<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Percepat Pemulihan Ekonomi, Menko Airlangga Geber Inklusi Keuangan</title><description>Inklusi keuangan memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/08/320/2374315/percepat-pemulihan-ekonomi-menko-airlangga-geber-inklusi-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/08/320/2374315/percepat-pemulihan-ekonomi-menko-airlangga-geber-inklusi-keuangan"/><item><title>Percepat Pemulihan Ekonomi, Menko Airlangga Geber Inklusi Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/08/320/2374315/percepat-pemulihan-ekonomi-menko-airlangga-geber-inklusi-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/08/320/2374315/percepat-pemulihan-ekonomi-menko-airlangga-geber-inklusi-keuangan</guid><pubDate>Senin 08 Maret 2021 15:53 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/08/320/2374315/percepat-pemulihan-ekonomi-menko-airlangga-geber-inklusi-keuangan-9KINnkea55.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/08/320/2374315/percepat-pemulihan-ekonomi-menko-airlangga-geber-inklusi-keuangan-9KINnkea55.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Inklusi keuangan memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Apalagi, di tengah wabah Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato  dengan pentingnya peranan inklusi keuangan khususnya lagi pada masa pandemi Covid-19, Rapat Koordinasi Dewan Nasional Keuangan Inklusif memutuskan untuk meningkatkan akselerasi implementasi inklusi keuangan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Literasi Keuangan RI Kalah dari China, Ini Buktinya
&amp;ldquo;Akselerasi inklusi keuangan tersebut dilakukan melalui dua strategi utama yaitu pertama, mempercepat penyaluran kredit baik dari usaha mikro hingga usaha besar, dan kedua, meningkatkan layanan keuangan berbasis digital, seperti QRIS dan mobile banking. Kedua program tersebut selain dapat mencegah penularan COVID-19 juga sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi,&amp;rdquo; ujar  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (8/3/2021)

Tingkat kepemilikan produk dan layanan keuangan di kalangan masyarakat tetap positif di tengah besarnya dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Guna Percepat Inklusi Keuangan Indonesia, Perpres No. 114 Tahun 2020 Diterbitkan
&amp;ldquo;Inklusi keuangan di Indonesia terus meningkat, baik dari kepemilikan maupun penggunaan rekening di lembaga keuangan. Prestasi ini tidak terlepas dari kerja keras Kementerian dan Lembaga anggota DNKI dalam mengeksekusi program edukasi keuangan, hak properti masyarakat, fasilitasi intermediasi dan saluran distribusi keuangan, digitalisasi layanan keuangan pada sektor pemerintah, perlindungan konsumen, regulasi dan pemerataan infrastruktur telekomunikasi,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga.

Indeks inklusi keuangan di Indonesia terus meningkat baik dari sisi kepemilikan akun maupun dari sisi penggunaan akun. Indeks kepemilikan akun meningkat dari 31,3 pada tahun 2014 menjadi 61,7 pada tahun 2020. Sementara indeks penggunaan akun/rekening meningkat dari 59,74 pada 2013 menjadi 81,4 pada 2020.DNKI mencatat, sepanjang tahun 2020 sebanyak 348 kegiatan edukasi  keuangan terhadap sekitar 85.000 peserta telah terlaksana. Kegiatan  edukasi dan literasi keuangan Syariah juga kian gencar seiring  perlindungan konsumen yang lebih optimal. Sekitar 94,54% dari jumlah  total pengaduan layanan keuangan telah terselesaikan. Selain itu,  Pemerintah juga telah meresmikan Lembaga Alternatif Penyelesaian  Sengketa Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan.

