<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ternyata Pinjol Berperan dalam Ekonomi RI</title><description>Industri financial technology (fintech) landing bisa menjadi solusi  pendanaan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/09/320/2374835/ternyata-pinjol-berperan-dalam-ekonomi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/03/09/320/2374835/ternyata-pinjol-berperan-dalam-ekonomi-ri"/><item><title>Ternyata Pinjol Berperan dalam Ekonomi RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/03/09/320/2374835/ternyata-pinjol-berperan-dalam-ekonomi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/03/09/320/2374835/ternyata-pinjol-berperan-dalam-ekonomi-ri</guid><pubDate>Selasa 09 Maret 2021 12:58 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/03/09/320/2374835/ternyata-pinjol-berperan-dalam-ekonomi-ri-tT7NwHJVk5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Financial Technology (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/03/09/320/2374835/ternyata-pinjol-berperan-dalam-ekonomi-ri-tT7NwHJVk5.jpg</image><title>Financial Technology (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Industri financial technology (fintech) landing bisa menjadi solusi pendanaan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. Di tengah pandemi Covid-19, sektor UMKM menjadi sektor yang paling terdampak dan berpengaruh terhadap total PDB.
Baca Juga:&amp;nbsp;Binomo dan FBS Diblokir, Ini 148 Fintech Resmi Terdaftar di OJK
Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Riswinandi mengatakan, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2018 kontribusi sektor UKM mencapai 47% terhadap total PDB dan sektor ini dapat menyerap 97% dari total tenaga kerja di Indonesia.
Selain itu, sebanyak 59% UMKM pada tahun 2020 atau terdapat 7 dari 10 pemilik usaha mikro dan kecil yang masih memerlukan dukungan permodalan yang dibutuhkan selama pandemi untuk dapat bertahan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Startup Fintech Kian Banyak, OJK Siapkan Regulatory Sandbox
&quot;Dari krisis tersebut, industri fintech landing masih memiliki banyak potensi yang dapat dioptimalkan sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional,&quot; ujar Riswinandi dalam Fintech Webinar, Selasa (9/3/2021).Riswinandi menambahkan, dalam statistik tahun 2020 menunjukkan jumlah  pencairan baru untuk product close melalui fintech landing sekitar  Rp28,24 triliun atau hanya 37,96% dari total new loss channel.
&quot;Mengingat statistik pencairan kredit produktif tahun lalu mengalami  peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun 2019 di tahun 2019  kita. Tercatat jumlah pinjaman produktif adalah Rp18,36 triliun atau  31,21%,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Industri financial technology (fintech) landing bisa menjadi solusi pendanaan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. Di tengah pandemi Covid-19, sektor UMKM menjadi sektor yang paling terdampak dan berpengaruh terhadap total PDB.
Baca Juga:&amp;nbsp;Binomo dan FBS Diblokir, Ini 148 Fintech Resmi Terdaftar di OJK
Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Riswinandi mengatakan, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2018 kontribusi sektor UKM mencapai 47% terhadap total PDB dan sektor ini dapat menyerap 97% dari total tenaga kerja di Indonesia.
Selain itu, sebanyak 59% UMKM pada tahun 2020 atau terdapat 7 dari 10 pemilik usaha mikro dan kecil yang masih memerlukan dukungan permodalan yang dibutuhkan selama pandemi untuk dapat bertahan.
Baca Juga:&amp;nbsp;Startup Fintech Kian Banyak, OJK Siapkan Regulatory Sandbox
&quot;Dari krisis tersebut, industri fintech landing masih memiliki banyak potensi yang dapat dioptimalkan sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional,&quot; ujar Riswinandi dalam Fintech Webinar, Selasa (9/3/2021).Riswinandi menambahkan, dalam statistik tahun 2020 menunjukkan jumlah  pencairan baru untuk product close melalui fintech landing sekitar  Rp28,24 triliun atau hanya 37,96% dari total new loss channel.
&quot;Mengingat statistik pencairan kredit produktif tahun lalu mengalami  peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun 2019 di tahun 2019  kita. Tercatat jumlah pinjaman produktif adalah Rp18,36 triliun atau  31,21%,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
