinasi serta dukungan Pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi pasar dalam jangka panjang,&quot; ujarnya.
Baca Juga: 4 Fakta BEI Rayu Unicorn Melantai di Pasar Modal
 
Dia menyebut, fenomena penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal Januari 2021 dan hanya bertahan 2 minggu pertama ternyata tak cukup kuat untuk membawa IHSG di zona hijau. Hal ini terlihat dari harga IHSG mencatatkan penurunan -1.95% di bulan Januari.
&quot;Penguatan yang terjadi sejak awal bulan akibat optimisme vaksinasi perdana di Tanah Air, membuat para investor merealisasikan keuntungan di minggu terakhir,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
