<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG Melemah, Sektor Komoditas Jadi Biang Keladi</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini berada pada level 6.200.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/09/278/2375006/ihsg-melemah-sektor-komoditas-jadi-biang-keladi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/09/278/2375006/ihsg-melemah-sektor-komoditas-jadi-biang-keladi"/><item><title>IHSG Melemah, Sektor Komoditas Jadi Biang Keladi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/09/278/2375006/ihsg-melemah-sektor-komoditas-jadi-biang-keladi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/09/278/2375006/ihsg-melemah-sektor-komoditas-jadi-biang-keladi</guid><pubDate>Selasa 09 Maret 2021 16:39 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/09/278/2375006/ihsg-melemah-sektor-komoditas-jadi-biang-keladi-41AgjVWb3z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IHSG Melemah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/09/278/2375006/ihsg-melemah-sektor-komoditas-jadi-biang-keladi-41AgjVWb3z.jpg</image><title>IHSG Melemah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini berada pada level 6.200. Saham-saham logam mineral mentah pun berbalik arah mengalami koreksi.
Menurut Senior Research Analyst Infovesta Praska Putrantyo, melemahnya sektor komoditas menyebabkan penurunan IHSG.
Baca Juga:&amp;nbsp;IHSG Makin Kejeblos, Ditutup Turun 0,7% ke 6.205
&quot;Untuk pergerakan indeks, ini relatif berat karena bukan logam saja yang terkoreksi, tapi kenaikan yield yang mengakibatkan kenaikan dolar AS yang kemudian menurut saya menjadi sentimen negatif di pasar komoditas,&quot; ujar Praska dalam IDX Channel 2nd Session Market Closing Live di Jakarta, Selasa(9/3/2021).
Praska menyebutkan bahwa koreksi IHSG ini hanya untuk jangka pendek. Dari beberapa saham yang terkoreksi cukup dalam, termasuk perbankan, masih belum menarik.
Baca Juga:&amp;nbsp;IHSG Bergerak Fluktuatif, Ditutup Turun ke 6.240 Jeda Siang Ini
&quot;Untuk saham perbankan belum terlalu menarik untuk bisa dikoleksi, secara tren, untuk saham bank berkapitalisasi besar seperti BBRI yang terkoreksi belum secara teknikal bisa dikatakan murah atau menarik untuk dilirik,&quot; ucapnya.
Dia mengatakan bahwa untuk saat ini, dia merekomendasikan para investor untuk wait and see. Kendati demikian, secara teknikal, untuk BBRI dia merekomendasikan di level support 4.150-4.250 yang lebih menarik.&quot;Jadi, kita masih melihat posisi kedepan seperti apa terlebih dahulu. BBCA hari ini juga terkoreksi belum mendalam, masih bertahan di 33.025, masih jauh dari 31.000 untuk dikoreksi,&quot; tambahnya.
Sementara itu, untuk saham sektor komoditas, dia juga merekomendasikan untuk wait and see. &quot;Karena di saham-saham tersebut, khususnya logam, koreksi masih sedang terjadi,&quot; pungkas Praska.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok cukup dalam pada sesi II perdagangan. IHSG ditutup turun 43,22 poin atau 0,7% ke 6.205.
Pada penutupan perdagangan, Selasa (9/3/2021), terdapat 134 saham menguat, 397 saham melemah dan 172 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp7,36 triliun dari 15,63 miliar lembar saham yang diperdagangkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini berada pada level 6.200. Saham-saham logam mineral mentah pun berbalik arah mengalami koreksi.
Menurut Senior Research Analyst Infovesta Praska Putrantyo, melemahnya sektor komoditas menyebabkan penurunan IHSG.
Baca Juga:&amp;nbsp;IHSG Makin Kejeblos, Ditutup Turun 0,7% ke 6.205
&quot;Untuk pergerakan indeks, ini relatif berat karena bukan logam saja yang terkoreksi, tapi kenaikan yield yang mengakibatkan kenaikan dolar AS yang kemudian menurut saya menjadi sentimen negatif di pasar komoditas,&quot; ujar Praska dalam IDX Channel 2nd Session Market Closing Live di Jakarta, Selasa(9/3/2021).
Praska menyebutkan bahwa koreksi IHSG ini hanya untuk jangka pendek. Dari beberapa saham yang terkoreksi cukup dalam, termasuk perbankan, masih belum menarik.
Baca Juga:&amp;nbsp;IHSG Bergerak Fluktuatif, Ditutup Turun ke 6.240 Jeda Siang Ini
&quot;Untuk saham perbankan belum terlalu menarik untuk bisa dikoleksi, secara tren, untuk saham bank berkapitalisasi besar seperti BBRI yang terkoreksi belum secara teknikal bisa dikatakan murah atau menarik untuk dilirik,&quot; ucapnya.
Dia mengatakan bahwa untuk saat ini, dia merekomendasikan para investor untuk wait and see. Kendati demikian, secara teknikal, untuk BBRI dia merekomendasikan di level support 4.150-4.250 yang lebih menarik.&quot;Jadi, kita masih melihat posisi kedepan seperti apa terlebih dahulu. BBCA hari ini juga terkoreksi belum mendalam, masih bertahan di 33.025, masih jauh dari 31.000 untuk dikoreksi,&quot; tambahnya.
Sementara itu, untuk saham sektor komoditas, dia juga merekomendasikan untuk wait and see. &quot;Karena di saham-saham tersebut, khususnya logam, koreksi masih sedang terjadi,&quot; pungkas Praska.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok cukup dalam pada sesi II perdagangan. IHSG ditutup turun 43,22 poin atau 0,7% ke 6.205.
Pada penutupan perdagangan, Selasa (9/3/2021), terdapat 134 saham menguat, 397 saham melemah dan 172 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp7,36 triliun dari 15,63 miliar lembar saham yang diperdagangkan.</content:encoded></item></channel></rss>