Pembukaan rekening bank yang dilakukan hanya pada Bulan Inklusi  Keuangan bahkan melonjak sampai 789.025 rekening baru. Sementara itu,  kepemilikan akun uang elektronik meningkat sampai 13,8 juta dan 5,1 juta  merchant di seluruh Indonesia telah menerapkan Quick Response Code  Indonesian Standard (QRIS), yang mana mayoritas merchant adalah Usaha  Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

DNKI juga mencatat bahwa program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)  turut meningkatkan inklusi keuangan secara signifikan, khususnya di  kalangan pelaku usaha mikro dan kecil. Rasio penyaluran kredit UMKM oleh  bank umum mencapai 19,8%, sementara realisasi program Kredit Usaha  Rakyat (KUR) mencapai Rp196,42 triliun, atau setara 103,3%, dari target  Rp190 triliun. Di samping itu, pemberdayaan SHAT (Sertifikat Hak Atas  Tanah) melalui pendampingan usaha dan akses pembiayaan terus berjalan.

Lebih jauh, perkembangan inklusi keuangan Indonesia tak lepas dari  infrastruktur dan akses terhadap teknologi informasi yang merata.  Merujuk data Kementerian Komunikasi dan Informatika, saat ini akses  internet tersedia di 11.817 titik fasilitas publik dan persentase  pemanfaatan Palapa Ring secara umum terus meningkat sejak diresmikan.  Pemerintah juga telah meluncurkan LokasiKu, yaitu sebuah aplikasi  pencarian titik layanan keuangan, dan mengembangkan Peta Akses Layanan  Keuangan Indonesia.

Inklusi keuangan juga membutuhkan regulasi yang tepat untuk memacu  perkembangannya. Karenanya, pemerintah memperbarui Strategi Nasional  Keuangan Inklusif (SNKI) melalui penetapan Peraturan Presiden (Perpres)  Nomor 114 Tahun 2020 dan mencabut Perpres Nomor 82 Tahun 2016.

&amp;ldquo;Kami tetapkan Perpres baru SNKI untuk memacu kenaikan penggunaan dan  kepemilikan layanan keuangan formal, yang berpotensi mendorong  peningkatan kesejahteraan masyarakat,&amp;rdquo; ungkap Menko Airlangga.

Agar manfaat Perpres Nomor 114 Tahun 2020 tentang SNKI lebih cepat  dirasakan masyarakat, DNKI menetapkan target dan Program Kerja SNKI  2021&amp;ndash;2024 dalam Rapat Koordinasi SNKI. Target indeks inklusi keuangan  tahunan 2021-2024 yang ditetapkan pada Rapat Koordinasi tersebut  masing-masing sebesar 82 pada tahun 2021, 85 pada tahun 2022, 88  pada  tahun 2023 dan 90 pada tahun 2024.</description><content:encoded>JAKARTA - Inklusi keuangan memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Apalagi, di tengah wabah Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato  dengan pentingnya peranan inklusi keuangan khususnya lagi pada masa pandemi Covid-19, Rapat Koordinasi Dewan Nasional Keuangan Inklusif memutuskan untuk meningkatkan akselerasi implementasi inklusi keuangan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Literasi Keuangan RI Kalah dari China, Ini Buktinya
&amp;ldquo;Akselerasi inklusi keuangan tersebut dilakukan melalui dua strategi utama yaitu pertama, mempercepat penyaluran kredit baik dari usaha mikro hingga usaha besar, dan kedua, meningkatkan layanan keuangan berbasis digital, seperti QRIS dan mobile banking. Kedua program tersebut selain dapat mencegah penularan COVID-19 juga sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi,&amp;rdquo; ujar  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (8/3/2021)

Tingkat kepemilikan produk dan layanan keuangan di kalangan masyarakat tetap positif di tengah besarnya dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Guna Percepat Inklusi Keuangan Indonesia, Perpres No. 114 Tahun 2020 Diterbitkan
&amp;ldquo;Inklusi keuangan di Indonesia terus meningkat, baik dari kepemilikan maupun penggunaan rekening di lembaga keuangan. Prestasi ini tidak terlepas dari kerja keras Kementerian dan Lembaga anggota DNKI dalam mengeksekusi program edukasi keuangan, hak properti masyarakat, fasilitasi intermediasi dan saluran distribusi keuangan, digitalisasi layanan keuangan pada sektor pemerintah, perlindungan konsumen, regulasi dan pemerataan infrastruktur telekomunikasi,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga.

