<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasar Saham AS Diramal Membaik, Eropa Masih Abu-Abu</title><description>Perdagangan di pasar saham di beberapa negara juga terkena imbas dari  adanya Pandemi Covid-19 yang menyerang seluruh kawasan di dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/08/278/2374412/pasar-saham-as-diramal-membaik-eropa-masih-abu-abu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/08/278/2374412/pasar-saham-as-diramal-membaik-eropa-masih-abu-abu"/><item><title>Pasar Saham AS Diramal Membaik, Eropa Masih Abu-Abu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/08/278/2374412/pasar-saham-as-diramal-membaik-eropa-masih-abu-abu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/08/278/2374412/pasar-saham-as-diramal-membaik-eropa-masih-abu-abu</guid><pubDate>Senin 08 Maret 2021 17:50 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/08/278/2374412/pasar-saham-as-diramal-membaik-eropa-masih-abu-abu-cIvHuwJ5oM.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Bursa saham Wall Street (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/08/278/2374412/pasar-saham-as-diramal-membaik-eropa-masih-abu-abu-cIvHuwJ5oM.jpeg</image><title>Bursa saham Wall Street (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Perdagangan di pasar saham di beberapa negara juga terkena imbas dari adanya Pandemi Covid-19 yang menyerang seluruh kawasan di dunia. Alhasil, pasar saham pun terjadi kelesuan seperti di Amerika Serikat dan kawasan Eropa pada tahun 2020.
Lalu, terkini bagaimana kondisi bursa di kedua negara maju tersebut? Menurut Head of Investment Strategy Bank of Singapore Eli Lee dengan berlalunya proses pelantikan Joe Biden, peluang pasar saham di AS akan lebih terbuka bagi sektor-sektor Cyclical dan Value, sementara sektor Growth akan cukup kompleks dengan ketidakpastian tersendiri.
Baca Juga: Wall Street Berpesta, 3 Indeks Utama Menguat Hampir 2% 
 
&quot;Pandangan kami terhadap pasar saham AS saat ini masih konstruktif, walaupun penyebaran Covid-19 masih tinggi sehingga masih akan memicu volatilitas jangka pendek di pasar,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (8/3/2021).
Baca Juga: Wall Street Anjlok, Nasdaq Turun hingga 10%
 
Dia menilai kombinasi antara pemulihan ekonomi dan tingkat inflasi yang mulai pulih dari level terendahnya akan menopang kinerja pasar saham.
&quot;Dan terutama dengan kondisi ekonomi yang saat ini, kami percaya bahwa bank sentral AS The Fed masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang longgar untuk mensupport pasar saham,&quot; katanya.Sementara itu untuk kawasan Eropa, Eli Lee menyebut meskipun  perkembangan seputar vaksin sejauh ini positif, namun tingkat keyakinan  konsumen di beberapa negara inti seperti Perancis dan Jerman cukup  tertekan akibat kebijakan lockdown.
&quot;Tidak dapat dipungkiri bahwa akan ada potensi terjadinya koreksi  terhadap pasar saham, sebelum distribusi vaksin yang lebih besar. Saat  ini kami masih netral terhadap pasar saham kawasan Eropa, sementara  untuk pasar saham Inggris kami semakin positif, seiring dengan  kesepakatan Brexit yang baru dicapai pada Desember 2020,&quot; kata Eli.</description><content:encoded>JAKARTA - Perdagangan di pasar saham di beberapa negara juga terkena imbas dari adanya Pandemi Covid-19 yang menyerang seluruh kawasan di dunia. Alhasil, pasar saham pun terjadi kelesuan seperti di Amerika Serikat dan kawasan Eropa pada tahun 2020.
Lalu, terkini bagaimana kondisi bursa di kedua negara maju tersebut? Menurut Head of Investment Strategy Bank of Singapore Eli Lee dengan berlalunya proses pelantikan Joe Biden, peluang pasar saham di AS akan lebih terbuka bagi sektor-sektor Cyclical dan Value, sementara sektor Growth akan cukup kompleks dengan ketidakpastian tersendiri.
Baca Juga: Wall Street Berpesta, 3 Indeks Utama Menguat Hampir 2% 
 
&quot;Pandangan kami terhadap pasar saham AS saat ini masih konstruktif, walaupun penyebaran Covid-19 masih tinggi sehingga masih akan memicu volatilitas jangka pendek di pasar,&quot; ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (8/3/2021).
Baca Juga: Wall Street Anjlok, Nasdaq Turun hingga 10%
 
Dia menilai kombinasi antara pemulihan ekonomi dan tingkat inflasi yang mulai pulih dari level terendahnya akan menopang kinerja pasar saham.
&quot;Dan terutama dengan kondisi ekonomi yang saat ini, kami percaya bahwa bank sentral AS The Fed masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang longgar untuk mensupport pasar saham,&quot; katanya.Sementara itu untuk kawasan Eropa, Eli Lee menyebut meskipun  perkembangan seputar vaksin sejauh ini positif, namun tingkat keyakinan  konsumen di beberapa negara inti seperti Perancis dan Jerman cukup  tertekan akibat kebijakan lockdown.
&quot;Tidak dapat dipungkiri bahwa akan ada potensi terjadinya koreksi  terhadap pasar saham, sebelum distribusi vaksin yang lebih besar. Saat  ini kami masih netral terhadap pasar saham kawasan Eropa, sementara  untuk pasar saham Inggris kami semakin positif, seiring dengan  kesepakatan Brexit yang baru dicapai pada Desember 2020,&quot; kata Eli.</content:encoded></item></channel></rss>
