<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>26 Perusahaan Antre IPO, BEI: Belum Ada dari Golongan BUMN</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengantongi puluhan nama perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/09/278/2374666/26-perusahaan-antre-ipo-bei-belum-ada-dari-golongan-bumn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/09/278/2374666/26-perusahaan-antre-ipo-bei-belum-ada-dari-golongan-bumn"/><item><title>26 Perusahaan Antre IPO, BEI: Belum Ada dari Golongan BUMN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/09/278/2374666/26-perusahaan-antre-ipo-bei-belum-ada-dari-golongan-bumn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/09/278/2374666/26-perusahaan-antre-ipo-bei-belum-ada-dari-golongan-bumn</guid><pubDate>Selasa 09 Maret 2021 08:29 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/09/278/2374666/26-perusahaan-antre-ipo-bei-belum-ada-dari-golongan-bumn-9sR8NhmdsI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/09/278/2374666/26-perusahaan-antre-ipo-bei-belum-ada-dari-golongan-bumn-9sR8NhmdsI.jpg</image><title>IPO (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA -  Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengantongi puluhan nama perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran perdana saham di Bursa. Per 8 Maret 2021, terdapat 26 perusahaan yang terdapat dalam pipeline IPO BEI.
Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, 26 perusahaan tersebut masuk dalam pipeline pencatatan saham BEI dan saat ini masih menjalani proses evaluasi pencatatan saham. Dari 26 tersebut belum terdapat perusahaan BUMN.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 144 Situs Perdagangan Berjangka Diblokir, Sebagian Besar Pialang Luar Negeri
&quot;Dari 26 perusahaan dalam pipeline tersebut, belum terdapat perusahaan yang tergolong sebagai perusahaan BUMN,&quot; ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Selasa (9/3/2021).
Nyoman menjelaskan, sektor consumer cyclicals menjadi sektor dengan calon emiten terbanyak dengan jumlah tujuh perusahan Kemudian, terdapat sektor basic materials dan technology terdiri atas empat perusahaan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Persiapan Trans Jawa Toll Road Melantai di BEI 
Kemudian, sektor consumer non-cyclicals dan sektor properties &amp;amp; real estate terdiri atas tiga perusahaan. Lalu, sektor industrials dan energy terdapat dua perusahaan serta sektor infrastructures satu perusahaan.Dari segi skala aset untuk perusahaan dalam pipeline bila merujuk  pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, detailnya adalah sebagai berikut:
- 6 Perusahaan aset skala kecil (aset dibawah Rp50 Miliar).
- 11 Perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp50 Miliar s.d. Rp250 Miliar).
- 10 Perusahaan aset skala besar (aset diatas Rp250 Miliar).</description><content:encoded>JAKARTA -  Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengantongi puluhan nama perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran perdana saham di Bursa. Per 8 Maret 2021, terdapat 26 perusahaan yang terdapat dalam pipeline IPO BEI.
Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, 26 perusahaan tersebut masuk dalam pipeline pencatatan saham BEI dan saat ini masih menjalani proses evaluasi pencatatan saham. Dari 26 tersebut belum terdapat perusahaan BUMN.
 
&amp;nbsp;Baca juga: 144 Situs Perdagangan Berjangka Diblokir, Sebagian Besar Pialang Luar Negeri
&quot;Dari 26 perusahaan dalam pipeline tersebut, belum terdapat perusahaan yang tergolong sebagai perusahaan BUMN,&quot; ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Selasa (9/3/2021).
Nyoman menjelaskan, sektor consumer cyclicals menjadi sektor dengan calon emiten terbanyak dengan jumlah tujuh perusahan Kemudian, terdapat sektor basic materials dan technology terdiri atas empat perusahaan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Persiapan Trans Jawa Toll Road Melantai di BEI 
Kemudian, sektor consumer non-cyclicals dan sektor properties &amp;amp; real estate terdiri atas tiga perusahaan. Lalu, sektor industrials dan energy terdapat dua perusahaan serta sektor infrastructures satu perusahaan.Dari segi skala aset untuk perusahaan dalam pipeline bila merujuk  pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, detailnya adalah sebagai berikut:
- 6 Perusahaan aset skala kecil (aset dibawah Rp50 Miliar).
- 11 Perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp50 Miliar s.d. Rp250 Miliar).
- 10 Perusahaan aset skala besar (aset diatas Rp250 Miliar).</content:encoded></item></channel></rss>