Indeks inklusi keuangan di Indonesia terus meningkat baik dari sisi kepemilikan akun maupun dari sisi penggunaan akun. Indeks kepemilikan akun meningkat dari 31,3 pada tahun 2014 menjadi 61,7 pada tahun 2020. Sementara indeks penggunaan akun/rekening meningkat dari 59,74 pada 2013 menjadi 81,4 pada 2020.DNKI mencatat, sepanjang tahun 2020 sebanyak 348 kegiatan edukasi  keuangan terhadap sekitar 85.000 peserta telah terlaksana. Kegiatan  edukasi dan literasi keuangan Syariah juga kian gencar seiring  perlindungan konsumen yang lebih optimal. Sekitar 94,54% dari jumlah  total pengaduan layanan keuangan telah terselesaikan. Selain itu,  Pemerintah juga telah meresmikan Lembaga Alternatif Penyelesaian  Sengketa Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan.

Pembukaan rekening bank yang dilakukan hanya pada Bulan Inklusi  Keuangan bahkan melonjak sampai 789.025 rekening baru. Sementara itu,  kepemilikan akun uang elektronik meningkat sampai 13,8 juta dan 5,1 juta  merchant di seluruh Indonesia telah menerapkan Quick Response Code  Indonesian Standard (QRIS), yang mana mayoritas merchant adalah Usaha  Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

DNKI juga mencatat bahwa program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)  turut meningkatkan inklusi keuangan secara signifikan, khususnya di  kalangan pelaku usaha mikro dan kecil. Rasio penyaluran kredit UMKM oleh  bank umum mencapai 19,8%, sementara realisasi program Kredit Usaha  Rakyat (KUR) mencapai Rp196,42 triliun, atau setara 103,3%, dari target  Rp190 triliun. Di samping itu, pemberdayaan SHAT (Sertifikat Hak Atas  Tanah) melalui pendampingan usaha dan akses pembiayaan terus berjalan.

Lebih jauh, perkembangan inklusi keuangan Indonesia tak lepas dari  infrastruktur dan akses terhadap teknologi informasi yang merata.  Merujuk data Kementerian Komunikasi dan Informatika, saat ini akses  internet tersedia di 11.817 titik fasilitas publik dan persentase  pemanfaatan Palapa Ring secara umum terus meningkat sejak diresmikan.  Pemerintah juga telah meluncurkan LokasiKu, yaitu sebuah aplikasi  pencarian titik layanan keuangan, dan mengembangkan Peta Akses Layanan  Keuangan Indonesia.

Inklusi keuangan juga membutuhkan regulasi yang tepat untuk memacu  perkembangannya. Karenanya, pemerintah memperbarui Strategi Nasional  Keuangan Inklusif (SNKI) melalui penetapan Peraturan Presiden (Perpres)  Nomor 114 Tahun 2020 dan mencabut Perpres Nomor 82 Tahun 2016.

&amp;ldquo;Kami tetapkan Perpres baru SNKI untuk memacu kenaikan penggunaan dan  kepemilikan layanan keuangan formal, yang berpotensi mendorong  peningkatan kesejahteraan masyarakat,&amp;rdquo; ungkap Menko Airlangga.

Agar manfaat Perpres Nomor 114 Tahun 2020 tentang SNKI lebih cepat  dirasakan masyarakat, DNKI menetapkan target dan Program Kerja SNKI  2021&amp;ndash;2024 dalam Rapat Koordinasi SNKI. Target indeks inklusi keuangan  tahunan 2021-2024 yang ditetapkan pada Rapat Koordinasi tersebut  masing-masing sebesar 82 pada tahun 2021, 85 pada tahun 2022, 88  pada  tahun 2023 dan 90 pada tahun 2024.</content:encoded></item></channel></rss>
